jadi gini critanya..

Ada tabrakan beruntun dijalan dengan kondisi korban yang bermacam-macam dan tingkat kegawatan korban yang bermacam-macam juga. dijalan itu ada pengendara lainnya (Mr/Mrs Penyelamat) yang tidak kenal dan tidak punya hubungan thdp korban kecelakaan, tetapi peduli untuk menyelamatkan korban kecelakaan tsb (gejala krisis global) dan tanpa pikir panjang membawa korban gawat tsb ke rumah sakit.

sampai dirumah sakit diruang UGD di diagnosa tim dokter bahwa pasien/korban (Bank Century) tsb harus segera dioperasi (besar) untuk penyelamatan jiwa korban. keluarga korban untuk dimintai persetujuan operasi tidak ada dirumah sakit dan Mr/Mrs Penyelamat pun tidak berani membubuhkan tanda tangan persetujuan untuk dioperasi. tim dokter (SMI, Budiono, dkk) rumah sakit memutuskan dioperasi dan pasien selamat dari krisis dan selanjutnya keluarga korban akhirnya mengetahui korban ada dirumah sakit.

keluarga korban (anggota2 DPR) beramai-rami menuntut Mr/Mrs. Penyelamat dan pihak rumah sakit yang menyatakan rumah sakit ceroboh tidak mengikuti prosedur karena melakukan operasi (besar) tanpa persetujuan pihak keluarga, tapi pihak keluarga tsb melupakan niat baik dan segala usaha dari pihak rumah sakit dan tim dokter yang telah berhasil menyelamatkan nyawa korban tsb dan tetap terus menuntut pihak rumah sakit dan dokter dimaksud.

apakah pihak rumah sakit dan tim dokter (SMI, Budiono, dkk) tsb pantas dihukum??
apakah keluarga korban (anggota2 DPR) tsb patut melakukan tuntutan??
apakah keluarga korban (anggota2 DPR) tsb masih punya nurani??