London – Bayi-bayi di Jalur Gaza berisiko terkena hipotermia. Apalagi bayi yang baru dilahirkan. Hal ini disebabkan karena suhu yang membeku dan terputusnya aliran listrik.

Kebanyakan suhu di rumah dan rumah sakit di Jalur Gaza sangat dingin di malam hari. Apalagi saat ini tidak ada pemanas yang dapat digunakan setelah Israel teris menerus menghujani kawasan ini dengan bom.

“Kita harus mengirimkan lebih banyak makanan dan selimut untuk memastikan anak-anak itu tidak mati karena kelaparan dan kedinginan,” ujar Dominic Nutt, jubir organisasi kemanusiaan ‘Save the Children’ dari Inggris seperti ditulis AFP, Senin (5/1/2008).

Nutt menjelaskan bayi-bayi yang baru lahir memerlukan temperatur yang hangat. Nutt juga mendesak PM Inggris dan pemimpin Uni Eropa lainnya harus mendesak segera diadakan gencatan senjata di wilayah konflik tersebut.

“Orang-orang harus bisa bergerak dengan aman sehingga bisa mengambil makanan bagi keluarganya saat bantuan tiba,” jelas Nutt.

(rdf/nrl)/detiknews