Mengambil foto yang baik tidak sesulit yang Anda pikirkan. Anda tidak perlu kamera yang paling mahal atau memiliki pengalaman yang banyak, hanya 18 tips sederhana berikut ini. Nikmati…!

1. Gunakan semua space atau ruang yang tersedia

Jangan takut untuk menggunakan semua ruang dalam foto Anda. Jika Anda ingin mengambil sesuatu gambar, tidak menjadi masalah untuk mengambil seluruh gambar tanpa atau sangat sedikit menunjukkan latar belakang. Jauhkan pemikiran itu dalam tindakan Anda untuk mengambil gambar.

2. Belajar

Ini adalah aspek penting untuk fotografi. Memahami bentuk dalam foto Anda. Jangan hanya  melihat suatu obyek, temukan bentuk dan sudut terbaik dari sebuah obyek, tempat belajar yang baik ada di sekitar kita dan yang terpenting adalah selalu belajar dari buku-buku fotography yang pernah ada sebagai bahan referensi Anda.

3. Motion In Your Photos

Jangan pernah bergerak jika Anda memotret obyek diam. Jika ada sesuatu yang bergerak saat Anda mencoba untuk memotret obyek alat tulis, foto Anda tidak akan berubah menjadi lebih baik, dan juga tidak akan pernah menempatkan garis horizon di tengah frame Anda.

4. Belajar Menggunakan Kontras Warna

Beberapa foto terbaik memiliki nuansa putih, abu-abu dan hitam. Anda dapat mengambil gambar yang hebat  hanya dengan satu warna pada obyek Anda, tetapi sebaiknya Anda mengambil sebuah gambar dengan kontras warna yang  jelas, dan ini dapat menjadikan Anda seorang fotografer yang besar.

5. Lebih Dekat Dengan Obyek Anda

Ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang sering dibuat seorang fotografer, yaitu tidak mendapatkan jarak yang cukup dekat dengan sebuah obyek yang akan mereka ambil. Berusahalah untuk selalu menutup kesenjangan jarak. Anda dapat mengatur ulang kembali semua setingan dalam kamera Anda dan akan mendapatkan hasil yang terbaik, dan tidak harus selalu mem-blow up sebuah obyek dari jarak jauh.

6. Shutter Lag

Mengambil gambar bergerak seperti momen olah raga dengan kamera digital, akan menemui sebuah kesulitan yang biasanya disebabkan oleh apa yang disebut sebagai shutter lag atau jeda waktu untuk setiap pengambilan gambar. Artinya, jika Anda menekan tombol untuk mengambil sebuah gambar akan dapat memakan waktu kira-kira sampai satu detik sampai tombol rana menutup kembali. Pada saat itu, mungkin obyek sudah bergerak entah kemana atau sudah melakukan aksi yang lain, ini berarti Anda harus mengkompensasi shutter lag dengan memprediksi apa yang akan obyek Anda lakukan berikutnya. Dan Anda harus dapat mengambil foto sesaat sebelum obyek yang Anda bidik melakukan tindakan atau gerakan yang sudah Anda prediksi sebelumnya. Untuk kamera kelas profesional, Anda tidak akan menemui masalah seperti ini. (bersambung ke bag.2)

Sumber: http://goodigital.com/2011/02/18-tips/

Inilah pertarungan sengit antara dua kamera DSLR di kelas menengah untuk tahun ini. Nikon yang hadir dengan D7000 (penerus D90) melawan Canon yang mengandalkan EOS 60D (boleh dibilang penerus EOS 50D, walau dalam beberapa aspek penerus EOS 50D yang sesungguhnya adalah EOS 7D). Walau di awal saya sampaikan kalau keduanya sama bagusnya, tentu bedah fitur keduanya membuat kita penasaran kan? Yuk simak bagaimana duel raksasa kali ini.

Dilihat dari penampilan, D7000 tampak sedikit lebih kecil dibanding 60D. Perbedaan utamanya justru dari material bahan bodinya, dimana D7000 memakai magnesium alloy sedang 60D memakai polycarbonate resin (plastik). Suatu hal yang berkebalikan karena dulu D90 yang memakai plastik sedang 50D justru memakai magnesium. Keduanya memiliki desain yang mirip, terutama bagaimana penempatan mode dial dan layar LCD di bagian atas. Kamera Nikon kelas menengah memiliki tombol putar di bagian depan yang bisa diputar dengan jari telunjuk, sedang Canon selalu menempatkan tombol putar di dekat tombol shutter.

Lensa kit D7000 sedikit lebih pendek dibanding lensa kit 60D, sehingga pada perbandingan di atas 60D tampak lebih panjang. Dari gambar di atas nampak pula bahwa desain layar top LCD dari 60D tidak berbentuk persegi panjang, sementara untuk desain grip nampak D7000 lebih kecil dan sempit dibanding 60D. On-off di D7000 seperti biasa melingkari tombol shutter, sedang 60D kini menempatkan on-off di dekat mode dial di sebelah kiri.

Perbedaan utama yang nampak dari belakang adalah tata letak tombol. D7000 memiliki empat tombol yang berderet di sebelah kiri layar, sedang 60D dengan layar sistem lipatnya membuat tidak mungkin ada tombol apapun di sebelah kiri layar. Kendali putar di bagian belakang yang dioperasikan dengan jempol berbeda dalam desain, dimana 60D memakai sistem roda seperti layaknya DSLR Canon kelas profesional lainnya.

Sebelum membahas perbedaan fitur dan kinerja keduanya, ada baiknya melihat dulu ringkasan head-to-head dari D7000 dan 60D berikut ini :

Ditinjau dari sensornya, meski D7000 kalah dalam hal resolusi namun dalam kenyataan di lapangan perbedaan 16 MP dan 18 MP tidak signifikan (16 MP = 4928 x 3264 sedangkan 18 MP = 5184 x 3456). Kinerja burst keduanya juga relatif berimbang antara 5 hingga 6 fps yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dari tabel di atas nampak keduanya juga berimbang dalam hal maksimum shutter speed dan flash sync, hanya sebagai catatan pada D7000 dengan FP mode nilai flash sync bisa dinaikkan ke 1/320 detik. Kemampuan ISO keduanya sama-sama maksimum di ISO 6400 (batas tertinggi untuk hasil foto yang masih layak) namun ISO keduanya bisa dipaksa melampaui angka tersebut dengan resiko gambar jadi jelek, sehingga rasanya ISO 12800 atau ISO 25600 semestinya tidak terlalu dibutuhkan.

Nikon D7000 di atas kertas lebih unggul soal auto fokus dan metering, dengan 39 titik AF (9 diantaranya cross type) dan 2016 piksel metering, plus 3D AF tracking yang akurat. Di lain pihak EOS 60D cuma memiliki 9 titik AF yang semuanya cross type (bahkan EOS 7D hanya punya 19 titik AF) sedang untuk metering 60D mengandalkan 63 area zona metering. Dalam dunia nyata, angka yang tinggi memang memungkinkan akurasi lebih baik, namun hasil sangat tergantung pada fotografer dan kondisi pemotretan.

Tampilan di layar LCD khususnya untuk menu sudah sangat lengkap dengan struktur menu khas Nikon untuk D7000 (list ke bawah) dan khas Canon untuk 60D (list ke kanan).

Menu D7000
Menu EOS 60D

Keunggulan utama Nikon D7000

Satu hal yang tak terbantahkan adalah kesan profesional yang dirasakan saat melihat dan memakai D7000. Bodi yang kokoh, dilindungi dengan weather seal, serta adanya dual memori slot menandakan kamera ini sanggup diandalkan oleh para profesional. Hal lainnya adalah adanya berbagai tombol dan kendali langsung yang disukai fotografer profesional.

Keunggulan utama Canon EOS 60D

Bila tujuan membeli DSLR adalah untuk dimaksimalkan dalam merekam video, maka 60D mengungguli D7000 dalam hal tersebut. Dengan layar LCD yang bisa dilipat dan diputar membuat merekam video (dan juga memotret dengan mode live-view) menjadi mudah dan nyaman. Belum lagi 60D memberi berbagai pilihan untuk resolusi video berikut frame rate-nya hingga maksimal 1920 x 1080 piksel dan 30fps. Keunggulan lain 60D terhadap D7000 adalah harga jualnya yang lumayan terpaut banyak, saat ini 60D kit dijual 11 juta sedang D7000 kit dijual 13 juta.

Kekurangan kecil Nikon D7000

Tidak ada gading yang tak retak. Beberapa hal kecil yang cukup disayangkan untuk kamera selengkap D7000 diantaranya adalah tidak ada histogram saat live view (bahkan semua kamera saku bisa melakukan ini) dan tidak menampilkan nilai ISO di viewfinder optik (sebaliknya, 60D bisa).

Kekurangan kecil Canon EOS 60D

Untuk kamera yang mewarisi semua fitur dari nama besar EOS ‘dua digit’ semestinya Canon tidak menghilangkan fitur micro AF adjust di 60D. Tanpa fitur ini, beberapa lensa yang mengalami front focus atau back focus tidak bisa dikalibrasi ulang (fitur ini ada di D7000).

Kesimpulan

Kedua kamera ini sama-sama mantap, bisa dimiliki sebagai kamera pertama anda maupun anda yang ingin upgrade (misalnya sudah punya Nikon D40/D60/D70/D80/D90/D3000/D5000 atau EOS 400D/450D/500D) namun anda yang punya 40D atau 50D lebih disarankan upgrade ke EOS 7D. Kualitas foto dan video yang dihasilkan keduanya tak perlu diragukan. Sensor keduanya sudah mampu dipakai untuk hasil cetak resolusi tinggi dan fitur videonya sudah mencukupi untuk membuat klip berkesan profesional. Kinerja keduanya juga cukup cepat, apalagi bila pemakainya bisa memaksimalkan tombol, kendali putar dan tuas yang terdapat di berbagai sisi kamera.

Nikon D7000 semestinya lebih akurat dalam urusan auto fokus dan metering, meski 60D tidak bisa dibilang kalah dalam aplikasi di lapangan. Pilihan lebih baik ditujukan dengan mengacu anggaran yang ada, rencana pemakaian kamera ke depan (lebih banyak outdoor atau hanya di studio), rencana pasangan lensa (bila membeli body-only) dan apakah anda perlu layar LCD lipat atau tidak.

Sumber: http://gaptek28.wordpress.com/2011/03/04/nikon-d7000-vs-canon-eos-60d/

Introduction

Nikon D7000 adalah kamera DSLR prosumer baru dengan sensor DXformat 16.2-megapixel. Highlights dari Nikon D7000 ini adalah termasuk kapasitas Video Full HD 1080p dengan full autofocus dan kontrol manual exposure, rentang ISO 100-25600 merupakan yang terluas dari setiap kamera Nikon DX, sistem Matrix Metering terbaru yaitu 3D 2016-pixel, mesin EXPEED 2 image – processing terbaru, 39-point Autofocus dengan sistem pelacakan 3D, 14-bit konversi analog ke digital, 6fps continous shooting, body yang anti debu dan kelembaban yang dibalut magnesium alloy, resolusi ketajaman layar yang mencapai 912k pada pada layar LCD 3 inch, serta slot memori yang dapat menampung 2 kartu sekaligus. Harga kamera ini sekarang sekitar Rp. 11.399.000 body only.

Ease of Use

Kehadiran Nikon D7000 dapat dikatakan berada diantara 2 kamera Nikon lainnya yaitu D90 dan D300s, bukan hanya dalam hal fitur dan fungsinya tetapi juga dalam hal bobotnya. Kamera ini lebih berat daripada D90 dan lebih ringan dari D300s. Pegangan tangan sebelah kanan mempunyai kemiripan dengan D300s yaitu sama-sama berlapis karet chunkier.

Lensa kit 18105mm f/3.5-5.6G ED VR terasa seimbang pada Nikon D7000, meskipun hanya memiliki mount dari plastik. Fasilitas VR (Vibration Reduction) yang disertakan pada lensa ini memiliki nilai keuntungan tersendiri, mengingat Nikon saat ini belum menawarkan fasilitas VR pada bodi kamera-kamera mereka. Lensa ini serbaguna karena rentang fokus yang dihasilkan cukup lebar yaitu antara 18-105mm, sehingga cocok untuk dipakai pada kondisi pemotretan landscape hingga zoom sekalipun.

Shutter release pada Nikon D7000 cukup tenang tanpa menimbulkan kebisingan berarti, dan telah melalui uji coba melampaui 150.000 siklus. Selain itu terdapat juga mode Quiet, yaitu ketika cermin diangkat cukup perlahan untuk mengurangi suara. Hal ini akan sedikit menambah shutter lag meskipun tidak terlalu signifikan. Dalam hal ini pihak Nikon tetap merekomendasikan penggunaan mode Quiet untuk pengambilan moment yang memang membutuhkan suasana yang sangat tenang (pengambilan gambar bayi dalam kondisi tidur) dimana problem shutter delay bukan merupakan masalah yang berarti.

Secara garis besar, keseluruhan fungsi kontrol yang terdapat pada kamera ini sangat mirip dengan pendahulunya yaitu D90. Dengan dua roda kontrol dan tombol khusus untuk mengendalikan sensivitas ISO, white balance, metering dan mode AF. Hanya tombol live view, movie dan lockable drive mode yang memang baru dan belum terdapat pada model D90. Selain itu tombol playback telah berpindah ke sebelah kiri jendela bidik. Peningkatan tampilan ini disesuaikan berdasarkan pengalaman yang telah ada dan telah diterapkan sebelumnya pada model D90.

Nikon D7000 menggunakan baterai ENEL15 baru, MH25 charger dan baterai grip MBD11, yang dapat meningkatkan kapasitas baterai tetapi tidak dapat mempercepat kinerja kamera dengan cara apapun. Kapasitas penyimpanan gambar cukup besar yaitu dengan 2 slot memory card SD / SDHC yang tersimpan dalam sebuah kompartemen yang terdapat di sebelah kanan bodi kamera. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan dua kartu secara bersamaan atau ketika kartu pertama penuh maka secara otomatis kartu ke dua akan menyimpan gambar Anda. Fasilitas dual slot memory ini memudahkan penggunaan ketika Anda hendak menyimpan model gambar RAW atau JPEG. Slot pertama dapat digunakan untuk menyimpan gambar berformat RAW dan slot kedua untuk JPEG. Hal ini juga jelas sangat memperluas kapasitas memori secara keseluruhan, dan sangat berguna ketika Anda mengambil banyak gambar dalam waktu singkat.

Nikon D7000 mengikuti model kamera DSLR umumnya, yaitu menempatkan mode dial diatas bagian kamera, yang memungkinkan Anda untuk memilih salah satu dari modus seperti Manual, Aperture Priority, Shutter Priority atau 19 mode scene yang berbeda. Tombol exposure compensation ditempatkan di sebelah tombol shutter release. Penggunannya cukup sederhana, tahan tombol ini dengan telunjuk kanan kemudian putar roda kontrol yang berada di belakang kamera dengan ibu jari Anda untuk menyesuaikan pengaturannya. Sedangkan tombol lain yang letaknya berdekatan dengan tombol ini adalah fungsi metering.

Nikon D7000 memiliki status LCD monokromatik hampir sama dengan D90, sebuah fitur prolevel yang target penggunaannya memang ditujukan bagi pengguna yang pro. Untuk sebagian besar kamera, penggunaan LCD di bagian belakang menampilkan semua menu yang terdapat di dalam kamera, tetapi untuk Nikon D7000 sebagian pengaturan kunci pada kamera ini dapat dilihat pada panel yang lebih kecil yang terletak di atas bodi kamera. Hal ini tentu menghemat pemakaian baterai.

Sensor CMOS 12 megapixel yang terdapat pada D90 telah digantikan oleh sebuah chip berukuran 16.2 megapixel (sensor yang sama seperti yang digunakan pada Sony A55). Sensor ini mampu menampilkan Live View mode, merekam video Full HD dan mengambil gambar 6fps hingga 100 gambar JPEG, terdapat peningkatan dari 4.5fps pada D90. Terdapat pula mode cleaning sensor yang dapat membersihkan partikel debu yang menempel pada sensor melalui getaran frekuensi tinggi. Anda dapat menentukan fasilitas ini melalui Menu setup, apakah Anda ingin proses pembersihan sensor berlangsung ketika shut down, start up atau opsi default kedua-duanya dijalankan. Sensor baru pada kamera ini dilengkapi dengan image processing EXPEED 2 dengan 14-bit A/D Conversion, sehingga dapat menghasilkan warna yang lebih kaya serta menghasilkan kinerja kamera secara lebih cepat.

Nikon D7000 memiliki tampilan LCD dengan resolusi 920.000 pixel dengan ukuran layar 3.0 inch. Layar tersebut bukan hanya berfungsi sebagai navigasi menu dan preview hasil foto saja, tetapi juga berfungsi untuk menampilkan status sekunder dan memberi fasilitas menampilkan sebagian menu bagi pemilik kamera DSLR entry-level yang tidak terbiasa untuk menggunakan fasilitas-fasilitas menu yang terpampang di layar LCD kamera mereka. Layar LCD ini juga dapat menampilkan menu live view baik untuk pengambilan gambar diam maupun video.

Perbedaan yang mendasar antara D90 dengan D7000 adalah cakupan bingkai, dengan cakupan yang hanya sebesar 96% pada D90 dan untuk D7000 dapat mengcover area bidik sebesar 100%. Sementara itu sistem auto focus juga telah ditingkatkan secara signifikan, dengan titik pusat secara permanen ditandai pada layar dan 39 titik fokus lainnya ditandai sebagai kotak-kotak merah. Terdapat pula 3 tanda peringatan, yang dapat mengingatkan Anda ketika Anda berada dalam mode pengambilan gambar hitam putih, baterai hampir habis atau Anda lupa menyisipkan kartu memori. D7000 memiliki 39 sensor auto focus, dimana 9 diantaranya adalah jenis cross. Sedangkan 30 titik fokus lainnya berasal dari berbagai variasi garis, sehingga akibatnya fokus hanya peka terhadap detail yang berada pada titik vertikal atau horisontal, bukan untuk keduanya. Tetapi hal ini bukan merupakan masalah yang berarti, pada prakteknya kamera masih tetap mampu mengunci fokus pada objek dengan mudah dimanapun titik fokus berada.  Perlu diketahui bahwa default area AF adalah ‘auto-area’ di sebagian besar scene mode dan exposure, termasuk juga untuk mode P, A, S dan M. Dalam mode ‘auto-area’. Anda dapat merubah titik fokus sesuai dengan keinginan Anda, apakah single point, dynamic atau 3D-tracking auto focus. Untuk single point akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk dapat menentukan yang mana saja dari 39 titik fokus yang ingin Anda gunakan. Pada jendela bidik, akan terlihat kotak berwarna merah sebagai titik fokus Anda, untuk memilihnya dapat dilakukan dengan menekan tombol mode AF sambil menggerakkan pad empat arah, kecuali focus selector ada dalam posisi “L” (locked).

Jika Anda memilih dynamic AF, Anda juga dapat menentukan titik AF berdasarkan keinginan Anda. Tetapi kamera akan mencari titik fokus berdasarkan informasi dari sekitar titik fokus jika objek secara singkat bergerak meninggalkan titik fokus yang sudah kita tentukan tadi. Jadi intinya adalah dynamic focus merupakan suatu cara untuk dapat mengambil atau menentukan titik fokus dimana objek yang sudah ditentukan selalu dalam posisi bergerak. Anda akan dapat melihat bahwa titik fokus pada kamera akan selalu bergerak mengikuti objek. Mode ini biasanya dipakai untuk mengambil scene olahraga.

Untuk flash, kamera ini memiliki lampu kilat yang terpasang pada bodi (built-in) dengan Guide Number 12 pada ISO 100. Dalam modus otomatis, lampu kilat ini akan menyala jika kamera menganggap itu perlu. Tapi di sebagian besar exposure mode lainnya hal ini diserahkan sepenuhnya kepada fotografer, apakah akan menggunakan lampu kilat atau tidak. Lampu kilat yang terdapat dalam kamera ini dapat berfungsi sebagai sumber cahaya darurat (emergency light source) atau sebagai cahaya pengisi (fill in), tetapi dapat pula berfungsi sebagai cahaya utama (main light) terhadap 2 kelompok lampu kilat nirkabel (wireless flash units). Anda dapat men-setting built-in flash pada kamera ini menjadi master atau slave, atau Anda dapat juga memilih mode operasi TTL, Auto atau Manual. Lampu kilat eksternal yang compatible terhadap kamera ini adalah SB-900, SB-800, SB-700, SB-600 dan SB-400.

Seperti kebanyakan kamera DSLR terbaru dari Nikon dan juga produsen lain, D7000 juga menawarkan fasilitas Live View dari sensor utama. Fasilitas ini memudahkan kita untuk mengambil gambar dengan sudut yang cukup menyulitkan. Anda dapat melihat pada layar di belakang kamera sama dengan apa yang Anda lihat melalui jendela bidik, dan Anda dapat juga menghubungkan kamera melalui kabel HDMI untuk dapat dilihat pada panel LCD atau layar plasma. Terdapat sebuah persegi panjang berwarna merah yang terletak di tengah yang berfungsi sebagai fokus pada kamera. Anda dapat memindahkan kemana saja sesuai dengan fokus yang Anda inginkan.

D7000 memiliki dua mode fokus, yaitu AF Live View, AF-A dan AF-F. Keduanya menggunakan kontras untuk mendeteksi sebuah metode fokus, dengan menekan tombol rana setengahnya dan arahkan fokus ke objek untuk kemudian dapat menguncinya dengan AF-locking. Untuk mode AF-F (AF full time servo) dapat secara otomatis melacak objek terus menerus bahkan ketika objek tersebut bergerak. Mode AF-Live View bukan merupakan mode auto focus yang cepat, butuh sekitar 1 sampai 2 detik untuk mengunci fokus pada objek dengan kondisi pencahayaan yang bagus.

AF-area mode dapat dipilih berdasarkan: face-priority AF, wide-area AF, normal-area AF dan subject-tracking AF. Face-priority AF tidak memiliki masalah dalam menemukan dan melacak wajah manusia selama mereka menghadap ke arah kamera, dan sistem dapat mendeteksi hingga 35 wajah dan akan berusaha untuk tetap fokus pada objek yang paling dekat dengan kamera.

Live View pada Nikon D7000 dapat juga digunakan untuk mengambil gambar bergerak (movie). Setelah menggeser Lv switch ke kiri, kemudian secara opsional memberikan setting untuk aperture, shutter speed dan focus, Anda dapat dengan mudah mengambil video dengan menekan tombol Movie. Kamera dapat merekam secara full high-definition, wide screen video dalam resolusi 1920×1280 pixel, pada frame rate 24fps, berformat AVI dan menggunakan motion JPEG codec. Dengan menggunakan mode live view, contrast-detect AF juga dapat dilakukan selama pengambilan video berlangsung. Terdapat sedikit suara menderu ketika kamera melakukan fokus terhadap objek dan tetap terlihat terlalu lambat dalam mencari fokus untuk objek yang bergerak, dan biasanya banyak pengguna kamera ini beralih menggunakan mode fokus manual untuk mengantisipasi hal ini. Walaupun demikian, Nikon D7000 merupakan kamera DSLR pertama yang dapat melakukan fokus selama proses perekaman video berlangsung, meskipun tidak secepat kamera pesaingnya seperti Panasonic Lumic GH1/2.

Anda dapat mengatur aperture dan shutter speed dari kamera pada mode movie, meskipun kecepatan terendah yang dapat digunakan hanya 1/30 serta menambahkan exposure compensation dan AE-Lock. Suara yang dihasilkan dari built-in microphone masih bersifat mono dengan 3 tingkat sensivitas yang berbeda. Untuk dapat menghasilkan suara yang stereo dapat ditambahkan external microphone.

Ukuran maksimal sebuah video klip berkisar 2 gigabytes, mengingat setiap menitnya data yang tersimpan mencapai 100 megabytes yang berarti akan diperoleh sebuah video berdurasi sekitar 20 menit untuk kapasitas 2 gigabytes. Tetapi pihak Nikon menerapkan peraturan khusus yang berlaku di Uni Eropa, bahwa panjang maksimal clip hanya 5 menit untuk kualitas video yang high definition.

Nikon D7000 menawarkan beberapa software terintergrasi pada kamera yang berfungsi untuk meningkatkan hasil gambar yang sudah kita buat. Diantaranya adalah, post-capture D-lighting (berguna jika Anda lupa mengaktifkan Active D-Lighting sebelum mengambil gambar), red-eye correction, trimming, monochrome conversion, different filter effects, colour adjustments, image resizing, image overlay, in-camera RAW processing, quick auto retouching, straightening of crooked pictures, lens distortion correction, perspective control (reduction of keystoning, and new fish eye, miniature, colour outline and colour sketch effects. Fitur-fitur yang terdapat dalam kamera ini sangat membantu kita dalam proses pengolahan gambar, dan mungkin akan mengurangi waktu Anda untuk retouching di depan komputer dengan menggunakan software pengolah gambar yang biasa Anda gunakan.

Konektivitas yang digunakan pada kamera ini adalah USB/Video Out dan HDMI (High Definition Multimedia Interface) mini port, serta aksesori tambahan untuk mikrofon eksternal.

Conclusion

Nikon D7000 hadir mengadopsi keberhasilan D90 sebagai kamera entry level dan D300s sebagai kamera semi pro yang tentunya memiliki kelebihan yang berada di atas keduanya. Bahkan kehadiran Nikon D7000 mampu menarik hati para pecinta D300s sebagai alternatif kamera pengganti bagi mereka. Dengan sensor 16.2 megapixel merupakan kelebihan tersendiri bagi kamera ini, didukung dengan kualitas gambar yang sempurna di rentang ISO 100 – 6400 yang tanpa noise, bahkan untuk settingan ISO up to 6400, 12.800 dan 25.600 hasil yang diperoleh masih sanggup untuk dicetak meskipun untuk ukuran yang relatif lebih kecil.

Exposure, colour dan white balance semuanya dapat diandalkan, dan pilihan format gambar RAW dapat memberikan keleluasaan bagi Anda untuk bermain dengan tone warna yang baik. Mungkin satu kekurangan kecil, yaitu tidak disertakannya kontrol terhadap pengurangan noise pada kamera tetapi tetap disediakan dalam paket pembelian yaitu ViewNX 2 RAW.

Untuk fasilitas video juga sangat baik, dengan dukungan format video Full HD 1080p pada 24fps ditambah kemampuan untuk fokus secara otomatis selama proses perekaman video. Hanya saja kekurangan dalam hal ini adalah sistem AF masih berjalan lambat apalagi jika mengambil objek yang bergerak cepat. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari proses perekaman video, memang disarankan untuk pengambilan fokus secara manual.

Dengan berbagai macam fasilitas serta kelebihan yang terdapat dalam kamera ini, akan terasa sangat sulit untuk memilih antara Nikon D7000 dengan saingan utamanya yaitu Canon EOS 60D. Mode full-time AF selama perekaman video pada Nikon D7000 tidak sungguh-sungguh menciptakan perbedaan kelas dan bukan merupakan sebuah kekurangan terhadap Canon 60D yang memiliki vari-angle LCD screen. Tetapi dalam hal ini berarti Nikon D7000 memiliki sedikit kelebihan pada kualitas gambar yang bersih meskipun diambil pada ISO yang tinggi, sistem AF yang lebih halus, lebih cepat untuk proses burst shooting dan tentunya bodi kamera yang terbuat dari magnesium yang lebih tahan lama. Untuk pemilik kamera Nikon D90, memiliki kamera Nikon D7000 adalah merupakan upgrade dari kamera lama Anda dan salah satu alternatif sebelum Anda beralih untuk membeli Nikon D300s. Selamat mencoba dan merasakan hasil karya Anda yang fantastis!

Specifications

  • Lens Mount

Nikon F bayonet mount

  • Picture Angle

Effective picture angle 1.5x (Approx.) conversion factor (Nikon DX format)

  • Effective Pixels

16.2 million

  • Sensor Size

23.6 x 15.6mm

  • Image Sensor Format

DX

  • Image Sensor Type

CMOS

  • Total Pixels

16.9 million

  • Dust-Off Reference Photo

Yes

  • Image Area (pixels)

DX-format
(L) 4928 x 3264
(M) 3696 x 2448
(S) 2464 x 1632

  • File Format

NEF (RAW): lossless compressed or compressed 12 or 14 bit
JPEG: JPEG-baseline-compliant; can be selected from Size Priority and Optimal Quality
MOV

  • Picture Control

Landscape
Monochrome
Neutral
Nine User-customizable Settings
Portrait
Standard
Vivid

  • Storage Media

SD
SDHC
SDXC

  • Card Slot

2 Secure Digital (SD)

  • File System

Compliant with DCF (Design Rule for Camera File System) 2.0
DPOF (Digital Print Order Format)
EXIF 2.3 (Exchangeable Image File Format for Digital Still Cameras

  • Viewfinder

Eye-level pentaprism single-lens reflex viewfinder

  • Viewfinder Frame Coverage

100%Approx.

  • Viewfinder Magnification

0.95x Approx.

  • Viewfinder Eyepoint

19.5mm

  • Viewfinder Diopter Adjustment

-3 to +1m⁻¹

  • Focusing Screen

Type B BriteView Clear Matte Mark II with AF area brackets (grid lines can be displayed)

  • Reflex Mirror

Quick-return type

  • Depth-of-field Control

Yes

  • Lens Compatibility at a Glance***

AF-S or AF lenses fully compatible
Metering with AI lenses

  • Compatible Lenses

Type G or D AF NIKKOR: All functions supported
IX Nikkor lenses cannot be used
DX AF NIKKOR: All functions possible
AF-NIKKOR for F3AF not supported
AI-P NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II
PC Micro-NIKKOR does not support some functions
Non-CPU: Can be used in modes A and M; color matrix metering and aperture value display supported if user provides lens data (AI lenses only)
Electronic rangefinder can be used if maximum aperture is f/5.6 or faster
Other AF NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II

  • Shutter type

Electronically controlled vertical-travel focal-plane

  • Fastest Shutter Speed

1/8000 sec. in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Slowest Shutter Speed

30 sec. in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Flash Sync Speed

Up to 1/250 sec.
Synchronizes with shutter at 1/320s or slower (flash range drops at speeds between 1/250 and 1/320s)

  • Bulb Shutter Setting

Yes

  • Shutter Release Modes

Single-frame [S] mode
Continuous low-speed [CL] mode; 1-5 frames per second
Continuous high-speed [CH] mode; 6 frames per second
Live View [LV] mode
Self-timer mode

  • Continuous Shooting Options

DX-format
CH: Up to 6 frames per second
CL: Up to 5 frames per second

  • Top Continuous Shooting Speed at full resolution

6 frames per second
(CIPA guidelines)

  • Self-timer

2, 5, 10, 20 sec. Timer duration electronically controlled

  • Exposure Metering System

TTL exposure metering using 2,016-pixel RGB sensor

  • Metering Range

0 to 20 EV (Matrix or center-weighted metering at ISO 100 equivalent, f/1.4 lens, at 20°C/68°F)
2 to 20 EV (Spot metering at ISO 100 equivalent, f/1.4 lens at 20°C/68°F)

  • Exposure Meter Coupling

CPU
AI

  • Exposure Modes

Programmed Auto with flexible Program (P)
Shutter-Priority Auto (S)
Aperture-Priority Auto (A)
Manual (M)
Auto
Auto (flash off)
Advanced Scene Modes
U1 (user setting 1)
U2 (user setting 2)

  • Advanced Scene Modes

Portrait
Landscape
Close-up
Sports
Night Portrait
Night Landscape
Party / Indoor
Beach / Snow
Child
Sunset
Dusk / Dawn
Pet Portrait
Candlelight
Blossom
Autumn Colors
Food
Silhouette
High Key
Low Key

  • Exposure Compensation

±5 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV

  • Exposure Bracketing

2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV

  • Exposure Lock

Yes

  • Mirror Lock Up

Yes

  • ISO Sensitivity

ISO 100 – 6400
Hi-1 (ISO 12,800)
Hi-2 (ISO 25,600)

  • Lowest Standard ISO Sensitivity

100 in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Highest Standard ISO Sensitivity

6400 in steps of 1/3
1/2
1 EV

  • Highest Expanded ISO Sensitivity

HI-2 (ISO 25,600 equivalent)

  • Expanded ISO Sensitivity Options

Hi-1 (ISO-12,800 equivalent) in 1/3, 1/2 or 1 EV
Hi-2 (ISO 25600 equivalent)

  • Long Exposure Noise Reduction

Yes

  • High ISO Noise Reduction

Low
Normal
High
Off

  • D-Lighting Bracketing

2 or 3 exposures

  • Single-point AF Mode

Yes

  • Dynamic AF Mode

Number of AF points: 9, 21, 39 and 39 (3D-tracking)

  • Auto-area AF Mode

Yes

  • Autofocus System

Nikon Multi-CAM 4800DX autofocus sensor module with TTL phase detection
Finetuning
39 focus points (including 9 cross-type sensors)
AF-assist illuminator (range approx. 1 ft. 8in.-9 ft. 10 in.)

  • Focus Lock

AE-L/AF-L button
Half press of shutter-release button (single-point AF in AF-S)

  • Focus Modes

Single-servo AF (AF-S)
Continuous-servo (AF-C)
Auto AF-S/AF-C selection (AF-A)
Full-time Servo (AF-A) available in Live View only
Face-Priority AF
Wide area
Normal area

  • Maximum Autofocus Areas/Points

39

  • Autofocus Sensitivity

-1 to +19 EV (ISO 100, 20°C/68°F)

  • Built-in Flash

Yes

  • Flash Bracketing

2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV

  • Built-in Flash Distance

39 (ISO 100) ft.

  • Top FP High Speed Sync

Up to 1/8000

  • Flash Control

i-TTL Balanced fill-flash, standard i-TTL flash for digital SLR

  • Flash Sync Modes

Front-curtain sync (normal)
Slow sync
Rear-curtain sync
Red-eye reduction
Red-eye reduction with slow sync

  • Flash Compensation

-3 to +1 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV

  • Accessory Shoe

Yes

  • Nikon Creative Lighting System (CLS)

CLS Supported
Built-in flash Commander Mode

  • White Balance

Auto (2 types)
Incandescent
Fluorescent (7 types)
Direct Sunlight
Flash
Cloudy
Shade
Preset manual (up to 5 values can be stored)
Auto (TTL white balance with 2,016-pixel RGB sensor)
Fine Tune by Kelvin color temperature setting (2,500 K to 10,000K)
Seven manual modes with fine-tuning

  • White Balance Bracketing

2 or 3 exposures

  • Live View Shooting

Yes

  • Movie

Movie with sound
HD 1,920×1,080 / 24 fps
HD 1,280×720 / 24 fps
HD 1,280×720 / 30 fps
VGA 640×424 / 30 fps

  • Movie Audio

Built-in microphone, monaural
Optional external stereo mini-pin jack (3.5mm diameter)
Microphone sensitivity can be adjusted

  • Monitor Size

3.0 in. diagonal

  • Monitor Resolution

921,000 Dots

  • Monitor Type

Super Density
Wide Viewing Angle TFT-LCD

  • Monitor Angle of View

170-degree wide-viewing angle

  • Monitor Adjustments

Brightness, 7 levels

  • Virtual Horizon Camera Indicator

Yes

  • Playback Functions

Full frame
Calendar
Thumbnail (4, 9 or 72 segments)
Zoom
Movie Playback
Slideshow
Histogram display
Auto image rotation
Shooting data
Highlight point display
Sound playback

  • In-Camera Image Editing

Trim
D-Lighting
Color Balance
Image Overlay
Side-by-Side Comparison
Filter Effects
Distortion Control
Monochrome
NEF (RAW) Processing
Quick retouch
Straighten
Fisheye
Red-eye Correction
Perspective Control
Color Outline
Resize
Edit Movie
Miniature Effect

  • Image Comment

Yes

  • Interface

Hi-speed USB
NTSC
PAL
HDMI
Stereo Microphone Input
Audio/Video out

  • WiFi Functionality

Eye-Fi Compatible
FTP file transfer available and PTP/IP with optional WT-4A (IEEE 802.11 a/b/g)

  • GPS

GP-1 GPS unit

  • Save/Load Camera settings

Yes

  • My Menu

Yes with customization

  • Recent Settings

Yes

  • Supported Languages

Arabic
Chinese (Simplified and Traditional)
Danish
Dutch
English
Spanish
Finnish
French
Italian
German
Indonesian
Japanese
Korean
Polish
Portuguese
Russian
Swedish
Czech
Norweigan
Thai
Turkish

  • Date, Time and Daylight Savings Time Settings

Yes

  • World Time Setting

Yes

  • Battery

Rechargeable

  • Battery / Batteries

EN-EL15 Lithium-ion Battery

  • Battery Life (shots per charge)

1,050 shots (CIPA)

  • AC Adapter

EH-5a AC Adapter

  • Battery Charger

MH-25 Quick Charger

  • Tripod Socket

1/4 inch 20

  • Approx. Dimensions

Width 5.2 in. (132mm)
Height 4.1 in. (103mm)
Depth 3.0 in. (77mm)

  • Approx. Weight

24.3 oz. (690g)
camera body only

  • Supplied Software

ViewNX 2 CD-ROM

  • Optional Accessories

MB-D11Multi-Power Battery Pack
EH-5A AC Adapter (requires EP-5B Power Supply Connector)
CF-DC-3 Semi-soft Case
MC-DC2 Wired Remote Release
GP-1 GPS Adapter
ML-L3 Remote Controller
DK-21M Magnifying Eyepiece
DK-21C Correction Eyepieces
Camera Control Pro 2
Capture NX 2 Software

  • Supplied Accessories
  • EN-EL15 Rechargeable Li-ion Battery
  • MH-25 QuickCharger
  • DK-5 Eyepiece Cap
  • DK-21 Rubber Eyecup
  • UC-E4 USB Cable
  • EG-D2 Audio Video Cable
  • AN-DC1 Camera Strap
  • BM-11 LCD Monitor Cover
  • BF-1B Body Cap
  • BS-1 Accessory Shoe Cover
  • ViewNX 2 CD-ROM

Sumber: http://goodigital.com/2011/02/nikon-d7000-review/

Demi mendapatkan harga murah, banyak orang rela begadang menunggu tiket dirilis di situs maskapai penerbangan yang sedang mengadakan program promosi. Ada yang berhasil mendapatkannya, tapi banyak juga yang kecewa. Bagaimana dengan Anda?

Tiket promo yang harganya luar biasa murah itu dijual dalam jumlah terbatas. Jadi, siapa cepat dia dapat. Jadwal keberangkatannya juga masih sangat lama, bisa sampai satu tahun sebelum terbang. Tentunya ini menyulitkan karena tidak semua orang bisa menentukan dengan pasti jadwal liburannya tahun depan.


Calon penumpang di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Foto: Antara/Rosa Panggabean

Tapi tak perlu kecil hati dulu. Kalau syarat-syarat yang diberikan tiket promo terasa tidak masuk akal, masih ada cara lain untuk mendapatkan tiket murah. Simak beberapa kiat berikut ini.

Beli jauh-jauh hari

Membeli tiket jauh-jauh hari bukan berarti harus menunggu sampai setahun sebelum berangkat. Rentang waktu 2-3 bulan sebelum keberangkatan adalah tempo yang realistis bagi sebagian besar orang. Umumnya, Anda bisa mendapat tawaran harga yang cukup menarik dengan memesan tiket 2-3 bulan sebelum keberangkatan.

Hindari musim ramai turis

Memesan tiket jauh-jauh hari tidak menjamin Anda bisa mendapatkan harga murah kalau pilihan waktunya tidak tepat. Kalau tujuan liburan Anda adalah ke Eropa atau belahan dunia utara lainnya, harga tiket pesawat ke negara-negara tersebut cenderung lebih mahal pada musim panas (sekitar Juni-Agustus). Musim ramai turis ini juga berhubungan dengan hari-hari besar misalnya Natal, Idul Fitri dan Imlek. Kalau tujuan Anda hanya ingin berlibur, hindari keberangkatan yang berdekatan dengan hari-hari besar tersebut. Patut pula dicermati, ada banyak hari besar yang tidak dirayakan di tanah air, tapi menjadi festival besar di negara tertentu. Misalnya saja perayaan tahun baru Songkran di Thailand. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan.

Jangan berangkat pada akhir pekan

Meskipun tidak selalu, harga tiket penerbangan pada akhir pekan cenderung lebih mahal dari hari-hari biasa. Sebisa mungkin, pilih waktu keberangkatan pada awal pekan atau tengah minggu. Harga tiket pada hari-hari biasa sering kali jauh lebih murah dibandingkan akhir pekan. Anda bisa menghemat banyak uang hanya dengan sedikit menggeser hari keberangkatan.

Fleksibel dengan waktu keberangkatan

Peluang mendapatkan tiket murah akan lebih besar lagi kalau Anda cukup fleksibel dengan waktu keberangkatan. Situs maskapai penerbangan biasanya memberi beberapa alternatif – jadi Anda tidak terpaku dengan satu pilihan saja. Waktu keberangkatan yang fleksibel tentunya memberi keleluasan untuk memilih tarif yang paling murah.

Cek jadwal penerbangan

Maskapai penerbangan yang menawarkan harga terbaik sering kali tidak memiliki jadwal terbang setiap hari untuk tujuan tertentu. Cek jadwal penerbangan mereka supaya Anda tidak perlu terbang dengan maskapai lain yang harga tiketnya lebih mahal. Inilah keuntungan lain dari waktu keberangkatan yang fleksibel. Anda bisa memilih maskapai yang menawarkan harga terbaik.

Perhatikan syarat dan ketentuan

Jangan senang dulu saat membaca iklan yang menawarkan tiket obral. Perhatikan baik-baik: Apakah harga yang tercantum sudah termasuk pajak, biaya bahan bakar dan ongkos lainnya? Perhatikan pula ketentuan lain, misalnya apakah kita bisa mengganti hari keberangkatan dengan membayar penalti? Kalau bisa diganti harinya, berapa biaya penaltinya? Lihat pula ketentuan tentang bagasi, apakah perlu biaya ekstra untuk itu? Hal-hal semacam ini sering kali luput dari perhatian konsumen.

Pertimbangan rute alternatif

Rute penerbangan yang tidak populer biasanya punya tarif lebih mahal. Sebaliknya, rute-rute populer dengan banyak pilihan maskapai penerbangan biasanya menawarkan harga yang lebih murah. Ini terkait dengan persaingan antar perusahaan penerbangan. Kalau suatu maskapai memonopoli suatu rute penerbangan, pastinya mereka bisa lebih leluasa memasang harga yang tinggi.

Kalau kebetulan tujuan Anda adalah tempat-tempat yang kurang populer, pertimbangkan rute populer yang lokasinya tidak jauh dari kota tujuan Anda. Misalnya, tiket pesawat ke negara-negara Skandinavia harganya lebih mahal dibanding rute ke Jerman. Pertimbangkan untuk menempuh jalur darat dan air dari Jerman ke Skandinavia.

Cara ini sering kali bisa memangkas biaya perjalanan secara signifikan. Contoh lainnya, kalau tujuan Anda adalah Hongkong, cek juga harga tiket ke Makau yang jaraknya cukup dekat dengan Hongkong. Siapa tahu harganya lebih murah dan Anda bisa sekalian jalan-jalan ke Makau.

Bandingkan harga

Membandingkan harga tiket penerbangan adalah pekerjaan yang cukup merepotkan. Untungnya ada situs Expedia (www.expedia.com) untuk mencari tiket dengan harga paling rendah. Namun, tidak disarankan membeli secara langsung di situs tersebut karena harganya sering kali lebih mahal (karena mereka menarik komisi dari setiap transaksi pembelian).

Melalui informasi dari Expedia, Anda bisa langsung membuka situs maskapai penerbangan yang menawarkan tiket paling murah. Untuk tiket penerbangan domestik, Anda bisa mencari informasinya lewat Utiket (www.utiket.com). Situs lokal ini menyediakan informasi harga tiket dari semua maskapai penerbangan nasional.

Aku pernah denger bahwa Windows7 udah punya segudang lagi driver-driver untuk perangkat keras yang saat ini beredar di pasaran, apalagi untuk keluaran yang baru2. Jadi singkatnya kita ga perlu lagi bersusah payah cari driver untuk bisa mengoperasikan perangkat keras (hardware) baru yang di-plug

Lagi-lagi malam ini rada pening juga kepala ubek2 cari cara supaya modem ZTE MF627 yang ada logo Three (3) bisa diinstall di Windows7. Oya, modem ini ternyata rada murah lho, temenku beli aja harganya sekitar 267.000, coba deh ke toko online yang kabarnya harga2nya rada miring nih : jakartanotebook.com. Bukan promosi lho, cuma share info ajah..

Well, langsung aja. Pas lagi install modem ini di windows7, aplikasi berhasil diinstal tetapi ternyata ada beberapa driver yang ga berhasil diinstall. Pas aplikasi dijalankan juga modem dan sinyal ga kedetek, coba telusuri, ternyata benar ada beberapa driver yang gagal diinstall. Setelah coba googling, ada solusinya di http://myrandommumblings.blogspot.com/2009/06/zte-mf-627-and-windows-7.html.

Ditambah sedikit penyesuaian, kurang lebih langkah solusinya seperti ini :

1.  Colok USB MODEM-nya ke komputer/notebook.
2.  Install secara manual, buka aja Folder “Installer”
3.  Klik kanan di “Setup” (application) > Troubleshoot compatibility > Try recommended setting
4.  Klik tombol “Start the program”
5.  Lalu muncul UAC Windows, klik aja “Yes”
6.  Lalu, pilih “Repair”
7.  Finish

ALhamdulillah.. akhirnya modem itu berhasil didetek semua dan sinyalnya dapet.
Time to surf the net !!

http://ask3.three.co.uk/SRVS/CGI-BIN/WEBISAPI.DLL/,/??New,Kb=MBB,Ts=MBB,T=CaseDoc,Case=obj(594),varset_USERNAME=MBB:mbbUser

liburan sebentar lagi tiba, begitu pula dengan ramadhan dan lebaran. kira-kira, kemana kah tujuan anda untuk bersantai dan melepas segala kepenatan yang ada?

Pergi ke luar negeri sekarang ini bukan lagi mimpi. Dengan makin banyaknya tiket penerbangan murah, menginap gratis di rumah sesama backpacker di seluruh dunia, mimpi keliling dunia bisa jadi kenyataan.

Semua lini pengeluaran diusahakan mencari yang semurah mungkin, bahkan gratis.

Backpacker berasal dari kata backpack, yang artinya tas punggung atau ransel. Sedangkan orang yang melakukan perjalanan dengan menggunakan ransel disebut sebagai backpacker. Jadi aktivitas perjalanan yang dilakukan oleh backpacker disebut backpacking.

Melakukan perjalanan sebagai backpacker identik dengan perjalanan murah meriah. Semua lini pengeluaran diusahakan mencari yang semurah mungkin, bahkan gratis.

Berikut tips backpacking:

1. Cari tiket pesawat murah.
Rajin-rajinlah mencari informasi tiket pesawat murah ini. Kalo perlu, mendaftar (sign up) ke beberapa website penerbangan murah supaya jika ada program promo tiket, kamu akan dikirimi e-mail.

2. Seni kemas backpack.
Usahakan mengemas backpack seringkas dan seringan mungkin. Alasannya: karena akan sering berpindah tempat. Selain itu, penerbangan murah hanya memperbolehkan tas yang dibawa masuk ke kabin secara gratis maksimal 7 kg. Jadi, kamu bawa baju secukupnya dan hal-hal penting. Yang enggak penting lupakan saja daripada ribet dan berat nenteng-nenteng backpack, nanti malah akan merepotkan perjalananmu.

3. Cari informasi melalui Internet, majalah, buku mengenai destinasi yang akan kamu datangi supaya kamu tahu betul apa yang akan kamu lakukan setibanya di sana.

4. Berhati-hati dan waspada sepanjang perjalanan. Simpan paspor, uang, dan barang berharga lain di tas khusus dan selalu melekat di badan. Jangan pernah dilepas di sembarang tempat.

5. Jangan membawa barang yang sangat berharga.
Jika kamu membawa notebook dan gadget, berhati-hatilah saat tidur di dormitory room di backpacker hostel. Gunakan fasilitas safety box yang ada di hostel tersebut untuk menyimpan barang-barang berharga ketika tidur dan mandi.

6. Untuk backpacker perempuan, jangan mengenakan perhiasan yang berlebihan selama backpacking. Kalo perlu, gak usah pake perhiasan sama sekali justru lebih balk daripada memancing orang lain untuk berbuat jahat.

Banyak teman yang bertanya kepada saya, bagaimana cara memperkirakan budget jalan-jalan atau wisata. Sebenarnya gampang saja, apalagi sekarang dengan adanya internet, semua info dengan mudahnya hadir di depan komputer Anda.

Untuk memperkirakan budget, pertama kita harus membagi budget dalam tiga kriteria besar: Transportasi, Akomodasi, dan Makanan. Perlu diperhatikan bahwa ini masih di luar biaya pembuatan dokumen-dokumen perjalanan (seperti paspor, visa, dan sebagainya).

TRANSPORTASI Budget transportasi ini mencakup tiket pesawat dan transportasi dalam kota. Biasanya saya mencari perkiraan seluruh biaya transportasi terlebih dulu dengan cara sebagai berikut:

1. Pertama totalkan semua harga tiket transportasi (semua kendaraan yang dipilih), bisa dicek lewat internet. Tidak perlu langsung booking, yang penting tahu harganya dulu.

2. Kemudian jangan lupa untuk mencari info-info tentang transportasi alternatif yang mungkin jatuhnya akan lebih murah dibandingkan dengan naik pesawat.

Contoh: tiket bus Phuket-Krabi = 155 Baht, ternyata lebih murah dibanding tiket feri Phuket-Krabi = 550 Baht. Mungkin waktu tiba akan lebih lama, namun semua ini kembali ke kebutuhan masing-masing traveler. Dari sini kita bisa mendapatkan simulasi biaya transportasi dengan beberapa alternatif moda.

AKOMODASI

1. Pertama kita kumpulkan info dari internet, penginapan mana saja yang sesuai budget kita. Misalnya saya ingin jalan-jalan ke Kuta, maka biasanya saya googling: “penginapan murah di Kuta” atau “recommended hostel in Kuta”. Perhatikan bahwa saya menggunakan dua jenis bahasa, ini untuk mencari opini dari turis lokal dan turis asing.

2. Atau cara lainnya adalah, mencari hostel lewat website penyedia jasa booking online, seperti hostelworld.com, hostelbookers.com, dan semacamnya. Di sini kita bisa memilih hostel yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kemudian totalkan biaya akomodasi yang disesuaikan dengan berapa hari kita menginap.

MAKANAN Ini mencakup makan-minum selama di jalan dan jajan-jajan alias cemilan. Budget makan juga harus kita tentukan. Biasanya secara kasar saya batasi sehari Rp 50.000 sudah termasuk makan pagi, siang, malam dan cemilan.

Tapi ini juga tergantung negara yang kita akan datangi, lebih baik cari-cari lagi info tentang biaya hidup sehari-hari di tempat yang akan kita tuju. Salah satu contoh perkiraan biaya hidup di berbagai negara bisa lihat di “Budget Travel Costs of 94 Cities around the World” oleh Go Budget Travel.

DOKUMEN PERJALANAN Setelah ketiga budget utama itu berhasil kita dapatkan, sekarang kita harus mencari info tentang biaya pembuatan dokumen-dokumen yang diperlukan (apabila kita berencana keluar negeri).

Setelah semua budget jalan-jalan tercatat dan terhitung secara kasar, lebihkan sekitar 30 persen untuk dana cadangan. Ini penting. Anda tentunya tidak mau liburan Anda berantakan karena kekurangan uang di tengah perjalanan bukan? salam hangat..