” Jangan naikkan harga minyak..!”

lantang kau teriak
namun berserak otak
atau terselubung dalam kotak?!

LATAH!

Mentah!

Sudah! urusi saja rumah tangga
tajamkan ilmu buladkan tekad

titilah tangga ke istana bila punya nyali

tak harus melulu lewat jalanan kawan,

Lihat!
di balik batu kolong jembatan, si tegar menangis
sang istri menatap kosong dan membisu
airmatanya sudah keduluan dipakai orang yang biasa tersenyum
menangis rakyat menangis…

tanya padamu,

“maka cinta mana yang mesti kau khianati?”..