Kadang kalo orang nanya “Kuliah di mana ,mas?” Kalo dijawab Fisika Teknik, banyak orang yang berkata “Mmm.., jurusan Fisika yang mempelajari Teknik gitu ya?”. Nah .., padahal seharusnya kan Jurusan Teknik yang mempelajari Pengaplikasian Fisika pada dunia Teknik. Beda loh antara keduanya itu. Nah kalo gitu sekalian aja ya aku terangin apa itu jurusan Fisika Teknik.

Fisika Teknik itu nanti dalam konsentrasi nya dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Konsentrasi Manajemen Energi, Konsentrasi Rekayasa Energi, dan Konsentrasi Instrmentasi. Nah kalo Konsentrasi Manajemen Energi ini mempelajari tentang pemanfaatan energi, penghematan, pengoptimalan suatu sumber energi yang udah ada / ditemukan. Sedangkan kalo Konsentrasi Rekayasa Energi itu mempelajari penciptaan, atau pemanfaatan suatu sumber energi baru, misal Solar System (teknologi sumber energi matahari), ato pemanfaatan air sebagai sumber energi baru pengganti bensin bagi kendaraan bermotor yang akhirnya menciptakan suatu bahan bakar yang ramah lingkungan.

Yang terakhir (and it’s my favourite) : Konsentrasi Instrumentasi. Konsentrasi ini mempelajari bagaimana kita menciptakan suatu alat – alat baru yang dapat dipergunakan untuk kemudahan manusia. Jadi kalo seperti yang aku dengar dari saudariku yang pernah Kerja Praktek di Perusahaan minyak, orang – orang di perusahaan minyak itu bilang kalo “anak – anak fisika teknik itu adalah orang – orang yang bisa bikin alat apa aja yang dia mau”. Misal suatu perusahaan ingin membeli alat pengukur jumlah mobil yang parkir di halaman kantornya. Nah.., alat seperti itu kan belum ada (walaupun ada paling nggak di jual umum di pasaran kan..),maka “anak – anak Instrumentasi” inilah yang membuatnya. Misal lagi, suatu rumah makan ingin memiliki alat yang bisa mengatur matinya kompor gas jika masakannya udah matang (kalo ini kayaknya belum ada deh..) , maka “anak – anak Instrumentasi” ini lah yang akan membuatkannya.

Dan tentu saja konsentrasi Instrumentasi ini banyak mempelajari mengenai Teknik Pengukuran,Elektronika, Sistem & Kontrol, Sensor, Radiasi, dkk.., jadi mirip sih kayak Teknik Elektro. Cuma mungkin kalo Teknik Elektro mungkin lebih fokus pada analisis rangkaian elektronikanya.., kalo Fisika Teknik lebih fokus pada pengaplikasiannya (secara konsep). Jadi buat temen – temen yang masih duduk di bangku SMA, atao belum kuliah.., ini bisa jadi bahan pertimbangan lho..!!
Gak rugi kan milih Fisika Teknik sebagai pilihan kalian…

//
Saya salah seorang alumni TF-ITB sekarang bekerja sebagai Instrumentation, Control & Automation Engineer di salah satu PSC oil & gas di Indonesia.

Dulu pada saat jamannya UMPTN pilihan pertama saya Teknik Elektro ITB, pilihan kedua Teknik Fisika ITB.
TAPIIIII, saya bersukur dan berterima kasih diterima di pilihan yang kedua karena di TF saya menemukan disiplin ilmu yang sangat luas, ada ilmu listrik, ilmu statistik, ilmu proses, ilmu termodinamika, ilmu HVAC, ilmu heat & mass transfer, ilmu intrumentasi, ilmu kontrol, ilmu akustik, ilmu optik fiber, ilmu material, ilmu energi surya, ilmu nano
Nah loooo kan hampir semua elmu2 itu dipake didunia kerja.
Jadi kebayangkan kalo anda menguasai 50%nya saja, memasuki dunia kerja rasanya gampang kan………

Siapa bilang TF itu nanggung?????
Orang2 yang bilang TF itu nanggung pasti bukan orang TF.
Ya wajarlah kalo mereka komentar seperti itu karena mereka belum mendapatkan pencerahan apa itu TF.

SATU LAGI yg tak kalah penting,
Sarjana TF di indonesia itu langka, sedangkan kebutuhan akan intrument & control engineer selalu ada.

Coba bedakan dengan jurusan2 lain, elektro misalnya, sudah berapa ribu sarjana elektro di indonesia ini? belum lagi dari universitas swastanya……..bandingka

n dengan lapangan kerja yg ada.

Jadi, gak salah milih TF…..

//
Diangkat dari milist tetangga (TF-ITB)
Ini cerita nyata:
ada seorang insinyur proses muda, dengan gayanya masuk pabrik. You know man, I am the king here. nobody can change the process plant integrity without get permission from me……
Dia berjalan melintas pabrik. Biasa, cek-cek dong. Selintas di kejauhan dia melihat kerumunan beberapa orang di dekat fuel gas facility. Apa yang mereka lakukan di sana ……..Kenapa pipa distribusi untuk bahan bakar kompresor dan turbin gue diutak-atik.
Nyampe di sana , gue liat ada seorang yang potongan badannya kecil,kurus, dan berkacamata, sedang mengotak-atik katup kendali fuel gas line.
Well, gue tanya aja
Insinyur muda (IM): Maaf pak, kok diutak-atik, kenapa sih
Dia: Emangnya kenapa, emangnya elu bisa!
IM: (dalam hati, siaaalan, siapa dia ini)
Dia: kenapa bengong, elu kaga liat itu bocor (sambil menunjuk ke katup kendali kedua)
IM: (gue jawab dengan mantap) oh, karena dinginnya makanya bapak bilang control valvenya bocor
Dia: kalo di pabrik gini iya, tapi kalo di PT badak sana, ada juga yang panas kalo bocor
IM: (wah, orang ini ngerti juga kayaknya konsep isentalphi di valve, apa dia orang TK yach, gue iseng ach…)
IM: Pak, kenapa kalo bocor ada yang panas tapi ada yang dingin.
Orang itu lalu memandang gue dengan rasa heran….
Dia: Wah dik, itu kan simple, pake aja prinsip joule thompson. Kan itu tergantung koefisiennya. Jadi kalau ada pressure drop, gas itu bisa dingin bisa pula panas, bisa juga tetap temperaturnya. Kalo tidak percaya pergi ke PT Badak sana ….sambil rada senyum meremehkan
IM: (sialan bener orang ini……)
Dia: (tiba-tiba ngomong) Adik lulusan TK yach, ITB?
IM: betul Pak, saya dari TK ITB (bangga dong dia menyebut nama almamater saya).
Dia : Ooo, pantesan (kembali sambil senyum meremehkan.. .)
IM: (wah..wah… , saya jadi curiga…jangan- jangan)
Dia: eh, elu tahu engga berapa suhu valve yang bocor tadi
IM: mana saya tahu pak…
Dia: dasar goblok….., pasti sekitar 70 F, kalo kaga percaya nih saya kasih termometer, ukur sendiri sana
IM: (kurang ajar dia, awas yach..) Lalu gue ukur aja…..Astaga bener man, suhunya kira2 72 F. Pak, koq tahu tanpa harus ngitung sih.?????
Dia: heh, di sini ada rule of thumb you know, setiap drop 15 psi, suhu turun 1 F.
IM : (langsung gue keluarin senjata, calculator) dari absorber suhu 110 F dan tekanan 800. Lalu tekanan di drop ke 200. berarti suhu keluaran valve = 110F – (800-200)/15 = 70 F (astaga….. )
Belum sempat selesai pembicaraan kita, segerombolan orang2 produksi datang…

Produksi (P): Pak, kita sudah siap Pak, apa yang harus kami lakukan…
Dia: OK, kirim 1 orangmu di power plant, awasi tekanan gas yang masuk ke sana , bilang segera kalau tekanannya osilasi..
IM: Ada kerjan apa sih..
Dia: Ini, kita mau menswitch semua fuel gas dari main header ke back-up sistem
IM: sesimpel itukan….
Dia: kalau iya, kenapa gue di sini, ini berhubungan dengan proses transient tau (dia rada kesal..)
Dia: Oh ya Pak, gue minta orang di kontrol room mengawasi tekanan fuel gas semua kompressor
P: ok pak, sambil terbungkuk-bungkuk. …
IM: (kurang ajar, dia bisa memerintah anak buah saya seenak udelnya….)
IM: Pak, kenapa begitu (?)
Dia: udah, jangan banyak tanya, liat nih gue ngapain… lalu tangannya digerak-gerakan mengatur sesuatu di control valve.
Dia: (bergumam), wah tumben kali ini rada bandel prosesnya… lalu dia ngomong di radio ke orang produksi…Rek, lagi banyak buka sumur HP yach (HP = high pressure)
P (di radio): betul Pak…
Dia : Pantas, gue set segini aja yach
IM: kenapa diubah set yang dulu pak…
Dia: eeehhh, kan proses gainnya berubah, yach setting nya ku ubah dong, kamu emang engga belajar kontrol waktu kuliah dulu….masa Pak Saswinadi engga ngajarin
IM: loh kog bapak tau Pak Sas
Dia: iya dong, kan dia suka diundang ke FT untuk seminar2 ttg kontrol..
IM: wah, orang ini lulusan TF toh….walah, muka gue rasanya gue pengen taruh di belakang kepala ketika dia bilang saya tidak mengerti kontrol..

(karena dia udah terbuka kedoknya, si insinyur muda (IM) diganti dengan TK dan bapak tua ini diganti dengan TF)
TF: elu pikir gue harus ngitung loop gain sama phase change-nya, yang kaya beginian pake , apa itu kriteria Routh Hurwistcxz.. . atau pakai bode segala, apalagi Nyquist atau enkuis plot…..kuno bego….itu tidak nyata….malah jangan2 udah shutdown duluan , kamu baru selesai ngitung. Iya kalo ngitungnya bener..
TK: (kurang ajar dia…) emangnya bapak engga ngitung sebelum tuning…
TF: egga ngitung bukan berarti engga mikir goblok, gue berani taruhan, elu kaga tahu penerapan control mode P, PI, PID. Gaji gua bulan ini,
setengahnya buat elu kalo elu tahu, karena yang setengahya lagi buat bini gue ha..ha..ha.. . (dia tertawa ngakak)
TK: (kurang ajar sekali dia….)
TF: selesai udah, yuk kita ke kantor gue…
TK:(meski gondok setengah mati, gue ikutin dia karena penasaran)
Kantornya itu sempit, ada plang besar bertuliskan: Instrument Maintenance section, oh..oh…dia itu superintendentnya toh…
TF: masuk dik, nih rokok….dia terus ngebul. di ruang kerjanya bergeletakan spare part dan kotak kecil ada penunjuk tekanannya
TK: apa ini pak
TF: itu controller, yach di sanalah kamu merancang mau P, PI atau PID
TK: tapi di sini tidak ada elemen D pak
TF: yach, karena itu buat flow
TK: kenapa pak
TF: astaga….kamu emang engga diajarin apa artinya elemen differential di situ. Coba kamu keliling ke seluruh plant kita, engga ada pengendali flow pake Differensial tahu. Masa yang praktis gitu kaga tahu. Gue heran, kok perusahaan kita nerima orang kayak kamu…..
TK:(kurang ajar banget dia……)
tiba2 telpon berdering dan dia berbicara dengan orang. Sambil merokok orang TK itu memperhatikan sekeliling kamar bapak tua tadi, astaga men, di pojok lemarinya yang lusuh itu, banyak majalah yang engga asing bagi si orang TK ini, Chemical engineering. …….
TF: eh anak TK, kita dipanggil Gas Plant control room untuk urusan pipa ke bontang..
TK: (oh, rupanya dia sudah selesai di telpon) Pipa?, kenapa pak..
TF: elu belajar mekanika fluida kan
TK: iya dong pak, apalagi gas, gue kan alumni teknologi gas…
TF: ok, kita lihat seberapa dalam ilmu TK-mu itu…

Di lapangan, orang produksi meminta bantuan untuk menutup valve yang macet. Valve itu adalah bagian dari 4 valve utama yang terdapat di 4 pipa utama, yang menyalurkan gas dari pabrik kami dan pabrik2 tetangga ke bontang.

TF: ok sudah selesai
TK: kenapa ditutup pak
TF: karena kita akan menurunkan flow ke bontang
TK: kan kalo saya alirkan gas dengan empat pipa, kompresor kita tidak akan kerja berat karena pressure dropnya turun
TF: siapa bilang, malah naik tahu..
TK: mana bisa, pressure drop itu setara dengan laju alir massa , wong massanya berkurang , eh pressure dropnya malah naik, instrumennya kali yang rusak…. Si insinyur TK in yakin betul karena pasti si bapak TF ini tidak mengerti ilmu mekanika fluida

TF: emangnya kamu pikir si bernoulli, panhandle, beggs & brill itu pinter, buktinya teori mereka gagal di sini
TK: (what, doi tahu jago2nya mekanika fluida men) Ok pak, tell me why the pressure drop increase with decreasing the flow
TF: ha..ha..ha.. .emangnya kamu engga pernah diajarin sama dosenmu tentang kesetimbangan fasa…ini nih contohnya, korek gas saya…..
TK: (astaga doi kenapa bisa tau yach), lalu apa hubungannya
TF : loh,loh, harusnya anak TF yang nanya anak TK bukan sebaliknya. Gini dik, sepanjang perjalanan dari sini ke bontang, gas kita akan kondensasi. Nah, kondensat itu kan cenderung di bawah pipa, apalagi yang konturnya turun naik, dia akan bersemayam di situ. Makin rendah tekanan justru semakin memperparah kondensasinya, jadinya pressure drop malah naik akibat liquid head tadi. Untuk itu dik, kita switch pipa, dari 4 ke 3 pipa. Gue kira elu tahu, ini kan cuma prinsip sederhana penerapan mekanika fluida dan kesetimbangan fasa….Masa sih elu kaga tau…engga mutu looh…Kalo elu banyak kaga tau, kasih aja kerjaan proses engineer itu ke gue…….
TK: (kembali muka gue rasanya ditampar dia, astaga…..tapi dia emang betul man…..)
TF: udah dulu yach, sudah suling tuh, kita harus makan biar kuat kerja, jangan cuma kaya mandor, makan kuat kerja kendor
TK: ha..ha… (tapi tertawa gue rada miris, gue tengsin bener man)
TF: jangan lupa dik, nanti kita rapat dengan TOTAL
TK: Ok pak

Ruangan rapat itu sudah penuh. Di sisi sini kebanyakan orang melayu, dan di sebelah sana orang bule, …….perancis man. Dengan bahas inggrisnya yang seperti orang kena flu, si mekanikal engineer bule itu menceritakan kenapa PSV-nya sering ngepop.Dia mulai dengan teori2 mekanikal yang ruwet.
Si Bapak TF tadi, yang masuknya aja telat tiba-tiba berkata:
TF: You are totally wrong
Bule: what? Do you have any idea about it
TF: it is simple, because you do not understand about unsteady state mass balance
Bule: ?????? (mukanya bingung dan merah kaya kepiting rebus setengah matang)
Bule satu lagi, yang keliatannya adalah bossnya berkata dengan bijak:
Boss Bule: Ok sir, would you please explain to me what is really going on here. I’d got frustrate since our PSV were popping frequently.
TF: Because you install the SDV at the upstream those PSV in auto open mode. Si bapak ini berhenti sebentar untuk batuk-batuk kecil. I am sorry…, You know, your SDV using pressure switch high (PSH) to trigger closing. But, because the rotation of your valve is too slow to close, the pressure already rise up to PSV setting so your gas release to vent stack……
Boss Bule: Oh, I understand.. ….(sok ngerti keliatannya)
TF: not yet, let me finished my explanation. Once your PSV popping, pressure of the pipe segment between PSV and SDV will suddenly decrease. At that time, the SDV which is in travelling time to close, will go back again to open because he feel no high pressure anymore so the SDV and PSV will be in oscillation (open and close). Imagine this happen
repetitively, so your PSVs damaged.
Boss Bule: Oh great, Ok I will as my process engineer to calculate the proper setting of PSH and give it to you for review
TF: Why you should give to me, I am not a process engineer (sambil melirik mengejek si TK, sialan…)
Boss Bule itu terkesima: So you are not a process engineer. OK anyway gentlemen, we close this very fast meeting, thank you. Dan meeting pun bubar….

Si TK itu merenung, sambil mengira-kira. Apa iya yach karena selalu berasumsi steady state, semua di pabrik jadi keliatan mudah……. .tiba-tiba
TF: eh jangan bengong, tenang dik, nanti ta’ didik kamu belajar proses transient, dan bukannya steady-state atau istilahnya apa itu dulu kamu pernah sebut2, tunak he..he… Kalau ikan tuna sih saya suka …
TK: (gue udah cape ngomong sialan, jadi lebih baik diem aja)
TF: daripada bengong, mendingan ke shop gue..

Di-shopnya, ketika si TK dan si Bapak TF ini lagi asik2 ngobrol,datanglah teknisi (T) seraya tergopoh gopoh.
T: Pak proteksi katodik di sana harus segera di pasang. Kami sudah merangkainya seperti ini apa betul
TF: sebentar, tak cek dulu modelnya, elu pake impress current atau sacrifice anode ?
TK:(astaga, gue kira cuma anak TK yang tahu model2 gituan..)
T:kayaknya model impress current
TF: Ok tak cek dulu diagramnya.. ..
TK: diagram apa itu pak
TF: he..he.., elu pasti heran gue bisa baca diagram ini
TK: (astaga , diagram pourboix man) si doi tau…..walah walah…..
TF: OK mas, segini saya kira cukup
T: terima kasih pak…..

Dan teknisi itupun ngeloyor pergi…….

Si TK itu kembali berpikir. Kalau dulu waktu Os senior2 gue pernah ngomong bahwa TK itu seperti bulan yang bisa mengelilingi matahari, kayaknya orang TF itu persis pesawat ulang alik, ya bisa ngelilingi bumi, bulan, dan
yang pasti bisa bolak-balik ke bumi. Sedangkan bulan mana bisa…….. Yang bulan lihat cuma permukaan bumi aja….

Hari-hari berikutnya si insinyur TK ini karena kesibukan kerjanya, jadi jarang ketemu dengan si orang tua “aneh” alumni TF itu. Sampai suatu saat si Pak Tua TF itu nelpon.
TF: dik TK, mau ikut rapat penting engga…
TK: apa itu Pak…
TF: kita mau test ESD system kita
TK: apaan tuh….(wah ini kesempatan gue ngorek2 yang aneh dari doi nihhh, hi..hi…)
TF: hhhhhh, dia mendesah napas panjang, pokoke elu mau ikut kaga. Nanti abis itu elu baru gue tatar apa itu arti ESD…
TK: OK deh (sialan, apaan lagi nih…)
Gedung itu besar, mirip meja bundar. Terlihat para superintendent pabrik minyak dan pabrik gas duduk dengan angkernya. Disisi lainnya ada gas coordinator, itu tu, yang ngatur koordinasi pasokan gas ke bontang. Dan lagi-lagi Pak TF itu yang ngomong….
TF: bapak bapak sekalian, program ini akan memastikan pabrik kita itu sampai di mana tingkat keamanannya, dan bla..bla.bla. .Untuk itu adalah sangat penting untuk memverifikasi Emergency Shutdown System kita guna menyakinkan sampai berapa tingkat kehandalannya, sehingga kita akan dapat gambaran, tindakan apa yang harus dilakukan, dan bla..bla…
Si TF ini cerita lancar, termasuk ketika ditanya kemungkinan yang terjadi kalau ada instrumentasi yang gagal bekerja dan menimbulkan overpressure. .
TF: Well…, tenang bapak2, kita masih punya proteksi pabrik selain ESD, yaitu PSV and bla..bla…. Lalu gas coordinator menjelaskan waktu yang tepat untuk melakukan itu dan seterusnya, sampai pengaturan orang2, dst..dst…
TK: (oh, ESD itu Emergency Shutdown System toh, apaan lagi tuh, perasaan engga pernah denger sebelumnya) Si insinyur TK itu hanya diam saja sepanjang rapat. Sampai rapat berakhir, dia hanya dianggap angin lalu….kasihan
Si insinyur TK itu membuntuti Pak TF: Pak…
TF: Apa dik (sambil dia senyum-senyum)
TK: (memang empet gue liat mukanya, tapi gimana donk, gue butuh dia men…) Apa sih sebenarnya ESD itu..
TF: elu kaga tau lagi yach, pantes aja tadi di rapat elu cuma diem kaya arca ha..ha..ha.. Ok ikut gue ke shop…

Di shop……
TF: Gini young man, sebelum elu nanya hal-hal yang usang, gue tanya sekarang, emang waktu ngebuat pabrik, setelah elu ngelakuin FEED, elu buat apa
TK: (astaga naga, dia anggap yang pengen gue tanya ini udah usang baginya, eh dia tahu FEED juga men..) Ya buat PFD dong
TF: pake hysim-mu yang tunak itu, gitu…
TK: betul pak..
TF: abis itu…
TK: ………… ……… …(apaan yach, gue koq kaga tau) engga tau pak
TF: ha..ha..ha.. ..Elu itu ngaku2 insinyur proses, abis buat PFD kaga tau
harus apa ha..ha….Elu pikir pabrik kita itu cuma diatas kertas lalu langsung jadi….kalau gitu sih mendingan elu belajar sama orang yang buat Candi Prambanan… ..masa dulu engga diajarin…
TK: (Kurang ajar dia…) wah, jangan bawa-bawa masa lalu segala dong
TF: emangnya kenapa…denger2 elu kan ngerancang pabrik kimia sebelon lulus, terus udah lulus gini kok bego ha..ha..ha..
Si Insinyur TK cuma diam aja. Dia keliatannya udah kebal dengan perangai si tua aneh TF ini. Suasana diam sesasat, lalu si pak tua TF itu ngeluarin selembar kertas dan mulai corat-coret sambil mulutnya ngebulin asap rokok dan nyerocos dengan fasihnya. Tapi intinya adalah dia menjelaskan safety hierarcy pabrik kaya gini
Typical Layers of Protection in Modern Chemical Plants
1. Process design
Inherently Safe Process
Inherently Safe Equipment
2. Basic Process Controls & Process Alarm and Operator Supervision
3. Critical Alarms, Operator Supervision, & Manual Intervention
4. Automatic Safety Instrumented System
5. Physical Protection ( Relief Devises, PSVs )
6. Physical Protection ( Containment Dikes )
7. Plant Emergency Response
8. Community Emergency Response.
TK: Pak, pasti bapak punya bukunya, copy donk
TF: enak aja lu, beli dong, masa gue aja punya eh elu yang ngaku2 rajanya pabrik kaga punya?
TK: Ok deh Pak, wong sama temen aja
TF: OK, nih ta’ pinjemin, tapi jangan kaget ngeliatnya.. .
TF: Dia ngeluarin buku itu sambil jari keriputnya menuding sampul seraya ngomong “What the hell is this?”
TK: Astaga naga, ada lambang AIChE dengan manisnya tertera di sana ….Kenapa gue kaga pernah liat ini dulu di kampus yach (bertanya sendiri)
TF: Dik, wong gue aja heran elu sampe kaga tau dapur sendiri, …..yang gini2 sudah di jual bebas bak kacang goreng di luar sana . Dosenmu itu punya,
pasti punya, mereka itu kan ikut anggota AIChE seperti saya ikut anggota ISA, mungkin disimpen kali biar jadi juara kelas ha..ha..ha.. .
Si TK itu tertunduk lesu sambil memegang 2 buku utama yang berlambang institusi teknik kimia yang kesohor itu….
Cerita selesai frend……
………… Si TK itu ya saya sendiri….gents
dan si aneh itu kemudian dipercaya manajemen jadi Lead Engineer. Suatu jabatan profesional yang biasanya cuma bisa diduduki oleh orang-orang teknik kimia. Ternyata…. di balik kata-kata “bego”-nya yang bertubi-tubi, dia bermaksud membuat saya bangkit untuk maju. ….Ingat dik, jaman sudah berubah …..be prepare, mau globalisasi loo…

Sebenarnya, masih banyak hal-hal lain yang kalau diceritakan akan membuat saya malu sendiri. Biarlah saya simpan sebagai kenangan saja…. Buat bapak2 dosen dan ibu2 dosen,saya mengucapkan terima kasih atas bekal-bekal yang telah diberikan sehingga saya bisa mengikuti celotehan si tua TF yang aneh tadi, meski harus jungkir balik. Keliatannya eksistensi kita mendapat ancaman yang serius, dari sebuah jurusan yang dulu letaknya di pojok, yang
himpunannya pake gambar tengkorak lagi…

Kalau saya boleh saran, sebaiknya adik2 kita diberi bekal yang lebih banyak lagi, tapi yang membumi…Kalau buat saya mungkin sudah terlambat…

//
Vnyx

Teknik Fisika memang cuma dikit di Indonesia padahal di negara lain tuh jadi frontier engineering (‘rajanya teknik’) wong di sini kami belajar semuanya (makanya lambang himpunan kami tengkorak <–membuka jati diri deh, hehehe) Maksudnya lambang aneh itu (selain anak ft doang yang ngerti asal-mulanya) di ft kami ‘menjarah’ ilmu-ilmu bidang lain. Contohnya dari statika sipil, fisbang arsi, biomedic fk dan elektro, plc elektro, robotikanya mechatronic (walo blum ada matkulnya), proses tk, ica, automasi mesin, nanomaterial (arrgh, kuantum!), optik, ultrasonik, dan juga butuh ilmu-ilmu informatika… dulu nuklir pernah masuk (sekarang ada di mipa). Saya sendiri sampai sekarang bingung belajar apa… soalnya masih remang-remang. Tapi saya tau pasti sangat kepake.^^

//
Lulusan Teknik Fisika bekerja di berbagai industri sebagai insinyur profesional di bidang instrumentasi dan kontrol (instrumentation and control), akustik dan teknik pencahayaan (lighting), teknologi bahan (material science), serta tata udara (refrigeration and air conditioning), staf peneliti di bidang teknologi terapan, staf pengajar di institusi pendidikan. Kelebihan yang spesifik dari lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannya untuk bekerja dengan sistem yang melibatkan secara simultan banyak aspek fisika dan teknik.

Meskipun demikian, dunia industri di Indonesia pada umumnya hanya mengenal keahlian instrumentasi dan kontrol adalah keahlian dari alumni Teknik Fisika. Sehingga profesi insinyur instrumentasi (instrument engineer), insinyur pengendalian (control engineer), insinyur otomatisasi (automation engineer) dan lain-lainnya selalu ditempati oleh para insinyur lulusan Teknik Fisika.

Industri yang menyerap lulusan Teknik Fisika :

* Industri Rekayasa dan Konstruksi (EPC : Engineering, Procurement & Construction)

Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang menangani rancang bangun suatu pabrik (plant) (contohnya: kilang minyak, pabrik petrokimia, pembangkit listrik), atau merancang bangun fasilitas produksi (contohnya: anjungan minyak dan gas lepas pantai, jalur produksi / perakitan otomatis, dll.). Rancang bangun ini dilakukan mulai dari atas kertas hingga mulai beroperasi.

Dalam pengerjaan rancang bangun suatu pabrik atau fasilitas produksi ini, lulusan teknik fisika akan bekerja sama sangat erat dengan process engineer (biasanya lulusan teknik kimia). Process engineer akan merancang dan menentukan alur proses dan unit-unit pemroses apa saja yang diperlukan, dan menuangkannya dalam process flow diagram serta P&ID (piping and instrument diagram). Sebagai instrument engineer, lulusan teknik fisika kemudian akan memberi input dan memfasilitasi otomatisasinya dengan diantaranya :

1. Merancang dan atau memilih alat ukur besaran proses yang sesuai (mis.: orifice DP flowmeter atau ultrasonic flowmeter?)

2. Merancang dan atau memilih final control element (mis.: menentukan kapasitas, karakteristik dan material dari control valve)

3. Mendiskusikan dan menentukan strategi kontrol yang tepat (mis.: proses bersifat sequential atau kontinu?)

4. Merancang sistem pengaman proses (process safety/safeguarding system) (mis.: safety logic diagram, cause and effect diagram)

5. Merancang dan atau memilih implementasi teknologi otomasi yang sesuai (mis.: menggunakan PLC atau DCS?)

6. Memfasilitasi agar representasi besaran-besaran proses tersedia di layar monitor control room (mis.: gambar pompa warna merah berarti pompa tersebut trip, dll.)

7. Mengkaji P&ID beserta dokumen terkait lainnya dalam HAZOP (hazard & operability studies) bersama-sama process engineer, piping engineer, mechanical engineer, operation engineer, maintenance engineer, safety engineer, dll. untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan yang ada sebelum disain dari pabrik atau fasilitas produksi dibangun. (mis.: apakah tersedia alarm proses, alarm kebocoran gas, alarm kebakaran, emergency shutdown, dll. yang sesuai?)

Interface dengan piping engineer dan mechanical engineer (lulusan teknik mesin) juga diperlukan untuk menentukan karakteristik dari material instrumentasi, menentukan cara penempatannya di perpipaan dan tanki / unit proses, dll. Sedangkan interface dengan electrical engineer (lulusan elektro arus kuat) diperlukan untuk memfasilitasi tersedianya indikasi dan alarm alat produksi (pompa, kompresor, turbin, dll.) di control room.

Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak dalam bidang rancang bangun pabrik dan fasilitas produksi yang banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Tripatra, PT Rekayasa Industri, PT McDermott Indonesia, PT IKPT, PT Amec Berca, PT KBR Indonesia, PT Gunanusa Fabricator, PT. Technip, PT CeriaWorley, PT Pertafenikki, PT Saipem, dll. Untuk melihat contoh aktivitas pekerjaan apa saja yang dilakukan dapat dilihat di website masing-masing, seperti : tripatra.com, technip.com, etc.

* Industri Produk Sistem Instrumentasi dan Integrator Sistem

Industri ini dimotori oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi sistem instrumentasi dan kontrol (vendor) maupun perusahaan yang bersifat melakukan perancangan sistem kendali pabrik terintegrasi. Adanya produksi instrumentasi dengan berbagai jenis merek, memungkinkan suatu pabrik menggunakan sistem instrumentasi dan kontrol dengan merek yang berbeda-beda dimulai dari lapangan sampai ke tingkat manajemen parbik. Dibutuhkan suatu usaha untuk mensinkronkan kerja dari alat-alat tersebut supaya berfungsi dengan baik dan optimal. Suatu perusahaan bisa murni melakukan pekerjaan integrasi sistem ataupun melakukan pekerjaan integrasi sistem sekaligus menjual produk instrumentasi. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak sebagai supplier dan service provider perangkat instrumentasi dan kontrol, dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT Yokogawa Indonesia, PT Widya Pandu Ekatama, PT Control System Indonesia, PT Transavia Otomasi Pratama, PT Wifgasindo Dinamika Instrument Engineering, PT Somit Karsa Trinergi, dll. Untuk melihat contoh perangkat instrumentasi dan kontrol, website vendor induknya dapat dilihat, seperti : emersonprocess.com, yokogawa.com, etc.

* Industri Pengolahan dan Manufaktur

Pabrik atau fasilitas produksi yang sudah berjalan memerlukan insinyur instrumentasi dan kontrol untuk melakukan perawatan, penyelesaian masalah ataupun perancangan sistem baru yang akan ditambahkan pada pabrik atau fasilitas produksi. Hal ini karena semua industri sekarang menggunakan otomatisasi sebagai bagian integral dari unit proses atau fasilitas produksi. Tanpa otomatisasi atau instrumentasi pabrik atau fasilitas produksi akan menjadi sangat tidak efisien dan seringkali membahayakan.

Industri pengolahan dan manufaktur memiliki banyak ragam, mulai industri hulu hingga hilir seperti : industri minyak dan gas, industri pupuk, industri semen, industri makanan dll. Industri manufaktur memiliki banyak ragam dari mulai industri manufaktur elektronika, manufaktur kendaraan bermotor (mobil/motor), manufaktur peralatan industri, dll. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang memiliki pabrik atau fasilitas produksi dan banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya: PT ExxonMobil Oil Indonesia, PT Chevron Indonesia, PT. Total E&P Indonesie, PT Pertamina E&P, PT Medco Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PT Chandra Asri, PT Asahimas Chemical, PT Semen Gresik, PT Unilever Indonesia, PT Panasonic Indonesia, PT Astra International, dll

//
Nama asli Teknik Fisika sebenarnya adalah Fisika Teknik (Engineering Physics bukan Physics Engineering). Jurusan ini dibawa para dosen Belanda yang dulu mengajar di ITB.Diubah menjadi Teknik Fisika karena dulu di ITB ada tuntutan agar semua Teknik menyeragamkan namanya dengan nama Teknik ada didepan. Tapi bagaimanapun, internal Teknik Fisika tetap pada pendirian. anak Teknik Fisika sering disebut FT (di ITB) dan Fistek (di UGM). Keduanya singkatan dari Fisika Teknik.

Secara kurikulum, Fisika Teknik berperan menjadi jembatan bagi ilmu science (MIPA) dan ilmu Teknik. Teknik-teknik mapan meskipun selalu menyesuaikan diri, namun tetap tidak mampu mengcover setiap perkembangan yang ada. Disini Fisika Teknik bertugas mengcover ilmu-ilmu baru yang tidak mampu ditangani teknik-teknik mapan. Akhirnya di Indonesia mulai muncul keilmuan nanomaterial (FT ITB), Fotonika (Teknik Fisika ITS) dan Energi Terbarukan (Fistek UGM). Di Fisika Teknik, dalam 4 semester pertama akan dipelajari semua bidang teknik dan dasar matematika serta fisika yang sangat kuat. Dari Arsitek, Elektro, Komputer, Mesin, Kimia, kecuali Geologi. Apakah ini membuat mhs Fisika Teknik kurang expert?? Tentu saja tidak. Dengan mempelajari semuanya, mahasiswa dituntun untuk melihat potensi dan minat sebenarnya. Kemudian, baru ia memilih mana yang akan ia tekuni dalam 4 semester terakhir. Ada beberapa peminatan dalam dunia Teknik Fisika (saya mengambil dari perspektif UGM tapi secara umum sama)

1. Instrumentasi dan Kontrol
Ilmu ini adalah trademark Fisika Teknik di dunia industri. Kita akan belajar tentang mechanical dan electrical system sekaligus. Tugas utama seorang instrument/control engineer adalah mengontrol sistem proses industri. Contoh, Suatu industri kertas akan membuat kertas dengan tipis tertentu. ketipisan suatu kertas perlu dikendalikan untuk bisa didapatkan kertas dengan tipis yang diharapkan. Contoh lain adalah pengendalian robot-robot dalam dunia industri. Sub keahlian di bidang ini salah satunya adalah Komputasi. Komputasi disini lebih spesifik seperti aplikasi komputer pada Jaringan Syaraf tiruan, kecerdasan buatan, pengolahan citra digital, Interfacing (antar muka) instrumentasi. Programmable Logic Controller (PLC), pengelolaan data elektronik, sistem informasi manajemen dll. Fisika Teknik UGM memiliki ciri pada bidang telecontrolling atau pengendalian jarak jauh dan instrumentasi kedokteran. Di ITB lebih kuat instrumentasi industri. Elektronika juga menjadi salah satu sub keahlian bidang ini.

2. Rekayasa dan Manajemen Energi (Terbarukan)
Bidang ini akan mempelajari semua jenis energi alternatif baik terbarukan maupun tidak. Mulai dari energi matahari, angin, air, laut/gelombang, batubara, hidrogen power, fuel cell, biomassa sampai bioethanol. Mahasiswa dalam mengerjakan skripsi/tugas akhir biasanya langsung mendesain sistem energi terbarukan di suatu daerah berdasar pesanan.

3. Fisika BAngunan dan Akustika
Bidang ini mempelajari tentang kenyamanan termal dan akustik suatu bangunan. Bidang ini akan banyak bekerja sama dengan Arsitektur dalam bidang kerjanya. Di UGM, pembelajaran bidang ini dilakukan langsung ke masyarakat. Dimana mahasiswa diterjunkan langsung untuk menjadi konsultan/perancang sistem bangunan yang nyaman, hemat energi, tidak bising, tidak pengap dll. Perlu diketahui, untuk suatu interior ruang pertemuan, peletakan mic/speaker perlu diperhitungkan matang-matang dengan perhitungan matematika yang rumit tapi menyenangkan. Jika kamu masuk ke suatu gedung yang dari luar cantik tapi di dalam terasa bising, berarti arsiteknya tidak bekerja sama dengan ahli Akustika Fisika Teknik.

4.Laser dan serat optik
Seperti yang kita tahu, bidang ini banyak digunakan. Terlebih serat optik di bidang telekomunikasi. Dipelajari juga aplikasinya untuk komunikasi data, sistem wireless (nirkabel), laser untuk kedokteran dll. Bidang ini amat menarik karena memanfaatkan teknologi tinggi. Kedepan bidang ini akan sangat maju karena berbagai keuntungannya dalam pengiriman data/informasi. pengembangan mulai menyentuh pemanfaatan cahaya sebagai pembawa informasi (bayangkan jika cahaya bisa membawa informasi. Semuanya jadi serba cepat!!).

Prospek Kerja Teknik Fisika :
Dari uraian diatas Fisika Teknik jelas bisa memasuki semua area bidang kerja. Dengan keilmuan dasar yang sangat kuat, alumni Fisika Teknik sangat mudah mengembangkan diri termasuk menyeberang bidang keilmuan. Banyak teknik mapan yang kurang memperhatikan dasar. Pada akhirnya ketika teknologi semakin maju ia tidak mampu mengembangkan diri karena secara dasar kurang. Sebagai jembatan MIPA dan Teknik, dasar Fisika dan Matematika di Fisika Teknik sangat kuat, mungkin cuma kalah sedikit dari mahasiswa Matematika dan Fisika. Dalam beberapa perlombaan olimpiade teknologi Fisika, justru yang menjadi juara bukan mhs Fisika tapi dari Fisika Teknik.

Lingkup kerja / Prospek Kerja Fisika Teknik meliputi : Telekomunikasi, Industri proses, petrokimia, minyak dan gas, energi, industri elektronika, teknologi informatika, kedokteran, pengendalian satelit dan peluru kendali, NASA, kontraktor bangunan, departemen energi, departemen pekerjaan umum, BATAN, departemen komunikasi dan informasi, kontraktor migas dan telekomunikasi, EPC, Konsultan umum dan migas, dosen di semua bidang teknik

//

Halo pembaca !!
Tulisan ini masih ada banyak sangkut pautnya dengan posting jurusan berprospek dan prospek Teknik Fisika tentunya. Makin lama, Teknik Fisika memang makin menarik. Banyak yang bertanya pada saya tentang posisi pasti aksi-aksi alumni Teknik Fisika. OK, tanpa berpanjang lebar, silakan langsung menikmati…

1. Perminyakan dan Pertambangan
Bidang ini adalah bidang yang palng banyak ditempati dan diminati lulusan-lulusan Teknik Fisika.Di Perminyakan, lulusan Teknik Fisika banyak menempati posisi sebagai Instrument engineer, Control Engineer, Process Engineer, Facility Engineer, dan Production Engineer. Jika anda mencari lulusan Teknik Fisika di suatu perusahaan perminyakan, maka carilah di posisi-posisi tersebut. Dijamin (terutama instrument engineer) akan banyak ditemukan lulusan Teknik Fisika

2. Telekomunikasi dan Elektronika
Dengan adanya spesialisasi di bidang Instrumentasi dan Kontrol, banyak pula lulusan Teknik Fisika yang mengadu peruntungannya di bidang-bidang tersebut. Kebanyakan, mereka beraksi di vendor-vendor yang ada. Contohnya di Yokogawa (banyak banget ni), Nokia atau Huawei. Namun tidak sedikit pula yang bekerja di operator telekomunikasi. Bahkan ada seorang alumni Teknik Fisika yang telah berhasil menjadi salah satu petinggi di salah satu operator Telekomunikasi terbesar di Indonesia.

3. Teknologi Informasi
Sekali lagi, dengan keberadaan keahlian Instrumentasi dan Kontrol, Teknik Fisika juga banyak melahirkan programmer-programmer handal. Ada pula yang sudah berhasil mendirikan perusahaan IT. Keahlian programming alumni Teknik Fisika biasanya sangat spesifik karena kesempatan belajarnya sendiri juga tidak terlalu banyak. Setidaknya tidak sebanyak mahasiswa Elektro, Informatika atau Ilmu Komputer. Namun justru itu yang menjadi keunggulan Teknik Fisika. Karena, meski hanya satu atau dua bahasa pemrograman, bahasa tersenut dikuasai sangat dalam. Perludiingat, banyak orang mampu menggunakan banyak bahasa pemrograman. Namun mereka jadi kurang fokus. Padahal yang dibutuhkan saat ini adalah yang spesifik.

4. Energi
Bidang ini memang tidak pernah mati. Selain perminyakan dan pertambangan, energi terbarukan adalah bagian yang banyak dirambah. Namun, karena sedikitnya peluang di dalam negeri, banyak yang menyerbu ke luar negeri dengan penghasilan yang amat sangat luar biasa besar. Selain itu, Teknik Fisika bisa dibilang penguasa tunggal bidang ini. Sampai saat ini, baru Teknik Fisika UGM dan ITS yang menyediakan kurikulum khusus bidang energi terbarukan. Saking tidak adanya pesaing, ada perusahaan multinasional bidang energi terbarukan yang SEMUA karyawannya adalah lulusan Teknik Fisika UGM (sampai saat ini). makin langkanya minyak bumi membuat karir di idang ini sangat menjanjikan. Bahkan, kalaupun anda hanya mau berkarir di Indonesia, itu bukan masalah yang besar. Karena saat ini saja, akan berdiri beberapa perusahaan energi terbarukan di Indonesa. Selain itu, beberapa perusahaan yang sudah mapan seperti MEDCO, PERTAMINA atau REKAYASA INDUSTRI juga akan melakukan ekspansi di bidang ini

5. Pembangkit Listrik
Tak bisa dipungkiri,pembangkit tetap menjadi primadona para lulusan Teknik Fisika. Banyak lulusan Teknik Fisika yang berkarir disini. Beberapa perusahaan tersebut antara lain PLN, Chevron Geothermal, Geodipa, Indonesia Power, Pembangkit PJB Paiton maupun Suralaya dll

6. Industri Manufaktur, Petrokimia (pupuk, kimia,farmasi dll) dan Otomotif
Industri ini membutuhkan sangat banyak instrument engineer. Tak heran, sebagian besar lulusan Teknik Fisika berkarir disini.

7. Industri Kontraktor
Kontraktor menjadi salah satu bidan yang sangat diminati lulusan Teknik Fisika. Industri Kontraktor disini meliputi Kontraktor Perminyakan, Kontraktor Bangunan, Konsultan Bangunan, Mekanikal Elektrikal. Yang paling tekenal tentu saja bidang HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning). Sebuah bidang yang sudah membuat lulusan Teknik Fisika sangat dikenal.

8. Berbagai Departemen
Lulusan Teknik Fisika tidak hanya berkarir di bidang industri. Banyak juga yang berkarir di berbagai departemen. Contohnya Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Energi, LIPI, BATAN, BPPT dll. Banyak dech…

Ingat juga, menteri RISTEK kita berasal dari Teknik Fisika lho. Trus, sudah tahu susunan komisaris Pertamina yang baru?? Kalo tidak salah dari 9 (jumlah pasti lupa) ada 3 orang alumni Teknik Fisika. Teknik Fisika memang luar biasa. Siap bergabung ??

H M F T

[ DILARANG NGEJUNK, HANYA KOMENTAR YANG BERISI PUJIAN ATAU INFORMASI TENTANG FISIKA TEKNIK YANG AKAN DIPERBOLEHKAN ]

Sumber :
http://okto.silaban.net
http://true-story-ft.tk
http://teknikfisika-vs-teknikkimia.tk
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2611261

Maaf jika repost…
Kredit to : Otto Silaban, Janur, Kinur, Dianulhaq
WARNING! Disarankan membaca ini dulu : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2611261