business


jadi gini critanya..

Ada tabrakan beruntun dijalan dengan kondisi korban yang bermacam-macam dan tingkat kegawatan korban yang bermacam-macam juga. dijalan itu ada pengendara lainnya (Mr/Mrs Penyelamat) yang tidak kenal dan tidak punya hubungan thdp korban kecelakaan, tetapi peduli untuk menyelamatkan korban kecelakaan tsb (gejala krisis global) dan tanpa pikir panjang membawa korban gawat tsb ke rumah sakit.

sampai dirumah sakit diruang UGD di diagnosa tim dokter bahwa pasien/korban (Bank Century) tsb harus segera dioperasi (besar) untuk penyelamatan jiwa korban. keluarga korban untuk dimintai persetujuan operasi tidak ada dirumah sakit dan Mr/Mrs Penyelamat pun tidak berani membubuhkan tanda tangan persetujuan untuk dioperasi. tim dokter (SMI, Budiono, dkk) rumah sakit memutuskan dioperasi dan pasien selamat dari krisis dan selanjutnya keluarga korban akhirnya mengetahui korban ada dirumah sakit.

keluarga korban (anggota2 DPR) beramai-rami menuntut Mr/Mrs. Penyelamat dan pihak rumah sakit yang menyatakan rumah sakit ceroboh tidak mengikuti prosedur karena melakukan operasi (besar) tanpa persetujuan pihak keluarga, tapi pihak keluarga tsb melupakan niat baik dan segala usaha dari pihak rumah sakit dan tim dokter yang telah berhasil menyelamatkan nyawa korban tsb dan tetap terus menuntut pihak rumah sakit dan dokter dimaksud.

apakah pihak rumah sakit dan tim dokter (SMI, Budiono, dkk) tsb pantas dihukum??
apakah keluarga korban (anggota2 DPR) tsb patut melakukan tuntutan??
apakah keluarga korban (anggota2 DPR) tsb masih punya nurani??

Bergejolaknya ekonomi membuat banyak orang kesulitan mencari pekerjaan. Kita di Indonesia mungkin memang belum banyak terkena imbasnya. Namun dengan tenaga pekerja yang makin bertumbuh, sementara pasaran lowongan kerja masih terbatas, makin ketat pula persaingannya. Jadi, apa yang bisa Anda lakukan? Anda bisa mencoba menjadi yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik, Anda harus menyukai dan melakukan pekerjaan sebaik-baiknya.

Untuk menemukan pekerjaan yang tepat, sangatlah penting untuk memahami tipe pekerja macam apa Anda, dan apa yang menggerakkan Anda untuk memenuhi kebutuhan serta kepenuhan diri. Tergerak karena gairah dan kesenangan, pasti akan membuat Anda lebih bersinar saat wawancara kerja. Terlebih lagi Anda akan selalu terpacu untuk lebih baik lagi. Gairah plus skill adalah kombinasi yang berakibat pada lahirnya hasil kerja yang luar biasa. Jadi, daripada memfokuskan diri pada titel dan jenis pekerjaan, mengapa tidak memfokuskan diri untuk mencari pekerjaan yang memberikan kepenuhan terhadap gairah Anda? Hal ini akan membuka kemungkinan lebih banyak lagi dalam mencari pekerjaan dan memenuhi keinginan Anda.

Purpose Linked Consulting mendeteksi 10 gaya bekerja yang sering tampak dan dilakukan oleh para karyawan. Anda bisa mencari jenis karyawan seperti apakah yang sesuai gaya bekerja Anda dalam Passion Archetypes. Berikut adalah tipe-tipe cara pekerja melakukan pekerjaannya:
The Builder: Ini merupakan tipe kepribadian yang terbuka dengan segala macam kesempatan untuk mengembangkan bisnis baru atau fungsi baru untuk membuka sebuah lahan baru. Tipe Pembangun mencintai sebuah teritori yang belum dimiliki orang lain. Bekerja amat baik untuk mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan. Mereka membutuhkan kebebasan untuk menciptakan “jejak” mereka demi mencapai gol tersebut. Tipe Pembangun adalah tipe yang tak kenal lelah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam bisnis, dan umumnya adalah pemimpin sejati.

The Transformer: Tipe Pengubah adalah orang yang senang dengan perubahan. Mereka bisa maju melawan segala kekacauan dan perubahan. Tipe ini sangat mudah beradaptasi dan akan baik menghadapi perubahan dan kemungkinan perubahan ke arah yang lebih baik. Mereka biasanya tak akan menunggu agar terjadi perubahan, tetapi akan mencari kesempatan untuk melakukan perubahan. Mereka cenderung bosan menghadapi keadaan yang sama dari waktu ke waktu.

The Processor: Senang meneliti dan mengamati sesuatu adalah tipe pribadi ini. Mereka senang mengkaji informasi dan data untuk melihat apa yang akan dihasilkan. Mereka mengantisipasi apa perubahan/koreksi yang dibutuhkan untuk menindaklanjuti informasi yang mereka dapatkan. Mereka senang menjadi orang di belakang layar yang menyelamatkan perusahaan atau diri mereka dari kesalahan yang amat berat.

The Altruist: Tipe ini adalah tipe orang-orang yang memiliki gairah besar untuk memberi. Ia akan sangat baik jika ditempatkan sebagai kompas moral perusahaan. Altruis akan menantang perusahaan untuk bisa memberikan sesuatu yang baik kepada masyarakat.

The Healer: Mereka adalah orang-orang yang dicari ketika ada masalah. Mereka adalah tempat bersandar ketika ada yang tak berjalan dengan benar. Mereka biasanya adalah tipe yang pertama kali menyadari jika ada yang tak berjalan dengan benar dengan perusahaan, dan akan maju untuk memberikan suatu solusi.

The Connector: Dengan sebuah gairah untuk berkomunikasi, bernegosiasi, dan membangun jembatan di antara manusia, tipe ini adalah seorang insinyur hubungan. Mereka sering mencari kesamaan dari dua pihak yang bertikai agar bisa menyatukan visi dan jalan.

The Creator: Seperti seorang ahli, tipe ini akan menggunakan sebuah konsep dan menerjemahkannya ke dalam bentuk yang bisa diapresiasi orang lain. Kreator memfokuskan diri kepada suatu bentuk yang estetik, dan mencari sebuah keindahan dan fungsionalitas dalam apa pun yang bisa mereka manifestasikan dalam pekerjaan.

The Teacher: Mereka adalah individu-individu yang senang mengajak orang-orang untuk belajar dan pencari pengetahuan. Tipe seperti ini bisa diandalkan untuk membantu orang lain berkembang, untuk menerjemahkan informasi yang mudah dimengerti orang lain. Mereka juga senang membagi pengetahuan mereka kepada orang lain.

The Discoverer: Tipe ini adalah orang yang senang mengeksplorasi ragam hal. Mereka suka mendesain eksperimen atau pendekatan yang bisa membuka tabir kebenaran. Mereka bisa dibilang adalah inovator yang senang menyelesaikan teka-teki menantang.

The Conceiver: Tipe ini merupakan tipe yang berakrobat dengan intelektual. Mereka secara konsisten mendorong diri hingga batas. Biasanya mereka adalah orang yang datang dengan ide-ide luar biasa untuk menciptakan sebuah gagasan, produk, pelayanan, proses, atau strategi. Karena mereka seringkali berada di luar batas pola yang biasa, mereka seringkali mampu mendobrak hal-hal yang lama.

Kebanyakan dari kita akan menghabiskan waktu sekitar 84.000 jam dari hidup kita untuk bekerja. Di jaman seperti sekarang, organisasi seakan meminta para pegawainya untuk bisa memberikan lebih kepada perusahaan. Jadi, mengapa tidak menggunakan waktu kita untuk membangun karier yang Anda sukai? Melamar pekerjaan yang sesuai dengan gairah dan kemampuan adalah formula utama yang bisa memberikan perbedaan terhadap “hanya bekerja” atau “menciptakan sebuah gaya hidup”.

Tak sulit untuk mengorek cerita dan keluh-kesah teman mengenai bos yang menyebalkan. Namun, akan sulit untuk menemukan karyawan yang memuji atasannya atas profesionalitasnya (bukan karena ada rasa suka). Pernahkah Anda bertanya, apakah kriteria seorang bos idaman?

Ada yang bilang bos yang tidak pilih kasih, ada yang bilang bos yang sering mentraktir anak buahnya, atau bos yang tidak galak. Tentu ada banyak jawaban. Tergantung cara pandang dan pola pikir masing-masing orang, tentunya. Tetapi ada beberapa sikap dan sifat yang dimiliki seorang bos yang kerap ditemukan dalam bos idaman para karyawan. Sikap dan sifat kepemimpinan biasanya dibutuhkan dan ditemukan dalam bisnis kecil. Karena para pemimpin di bisnis kecil menangani anak buahnya secara langsung.

Beberapa kemampuan, strategi, dan sifat yang umumnya menjadi bagian dari seorang bos idaman, antara lain ialah;

1. Mengajak/mengemong
Dengan perusahaan atau tim yang kecil atasan lebih mudah membuat setiap pegawai merasa dianggap jadi bagian penting. Seorang atasan harus bisa menangani pegawainya secara adil, bukan hanya dalam permasalahan jumlah gaji dan bentuk kompensasi saja. Bagaimana si atasan bertanggungjawab dan membuat si pekerjanya ikut terlibat dalam proses kerja harian di bisnis. Ajak setiap karyawan untuk menyumbangkan timbal balik, inovasi, dan kreativitas agar mereka merasa terkait dan menyumbangkan sesuatu pada kantor.

Penting untuk menciptakan suasana yang penuh integritas, kepercayaan, dan saling menghormati untuk meyakinkan semuanya diperlakukan adil, terputus dari perbedaan yang mereka miliki. Penting bisa menjadi seorang yang inklusif. Karena ini berarti setiap orang berada pada jalur sama ketika menyangkut gol jangka panjang bisnis tersebut.

2. Misi, tak hanya uang
Mengajak para pekerjanya bekerja tak hanya untuk mengejar uang saja. Masih ada hal lain di dunia ini selain uang. Memang, perusahaan bisa berjalan dengan cepat dan baik jika ada uang. Namun, para pekerja pun butuh suatu tujuan dan misi tertentu untuk bekerja dan meyakinkan diri bahwa pekerjaan mereka memberi arti khusus bagi orang lain. Misalnya, perusahaan penyuplai produk kesehatan juga mengeluarkan tips-tips kesehatan untuk masyarakat. Tak hanya misi seperti ini membantu membuat perusahaan terlihat baik di mata khalayak, tetapi juga membuat para pekerja merasa penting.

3. Pendorong
Bos yang efektif mendorong para pegawainya untuk tidak malu dan berani menghadapi segalanya. Terlebih jika si pegawai melakukan kesalahan. Atasan yang baik harus bisa membuat pegawainya mengetahui letak kesalahan mereka, sekaligus membuat mereka belajar. Untuk bisa melakukan hal ini, dibutuhkan mental seorang pendorong yang memacu bawahannya untuk belajar, ketimbang merasa takut untuk melakukan kesalahan. Bos idaman harus bisa mengajak bawahannya mencapai gol yang lebih besar demi perusahaan. Jangan sampai menjadi bos yang hanya bisa memarahi atau mencaci-maki bawahan hanya karena sebuah pekerjaan kecil yang belum beres. Siapa yang senang bekerja dengan orang pemarah?

4. Tak hanya memimpin, tetapi juga melatih
Sebagai pimpinan sebuah bisnis, Anda harus bisa mengajar, mendorong, dan mengkoreksi pegawai. Pimpinan tak ubahnya seorang pelatih. Pelatih melihat segala sesuatu dalam olahraga dengan cara yang berbeda dari pemainnya. Penting untuk menggunakan perspektif berbeda tersebut untuk mengedukasi dan mendorong, tetapi juga mampu memimpin tim. Sisi sportivitas juga diperlukan. Misal, ketika Anda harus memberi tahu atau mengoreksi bawahan di mana letak kesalahan mereka, Anda pun juga harus mau mengakui jika Anda telah melakukan kesalahan.

5. Pikirkan nasib mereka juga
Di perusahaan, setiap pegawainya memiliki tujuan masing-masing. Jangan lupa, bahwa orang yang bekerja dengan Anda mengharapkan Anda untuk membantu mereka menunjukkan jalan dan selangkah lebih  maju dengan karier mereka. Membuat si pegawai belajar untuk lebih maju dan menciptakan karier yang berarti bagi mereka sendiri pun penting. Jika seorang pegawai memiliki mimpi untuk menjadi manager atau membangun bisnisnya sendiri di masa depan, rawatlah cita-cita itu. Beritahu kepada mereka sikap dan sifat apa yang harus mereka kembangkan untuk mencapai tujuan hidup mereka tersebut.

6. Tak berhenti belajar
Salah satu aspek penting dari seorang bos adalah mau mempelajari sikap-sikap dasar kepemimpinan. Ada sebagian orang yang terlahir sebagai orang yang berjiwa kepemimpinan, ada pula yang mempelajarinya secara khusus. Tipe-tipe orang beraneka ragam, situasi terus berubah, bisnis berkembang, maka dibutuhkan seorang pemimpin yang mau terus belajar bagaimana menyikapi situasi tersebut secara internal maupun eksternal.

Tentunya dengan menjadi pemimpin yang disukai dan dicintai bawahannya, Anda bisa membimbing mereka menuju gol lebih cepat dan lebih mudah. Ditambah lagi, mereka pun akan dengan sukarela mengerjakan tugas-tugas mereka dengan sungguh-sungguh. Namun, usahakan jangan membawa urusan profesionalitas dengan urusan pribadi (pertemanan). Anda juga harus pandai-pandai menjaga kualitas hubungan.