<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Redfox69&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://redfox69.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://redfox69.wordpress.com</link>
	<description>Decir la verdad o en silencio. &#34;Katakanlah yang benar, atau diam..&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 02:17:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='redfox69.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Redfox69&#039;s Weblog</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://redfox69.wordpress.com/osd.xml" title="Redfox69&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://redfox69.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tips and Trick Interview Kerja Oil-Gas</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2012/01/10/tips-and-trick-interview-kerja-oil-gas/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2012/01/10/tips-and-trick-interview-kerja-oil-gas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 02:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[nice info!!]]></category>
		<category><![CDATA[Oil and Gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1050</guid>
		<description><![CDATA[Tips Wawancara Kerja : Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis. Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan. 1. Ceritakan tentang diri anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1050&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tips Wawancara Kerja :</p>
<p style="text-align:justify;">Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis. Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Ceritakan tentang diri anda</p>
<p style="text-align:justify;">Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins. Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting.</p>
<p style="text-align:justify;">Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Hati-hati pertanyaan jebakan</p>
<p style="text-align:justify;">Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja. “Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ‘saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina. Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”</p>
<p style="text-align:justify;">3. Semangat dan bahasa tubuh</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan. Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan. Cara berpakaian yang baik dalam wawancara Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain: • Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">• Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap,ngejreng).</p>
<p style="text-align:justify;">• Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).</p>
<p style="text-align:justify;">• Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).</p>
<p style="text-align:justify;">• Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa gaji yang anda minta ? Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau. Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik. Variasi pertanyaan dalam wawancara Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara: Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan : • Mengapa anda memilih jurusan tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">• Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">• Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">• Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;">• Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?</p>
<p style="text-align:justify;">• Siapakah yang membiayai studi anda?</p>
<p style="text-align:justify;">• Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?</p>
<p style="text-align:justify;">• Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :</p>
<p style="text-align:justify;">• Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda</p>
<p style="text-align:justify;">• Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.</p>
<p style="text-align:justify;">• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut</p>
<p style="text-align:justify;">• Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?</p>
<p style="text-align:justify;">• Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?</p>
<p style="text-align:justify;">• Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan mengenai sasaran anda :</p>
<p style="text-align:justify;">• Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?</p>
<p style="text-align:justify;">• Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?</p>
<p style="text-align:justify;">• Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?</p>
<p style="text-align:justify;">• Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?</p>
<p style="text-align:justify;">• Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :</p>
<p style="text-align:justify;">• Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?</p>
<p style="text-align:justify;">• Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?</p>
<p style="text-align:justify;">• Apakah yang anda cari dalam bekerja?</p>
<p style="text-align:justify;">• Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?</p>
<p style="text-align:justify;">• Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!</p>
<p style="text-align:justify;">sumber: Head Hunter Team</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1050/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1050&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2012/01/10/tips-and-trick-interview-kerja-oil-gas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Install Aplikasi Pada Handphone Android</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/12/12/cara-install-aplikasi-pada-handphone-android/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/12/12/cara-install-aplikasi-pada-handphone-android/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 07:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang baru saja menggunakan handphone Android, beberapa dari anda mungkin sedikit bingung bagaimana cara install aplikasi android atau cara install game android pada ponsel kesayangan anda. Tutorial ini memang sangat sederhana, namun ada beberapa orang yang belum mengetahuinya. Saya pun saat pertama kali membeli hp Android tidak langsung mengetahuinya. Berikut caranya: Cara 1. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1046&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi anda yang baru saja menggunakan handphone Android, beberapa dari anda mungkin sedikit bingung bagaimana cara install aplikasi android atau cara install game android pada ponsel kesayangan anda. Tutorial ini memang sangat sederhana, namun ada beberapa orang yang belum mengetahuinya. <a title="Harga HP" href="http://harga-hp.com/" target="_blank">Saya</a> pun saat pertama kali membeli hp Android tidak langsung mengetahuinya. Berikut caranya:</p>
<p><strong>Cara 1. Download game atau aplikasi melalui Android Market. </strong></p>
<p>Ponsel dengan <a title="Apa Itu Sistem Operasi" href="http://harga-hp.com/apa-itu-sistem-operasi-handphone/" target="_blank">sistem operasi</a> Android pada umumnya telah dilengkapi dengan aplikasi Android Market. Walaupun berjudul “Market” yang berkesan jualan, namun jangan khawatir, banyak sekali aplikasi gratis yang keren tersedia pada Android Market. Melalui aplikasi inilah anda dapat mendownload ratusan ribu aplikasi / game.</p>
<p>Berikut cara install game Android atau aplikasi melalui Android Market:</p>
<ul>
<li><strong>Pertama:</strong> Masuk ke Aplikasi Google Market.</li>
<li><strong>Kedua:</strong> Pilih aplikasi atau game yang anda suka.</li>
<li><strong>Ketiga:</strong> Klik “Install”. setelah itu aplikasi atau game akan secara otomatis di-unduh (<em>download</em>) dan akan secara otomatis terinstall di ponsel anda. Beres deh.</li>
</ul>
<p>Pada Android Market, aplikasi atau game akan terklasifikasi menurut kategori, apabila anda memilih salah satu kategori maka akan tertampil daftar aplikasi “<em>Top Free</em>” atau aplikasi gratis yang paling banyak diunduh. Hal ini memudahkan pengguna untuk memilih aplikasi atau game yang terbaik. Anda juga dapat menggunakan fasilitas <em>search</em> untuk mencari aplikasi yang anda butuhkan.</p>
<p><strong>Cara 2: Cara Install Aplikasi Android lewat PC.</strong></p>
<p>Selain melalui Android Market, anda dapat menggunakan komputer anda untuk mengunduh game atau aplikasi lalu menginstallnya di handphone Android anda. Cara ini berguna untuk menginstall game atau aplikasi yang tidak tersedia di Android Market.</p>
<p>Berikut cara install aplikasi Android melalui computer:</p>
<ul>
<li><strong>Pertama:</strong> Cari file aplikasi atau game yang anda inginkan menggunakan komputer lalu unduh. Sebagai informasi, nama file aplikasi untuk handphone Android berakhiran atau berekstensi “.apk”</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kedua:</strong> Hubungkan ponsel ke komputer menggunakan kabel data lalu tranfer file APK dari komputer ke SD card. Bila tidak memiliki kabel data, gunakan card reader untuk mentransfer file APK dari komputer ke SD card. Anda dapat juga menggunakan Bluetooth untuk melakukan transfer file.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Ketiga:</strong> Masukkan SD card ke handphone atau lepaskan kabel data dari komputer &gt; buka aplikasi file manager (My Files / “file Saya” / File Browser) di handphone Android &gt; cari file APK yang tadi di transfer &gt; klik pada file APK untuk melakukan instalasi</li>
</ul>
<p>Apabila pada handphone Android anda tidak terdapat aplikasi file manager, anda dapat mengunduhnya terlebih dahulu dari Android Market. Salah satu aplikasi file manager yang terkenal adalah Astro File Manager. Untuk mencari aplikasi file manager menggunakan Android Market, anda hanya cukup mengetik kata kunci “file manager” pada kolom pencarian.</p>
<p>Sebagai catatan, aplikasi yang anda temukan diluar Android Market (di internet) tidak di pantau oleh Google, sehingga ada saja kemungkinan aplikasi atau game tersebut adalah virus. Oleh karena itu, kami sarankan anda untuk menginstall aplikasi Anti Virus terlebih dahulu.</p>
<p>Beberapa handphone Android versi lawas belum terinstall Android Market. Handphone yang belum memiliki Android Market biasanya masih bersistem operasi Android versi 1.5 (Cupcake). Bila pada handphone anda belum terinstall Android Market, anda dapat mencoba menggunakan cara diatas untuk install game Android pada handphone anda.</p>
<p><strong>Cara 3: Cara Install Aplikasi Android dari PC melalui website https://market.android.com/</strong></p>
<p>Cara berikut juga merupakan cara install aplikasi Android via PC, namun bedanya file .apk (aplikasi Android) tidak ditransfer dari PC ke handphone Android.</p>
<blockquote><p>Catatan: Yang akan melakukan proses <em>download</em> aplikasi bukanlah komputer, namun tetap handphone Android.</p></blockquote>
<p>Cara ini termasuk yang paling terbaru dan berikut cara install game Android atau aplikasi-nya:</p>
<ul>
<li><strong>Pertama: </strong>Pergi ke https://market.android.com/ menggunakan komputer anda, setelah itu <em>sign in </em>menggunakan akun Google yang sama yang anda gunakan pada ponsel Android anda.</li>
<li><strong>Kedua:</strong> Pilih game atau aplikasi yang anda sukai</li>
<li><strong>Ketiga:</strong> Klik “Install”. Setelah anda meng-klik install pada website, handphone Android anda akan melakukan <em>download </em>secara otomatis dan setelah selesai aplikasi akan langsung terinstall pada HP anda.</li>
</ul>
<p>Apabila anda memiliki lebih dari satu handphone Android yang menggunakan akun Google yang sama, pada saat anda klik “install”,  website akan memberi pilihan untuk menginstall di HP yang mana.</p>
<p>Keuntungan mencari dan menginstall aplikasi Android via PC melalui website https://market.android.com/ lebih kepada kenyamanan, anda dapat melihat dan mencari aplikasi atau game pada layar computer yang jauh lebih lebar.</p>
<p>Selain itu apabila koneksi internet pada computer anda lebih baik dan cepat, anda dapat melihat contoh video dari aplikasi atau game melalui komputer (bila ada) dan juga anda tidak akan menghabiskan data internet (pulsa) pada handphone Android anda pada saat melakukan pencarian game atau aplikasi. Data atau pulsa <strong>akan dibebankan pada saat ponsel Android melakukan download</strong> setelah anda klik install pada website.</p>
<p><a title="Harga HP" href="http://harga-hp.com/" target="_blank">Kami</a> tidak tahu apakah cara install game atau aplikasi melalui website market.android.com akan berfungsi pada handphone Android yang belum memiliki aplikasi Android Market, karena kami belum pernah mencobanya. Bila anda pernah mencobanya, sekiranya dapat diinformasikan kepada kami melalui form komentar dibawah.</p>
<p>Demikianlah cara install aplikasi Android, bila anda kurang jelas, ada pertanyaan, mau komentar, mau koreksi, mau protes atau sekedar mau tinggalin link blog / website kamu? Silahkan comment dibawah, jangan malu-malu <img src="http://harga-hp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1046/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1046&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/12/12/cara-install-aplikasi-pada-handphone-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harga-hp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setting Samsung Galaxy Sebagai Hot-Spot WiFi..</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/12/12/setting-samsung-galaxy-sebagai-hot-spot-wifi/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/12/12/setting-samsung-galaxy-sebagai-hot-spot-wifi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 07:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1043</guid>
		<description><![CDATA[WiFi adalah salah satu fitur yang saat ini dirasa wajib harus ada di perangkat smartphone. Bukan hanya ponsel kelas atas saja yang sudah menerapkan WiFi, bahkan ponsel buat pemula pun sudah banyak yang menyediakan teknologi WiFi sebagai fitur bawaannya. Termasuk Android, kebanyakaan atau katakanlah semua perangkat Android juga telah memiliki fitur WiFi. Selain sebagai fitur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1043&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://www.sleetherz.com/wp-content/uploads/Android-Wi-Fi-Tether.jpg" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="288" height="216" /></p>
<p>WiFi adalah salah satu fitur yang saat ini dirasa wajib harus ada di perangkat smartphone. Bukan hanya ponsel kelas atas saja yang sudah menerapkan WiFi, bahkan ponsel buat pemula pun sudah banyak yang menyediakan teknologi WiFi sebagai fitur bawaannya.</p>
<p>Termasuk <a href="http://www.teknokers.com/search/label/Android" rel="nofollow">Android</a>, kebanyakaan atau katakanlah semua perangkat Android juga telah memiliki fitur WiFi. Selain sebagai fitur bawaan, WiFi juga punya turunan lagi bernama WiFi Hotspot. <strong>Apa fungsi WiFi Hotspot?</strong> Gampangnya, WiFi Hotspot berfungsi untuk membagi koneksi internet dengan perangkat lain (theterng) yang juga memiliki fitur WiFi.</p>
<p><strong>WiFi hotspot</strong> merupakan salah satu fitur bawaan yang ada pada ponsel dengan OS Android 2.2 Froyo keatas (v2.3 Gingerbread). <span style="text-decoration:underline;">Bagaimana cara settingnya?</span></p>
<p><strong>Nah, berikut langkah-langkah setting WiFi Hotspot pada <a href="http://www.teknokers.com/2011/02/samsung-galaxy-mini-s5570-hp-android.html">Samsung Galaxy Mini</a> (Android 2.2 Froyo):</strong></p>
<p>1. Kita masuk ke menu <span style="text-decoration:underline;">Pengaturan / Setting.</span><br />
2. Kita masuk ke menu <span style="text-decoration:underline;">Wireless dan Jaringan.</span></p>
<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-01.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /> <img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-02.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /></p>
<p>3. Masuk ke menu <span style="text-decoration:underline;">Mobile Network</span>, kita aktifkan lebih dulu paket data / internet ( sesuai<br />
dengan layanan yang kita pake dari Simcard<br />
provider Telco )<br />
4. <span style="text-decoration:underline;">Aktifkan / checkmark</span> Layanan Paket datanya.</p>
<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-03.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /> <img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-04.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /></p>
<p>5. Pada peringatan pengunaan paket data akan ada konfirmasi seperti di bawah ini. Lalu pilih <span style="text-decoration:underline;">OK</span> dan sekarang paket Data telah aktif.</p>
<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-05.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /> <img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-06.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /></p>
<p>6. Selanjutnya kita masuk ke menu <span style="text-decoration:underline;">Tethering &amp; Portable HotSpot</span>. Jika Android anda belum ada menu ini, anda bisa download dan<br />
install aplikasi-nya dari sini : <strong>http://www.freewarelovers.com/android/app/wireless-tether</strong></p>
<p>7. Lalu kita masuk ke menu <span style="text-decoration:underline;">Konfigurasi Mobile AP</span>.</p>
<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-07.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /> <img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-10.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /></p>
<p>8. Selanjutnya kita lakukan setting <span style="text-decoration:underline;">WIFI System</span> di Android kita ini sama seperti kalau kita melakukan setting Access Point pada umumnya.<br />
Tentukan Nama SSID, Type Security / pengamanan dan Password, lalu pilih menu Simpan dan selanjutnya kita telah memiliki Mobile Access Point atau Portable HotSpot.</p>
<p>9. Pastikan tanda Checkmark atau Centang pada Mobile AP seperti gambar di bawah ini sebagai tanda bahwa Portable Hotspot kita telah aktif.</p>
<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-11.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /> <img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-12.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /></p>
<p>10. Keluar dari menu Pengaturan dan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.</p>
<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-13.png?w=230&#038;h=288" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="230" height="288" /></p>
<p>11. Selanjutnya kita Scan Wifi yang ada di sekitar kita dan kita coba koneksikan Laptop kita ke Portable Hotspot yang telah kita buat tadi dengan nama <span style="text-decoration:underline;">AndroidAP-007</span></p>
<p><img title="cara Setting WiFi Hotspot handphone Android" src="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-14.png?w=315&#038;h=226" alt="bagaimana cara Setting WiFi Hotspot?, pengertian WiFi Hotspot, WiFi Theatering, Android Froyo Gingerbread fitur" width="315" height="226" /></p>
<p>Selain berfungsi sebagai Access Point, Samsung Galaxy Mini GT-S5570 juga bisa difungsikan sebagai DHCP Server sehingga PC atau Laptop Client yang terkoneksi ke Access Point ini akan mendapatkan IP Address secara Otomatis. Tapi kita juga bisa setting manual IP Address-nya sesuai kebutuhan kita, IP Address AP sekagus berfungsi sebagai Gateway dan DNS Server adalah sebagai berikut :</p>
<p>IP Address Device : 192.168.43.1<br />
IP Gateway : 192.168.43.1 IP<br />
DNS Server : 192.168.43.1</p>
<p>Dengan menggunakan Samsung Galaxy Mini GT-S5570 ini kita sekarang tidak bersusah payah lagi harus menggunakan modem untuk koneksi internet. Handphone kita sudah bisa di posisikan sebagai Access Point Hotspot yang dikoneksikan dengan Laptop/Komputer kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1043/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1043/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1043/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1043/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1043/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1043/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1043/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1043/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1043/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1043/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1043/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1043/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1043/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1043/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1043&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/12/12/setting-samsung-galaxy-sebagai-hot-spot-wifi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.sleetherz.com/wp-content/uploads/Android-Wi-Fi-Tether.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-01.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-02.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-03.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-04.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-05.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-06.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-07.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-10.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-11.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-12.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-13.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thinkxfree.files.wordpress.com/2011/06/android-thethering-14.png" medium="image">
			<media:title type="html">cara Setting WiFi Hotspot handphone Android</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Fotografi untuk Landscape Scenary!</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/tips-fotografi-untuk-landscape-scenary/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/tips-fotografi-untuk-landscape-scenary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 09:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSLR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia Kaya Akan Pemandangan Landscape Anda mungkin sudah banyak mengetahui bahwa negeri kita ini kaya akan pemandangan yang amat sangat indah dan pantas untuk dieksploitasi sebagai sumber fotografi landscape yang tidak akan ada habisnya. Negeri kita, Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Maka tak heran kalau negeri ini memiliki banyak pantai indah dengan corak beragam. Mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1028&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Indonesia Kaya Akan Pemandangan Landscape</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape1.jpg"><img title="landscape1" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Anda mungkin sudah banyak mengetahui bahwa <em>negeri</em> kita ini kaya akan pemandangan yang amat sangat indah dan pantas untuk dieksploitasi sebagai sumber fotografi <strong>landscape</strong> yang tidak akan ada habisnya. <em>Negeri</em> kita, Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Maka tak heran kalau negeri ini memiliki banyak <em>pantai</em> indah dengan corak beragam. Mulai dari <em>pantai</em> berpasir putih sampai berbatu karang yang menyeramkan. Selain keindahan <em>pantai</em>, keindahan daratan negeri kita pun tak kalah menarik dan beragam. Sebagian besar daratan Indonesia ditutupi pepohonan, bahkan di beberapa daerah masih berupa hutan lebat. Selebihnya, daratan <em>negeri</em> ini dihiasi ladang-ladang pertanian. Sungguh menakjubkan, bahkan banyak dari <em>backpacker</em> luar negeri sering mengambil foto-foto pemandangan Indonesia untuk kemudian mereka jual dengan harga yang cukup tinggi. Nah, kemana <em>backpacker</em> negeri kita sendiri?Banyak yang kurang menyadari kalau kita memiliki tambang emas panorama alam yang sangat indah. Tambang emas yang tidak akan pernah habis digali dan dijelajahi seumur hidup sekalipun. Baik pemandangan <strong>daratan/lanskap</strong> <em>(landscape), </em><strong>pemandangan pantai dan laut</strong> <em>(seascape), </em><strong>pemandangan gunung dan dataran tinggi</strong> <em>(mountainscape), </em>dan <strong>pemandangan bawah laut</strong> <em>(un­derwater world). </em>Contoh-contoh pemandangan ini bisa Anda lihat pada kartu pos bergambar pemandangan alam Indonesia yang bisa ditemui di toko-toko. Indah dan beragam sekali bukan? Selanjutnya, yang menjadi masalah, bagaimana keindahan dan kekayaan pemandangan tersebut dapat direkam ke dalam sebuah gambar yang menawan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menyatu dengan Alam</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape2.jpg"><img title="landscape2" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Foto pemandangan yang sesungguhnya, tidak dapat dibidik dari jendela mobil yang berjalan, seperti banyak dilakukan oleh wisatawan. Karena hasilnya, hanyalah foto bidikan turis, sebuah <em>dokumentasi perjalanan</em>. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada alam yang memiliki keindahan tersendiri. Kita harus terlibat dan berusaha merasakan suatu kesatuan di dalamnya. Tak cukup hanya memandangnya saja. Fotografer harus mengenal dan menyatu dengan subjeknya, yaitu pemandangan. la harus berada di sana, merasakan sejuknya angin pagi hari, dinginnya malam atau berkeringat disengat teriknya matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Membidik pemandangan sama seperti menyusun suatu <em>komposisi</em> musik. Anda harus merasakannya. Anda harus menikmatinya. Jika Anda tidak merasa hidup bersamanya, Anda tetap menjadi orang asing. Tidak mampu menghayati semangat dan kehidupan alam. Anda bisa merekam gambar alam, tetapi mati. Anda tidak mampu menghadirkan rekaman alam yang memiliki <strong>semangat hidup</strong> <em>(spirit of nature).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Unsur-unsur Foto Pemandangan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pemandangan memiliki berberapa unsur penting seperti <strong>tanah</strong> (padang, gunung), <strong>air</strong> (laut, pantai, danau, aliran sungai), <strong>tumbuhan</strong> (pepohonan, rumput), dan <strong>langit</strong> (awan, cuaca). Setiap pemandangan memiliki unsur-unsur ini dalam susunan dan proporsi berbeda. Hal inilah yang memberikan ciri khas sebuah pemandangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Langit (dengan penampilan awan) memiliki peranan penting bagi keseluruhan gambar. Karena langit biasanya menempati ruang gambar secara dominan. Kecerahan langit serta bentuk dan irama awan akan memberikan kesan tersendiri. Sebuah pemandangan selalu memiliki ekspresi. Bagian penting yang memberikan ekspresi adalah bentuk dan susunan awan saat itu. Perubahan alam juga menjadi bagian ekspresi sebuah pemandangan. Gejala alam seperti mendung, hujan, matahari terbit atau terbenam, bulan purnama, dan cahaya utara dapat membentuk ekspresi berbeda bagi sebuah pemandangan. Sama seperti perubahan roman wajah manusia. Sudah menjadi kewajiban seorang fotografer, memilih apa yang akan ditampilkannya, yang menjadi isi fotonya. Hal ini biasanya lebih banyak bersifat subjektif. Tetapi, fotografer haruslah jujur terhadap naluri dan perasaan pribadinya. Menghormati pandangan asli, tanpa merusak atau menambahkan unsur asing. Apalagi menggunakan trik atau manipulasi berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengaruh Utama: <em>Cahaya</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ditinjau dari sisi fotografi, perbedaan besar yang kita temui dari tempat satu dengan tempat lainnya adalah keadaan <strong>cahaya</strong>. Sumber cahaya utama di alam, matahari, memiliki sifat yang sangat khusus. Berbagai hal menarik sering kita lihat. Baik itu penduduk <em>(people), </em>kesenian, atau panorama indah. Seringkali, kita tidak menyadari ada sesuatu yang besar di sana, yaitu cahaya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape3_resize.jpg"><img title="landscape3_resize" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape3_resize-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Cahaya menerangi subjek. la memberikan pengaruh paling kuat. Sedemikian kuatnya, ia bisa mengubah segala-galanya. Bisa mendukung kita mendapatkan bentuk gambar yang luar biasa atau sebaliknya, merusak dan sangat mengganggu. <strong>Cahaya mempengaruhi seluruh pembentukan gambar</strong>. Bukan hanya pengukuran dan keputusan pencahayaan saja, tetapi bentuk, titik pandang, komposisi, rasa kedalaman, desain dan penampilan dimensi dipengaruhinya. Cahaya jugamempunyai andil besar dalam maknadan suasanayang tampil dalam gambar. Kondisi cahaya berbeda, akan menciptakan gambar dan makna sangat berbeda, walaupun objeknya sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kemampuan <em>(Skill)</em></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Keterampilan seorang fotografer saat membidik pemandangan, tergantung <strong>kemampuan teknis</strong> <em>(skill) </em>dan pengalaman <strong>pengamatan</strong> <em>(sense) </em>pribadinya. Saat memotret pemandangan, kita akan mengalami kesulitan bila mengandalkan trik atau berbagai teknik manipulasi. Karena, pada foto pemandangan, kita dituntut mampu merekam subjek dengan kualitas gambar sebaik-baiknya. Ini berarti, fotografer harus mampu bekerja dengan teknik kerja, peralatan dan material yang dimilikinya secermat mungkin. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan ketelitian optimal. Setiap keteledoran, kelalaian atau ketidaktahuan akan langsung mempengaruhi pembentukan gambar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pencahayaan Optimal</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan utama yang harus dimiliki adalah memahami pencahayaan optimal terhadap subjek. Banyak fotografer mengabaikan hal ini. Padahal, kemampuan ini merupakan hal paling pokok dan penting dalam fotografi. Sebab, saat kita melakukan pencahayaan tersebut, kita merekam gambar. Bagaimanapun hasil gambar yang akan dibuat, ia akan sangat tergantung dari bagaimana kita mengatur dan memanfaatkan sumber pencahayaan secara optimal. Untuk mendapatkan hasil pencahayaan optimal, fotografer harus mengerti kondisi kecerahan yang dihadapinya. Kemudiaan, baru ia bisa mempertimbangkan bagaimana dia harus memutuskan pencahayaan akhir terhadap kameranya. Oleh karena itu, ia harus mahir menggunakan alat pengukur secara optimal untuk mengetahui kondisi kecerahan yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Di alam, kondisi cahaya berubah-ubah dan kondisi keseluruhan pemotretan sulit diprakirakan terlebih dahulu. Karenanya, seringkali fotografer menghadapi banyak kesulitan jika hanya mengandalkan satu alat pengukur atau satu metode pengukuran saja. Misalnya, <strong>pengukuran cahaya rata-rata</strong> <em>(av­erage metering} </em>melalui pengukur cahaya kamera. Sewaktu membidik foto pemandangan, penguasaan teknik-teknik pengukuran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki. Kondisi cahaya yang berbeda-beda terkadang juga harus dihadapi dengan teknik pengukuran berbeda. Misalnya, <em>pengukuran cahaya rata-rata</em> kamera hanya bisa bekerja cukup optimal pada kondisi kecerahan yang merata (misalnya cahaya depan). Jika terdapat perbedaan kecerahan dalam pandangan kamera, maka ketepatan hasil pengukurannya hampir pasti tidak bisa diandalkan, atau tidak bisa dipercaya lagi. Untuk hal ini, kita harus menanganinya dengan teknik pengukuran lain. Misalnya, <strong>pengukuran cahaya jatuh</strong> <em>(incident light metering). </em>Tetapi, pengukuran cahaya jatuh juga memiliki keterbatasan. Sebab, kita tidak bisa mengukur keseluruhan perbedaan kecerahan dari yang paling terang sampai pal­ing gelap atau kondisi cahaya khusus dimana terdapat perbedaan ekstrim antara area paling terang dengan yang paling gelap. Dalam keadaan ini, <strong>pengukuran cahaya titik</strong> <em>(spot metering) </em>lebih handal dipergunakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah selanjutnya, menggunakan alat-alat pengukur tadi saat memotret bukanlah hal yang mudah. Banyak kondisi cahaya yang sering membingungkan kita, menentukan teknik pengukuran mana yang efektif. Dengan menggunakan teknik pengukuran berbeda pada suatu kondisi cahaya, kita bisa mendapatkan nilai pencahayaan yang berbeda. Atau mungkin juga, kita tetap mendapatkan nilai pencahayaan yang sama. Meskipun, kita berhadapan dengan berbagai kecerahan yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini memang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Hasil pengukuran dan keputusan pencahayaan yang efektif hanya bisa diperoleh dari pangalaman kerja yang teliti. Pengalamanlah yang akan mengajarkannya kepada kita. Bagaimana bekerja efektif. Bagaimana menghadapi berbagai kondisi cahaya. Bahkan, kondisi yang kurang menguntungkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kepekaan Artistik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan lain yang harus dimiliki adalah <strong>kepekaan artistik</strong> <em>(sense of art). </em>Kemampuan ini juga harus diasah perlahan-lahan. Kepekaan artistik juga terbentuk dalam waktu yang cukup panjang. Melalui pengalaman, fotografer akan paham bagaimana caranya memilih dan menata berbagai bentuk (objek di alam) menjadi suatu gambar yang menawan. Bagaimana kita mengenal bentuk, ruang , dan penataannya menjadi sebuah gambar harus dipelajari juga secara bertahap. Dari hal yang paling mudah, komposisi yang kompleks, bahkan penampilan yang cenderung abstrak. Dasar untuk mendapatkan kepekaan artisik ini adalah pengamatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus melatihnya agar dapat melihat suatu subjek atau bentuk dari sudut pandangan yang paling menarik. Meskipun, subjek itu dalam keadaan biasa sehari-hari. Kemahiran dan kemajuan kita atas hal ini sangat tergantung diri kita masing-masing. Karena, pemilihan subjek dan pandangan terbaik terhadapnya tergantung keputusan pribadi. Kita sendiri yang melihat melalui kamera. Kita jugalah yang harus memutuskan apa yang harus ditangkap menjadi gambar. Disamping itu, hasil yang diperoleh juga tergantung pada peralatan dan sistem kerja kita sendiri. Kita bisa menggunakan karya orang lain sebagai referensi kerja. Walaupun begitu, gambar yang terbentuk pada kamera kita, sekali lagi adalah pilihan dan pertimbangan pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sistem Kamera</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Peralatan pokok memotret pemandangan adalah kamera DSLR <em>(Digital Single-lens Reflex). </em>Kamera ini dapat dikendalikan otomatis maupun secara secara manual. Untuk mendapatkan hasil foto yang memuaskan dan kreatif, semua proses kerja harus dilakukan secara manual. Artinya, kita mengendalikan tahap demi tahap pembentukan gambar yang diinginkan. Kamera yang dilengkapi pengukur cahaya titik akan banyak membantu. Dengannya, kita bisa mengukur perbedaan kecerahan pada beberapa area yang ada saat pemotretan. Sehingga, kita bisa mengetahui, apakah seluruh kecerahan yang ada bisa terekam dengan baik atau tidak. Jika memiliki pengukur genggam titik, maka alat ini akan sangat membantu kita menghadapi keadaan cahaya yang sulit dan membutuhkan ketelitian pengukuran. Misalnya, cahaya belakang <em>(back­lighting).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memilih Lensa</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/lenses_resize.jpg"><img title="lenses_resize" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/lenses_resize-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pemilihan lensa tergantung pada apa yang akan ditampilkan dalam foto. Fotografer pemandangan biasanya hanya menggunakan satu atau dua lensa kesukaannya. Mereka biasanya memiliki cara pandang tertentu, baik bentuk, ruang dan kecerahan. Dengan demikian, mereka cenderung menggunakan lensa yang sama untuk berbagai macam gambarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya tidak ada ada aturan khusus tentang penggunaan lensa untuk membidik pemandangan alam. Namun, umumnya fotografer lebih banyak menggunakan jenis <em>lensa sudut lebar</em>. Jenis lensa ini bisa menangkap pandangan lebih luas. Dampaknya, kebesaran serta keindahan alam akan lebih terasa. Jika kita ingin berkonsentrasi pada suatu bentuk atau detail tertentu, mungkin salah satu bagian dari bentangan alamnya atau gejolaknya, maka kita bisa menggunakan <em>lensa panjang</em> <em>(telephoto lens). </em>Ada juga fotografer pemandangan yang menggunakan lensa <em>zoom </em>telefoto 80-200 mm sebagai lensa favoritnya. Sewaktu memotret pemandangan, biasanya kita membutuhkan <em>kedalaman ruang tajam</em> yang lebih luas, atau kadang ingin menampilkan lebih banyak subjek dalam barisan atau susunan tertentu. Untuk keperluan seperti ini, kita bisa menggunakan <em>lensa sudut lebar antara 15-28 mm</em>. Dengan pandangan seluas kira-kira 70 – 110°, maka kita bisa menangkap susunan bentuk bentangan alam yang lebih lengkap. Alhasil, kita bisa memperoleh keindahan alam dalam perspektif lebih lengkap.</p>
<p style="text-align:justify;">Lensa 35 mm atau 50 mm bisa juga digunakan, terutama untuk berkonsentrasi pada subjek tertentu atau memperoleh pandangan yang lebih terbatas dari pemandangan tersebut. Biasanya lensa yang sering dipakai adalah <em>lensa sudut lebar 24 mm</em> <em>(super wide-angle lens) </em>sebagai lensa utama. Melalui lensa ini, kita dapat memperoleh luas pandangan memadai, dan berkonsentrasi pada keindahan panorama secara menyeluruh. Membidik dengan lensa sudut lebar seperti ini, biasanya membutuhkan ketepatan penajaman <em>(focusing). </em>Karena, semua elemen-elemen gambar tampil dalam skala sangat kecil. Saking kecilnya, seringkali elemen tersebut tidak begitu jelas terlihat pada jendela bidik, apakah mereka telah mencapai penajaman yang optimal atau tidak. Lensa telefoto juga bisa memberi dampak lain terhadap pemandangan yang direkam. Melalui lensa ini, kita bisa membatasi pandangan dan berkonsentrasi pada subjek tertentu saja. Terutama pada hal-hal yang tampil unik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaiknya, kita membatasi jumlah lensa yang dibawa. Pilihlah lensa-lensa favorit yang akan digunakan saja. Membawa bermacam-macam lensa akan menjadi beban yang berat. Dan juga, akan banyak waktu terbuang untuk memperhatikan dan menjaga semua peralatan yang dibawa. Akibatnya, konsentrasi dan perhatian kita terhadap subjek menjadi berkurang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sistem Kamera Sedang &amp; Besar</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita ingin mendapatkan kualitas lebih baik lagi, kita bisa menggunakan sistem <strong><em>kamera format sedang</em></strong> <em>(medium format camera). </em>Kamera jenis ini memang didesain untuk memberikan kualitas rekaman gambar yang lebih baik lagi. Format filmnya mulai dari 6 x 4,5 cm sampai 6×12 cm. Lebih besar dari format film 35 mm (24 x 36 mm) yang digunakan pada kamera RLT. Dengan ukuran film yang lebih besar ini, maka lebih banyak detil dan gradasi warna yang mampu ditangkap. Hasilnya, gambar pun mampu tampil dengan detil dan nada warna yang lebih kaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demi mendapatkan kualitas puncak <em>(ultimate quality), </em>mau tidak mau kita harus menggunakan <strong><em>kamera format besar</em> </strong><em>(large format cam­era). </em>Ukuran filmnya lebih besar dari medium format, 4×5 inci (9 x 12 cm) atau 8 x 10 inci (19 x 24 cm). Dengan ukuran film lebih besar, kemampuan pengendalian ketajaman dan pengaturan perspektif yang sempurna, maka kita bisa mendapatkan gambar dengan kualitas rekaman yang luar biasa. Setiap detil dapat direkam mendekati kesempurnaan pandangan mata kita. Sehingga, pemandangan tersebut seolah-olah pindah dan ada di hadapan kita. Banyak fotografer pemandangan yang menggunakan kamera format besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tripod &amp; Filter</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kaki tiga <em>(tripod) </em>merupakan salah satu perlengkapan yang perlu dibawa. Penyangga kamera ini sangat diperlukan saat memotret suasana matahari terbit atau terbenam, serta berbagai keadaan alam sekitarnya. Kondisi cahaya redup saat itu menuntut kita menggunakan kecepatan rana rendah, terutama mereka yang menggunakan lensa telefoto dengan bukaan diafragma terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Filter juga sering menjadi perlengkapan yang berguna untuk memotret pemandangan. Yang paling utama, <em><strong>filter polarizing</strong>, </em>berfungsi untuk mengurangi berbagai refleksi cahaya yang tidak diinginkan. Sehingga, kita bisa memperoleh foto dengan warna-warna lebih jernih dan lebih jenuh. Seperti, memperbaiki tampilan langit menjadi lebih biru atau tampilan air yang lebih jernih di pantai. Filter lain yang juga berguna adalah <em><strong>filter gradasi</strong> (graduated fil­ters). </em>Filter ini dapat menurunkan tingkat kecerahan langit, sehingga bisa direkam film secara baik. Hanya, kita harus berhati-hati memilih dan menggunakan gradasi warna. Supaya, tampilan gambar tidak menjadi aneh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Warna atau Hitam Putih?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape4_resize.jpg"><img title="landscape4_resize" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape4_resize-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Anda menginginkan hasil foto yang berwarna atau hitam putih? Kita bisa menghasilkan apa saja. Hitam putih dapat menghantarkan karakter alam secara baik. Ini disebabkan, kekuatan tampilan bentuk dan gradasi nada hitam-putih tidak dipengaruhi oleh berbagai warna. Namun, untuk tampilan terbaik, kita harus memahami pemindahan berbagai warna menjadi gradasi hitam-putih lalu menyusunnya dengan serasi. Sebaiknya kita memang harus menggunakan hasil yang berwarna, dengannya kita mampu merekam warna-warna alam yang menarik. Umumnya penggunaan <strong>ISO 100</strong> merupakan hal yang tepat, karena dengan ISO tersebut kita dapat memperoleh kecepatan rana yang tinggi, 1/60 detik bahkan bisa sampai 1/500 detik pada bukaan diagfragma f/5.6 dalam kecerahan cahaya matahari pagi atau sore.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita akan sulit mengharapkan foto pemandangan yang bagus hanya dengan mengandalkan kemampuan dasar memotret. Apalagi dengan menggunakan peralatan seadanya. Kondisi alam pun sulit diduga dan dimengerti. Ini berarti diperlukan kemampuan teknis, pengalaman cukup banyak, dan peralatan kerja memadai untuk menghadapi berbagai tantangan ini. Negeri kita ini kaya dengan pemandangan alam, tetapi menambangnya perlu usaha dan kerja keras. Jadi teruslah berkarya dengan segenap kemampuan dan peralatan teknis yang ada, jangan sia-siakan kekayaan alam di bumi Indonesia ini dan jadilah <strong>backpacker</strong> di negeri sendiri!</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://goodigital.com/2011/02/landscape-photography-tips/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1028/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1028/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1028/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1028&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/tips-fotografi-untuk-landscape-scenary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape1-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">landscape1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape2-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">landscape2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape3_resize-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">landscape3_resize</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/lenses_resize-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lenses_resize</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/landscape4_resize-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">landscape4_resize</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>18 Tips Fotografi Bagi Pemula (Bagian 2)</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/18-tips-fotografi-bagi-pemula-bagian-2/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/18-tips-fotografi-bagi-pemula-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 09:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSLR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[7. PAN Jika Anda mengambil obyek bergerak dengan kecepatan yang rendah, gunakanlah teknik panning. Yang dimaksud dengan teknik ini adalah memberi kesan gerak pada obyek dengan mengikuti pergerakan obyek. Teknik ini mengakibatkan obyek seolah-olah diam/fokus dan latar belakang menjadi blur, sehingga menjadikan efek bergerak yang cukup dramatik. Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1024&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<p><strong><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/image1_resize.jpg"><img title="image1_resize" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/1237555_41375549_resize-150x141.jpg" alt="" width="150" height="141" /></a></strong></p>
<p><strong>7. </strong><strong>PAN</strong></p>
<p>Jika Anda mengambil obyek bergerak dengan kecepatan yang rendah, gunakanlah teknik <em>panning</em>. Yang dimaksud dengan teknik ini adalah memberi kesan gerak pada obyek dengan mengikuti pergerakan obyek. Teknik ini mengakibatkan obyek seolah-olah diam/fokus dan latar belakang menjadi blur, sehingga menjadikan efek bergerak yang cukup dramatik. Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada obyek tidak hilang.</p>
<p><strong>8. Continuous Shots</strong></p>
<p>Teknik ini berkaitan dengan teknik <em>panning </em>seperti disebutkan diatas. Untuk memperoleh gambar yang bagus dalam teknik <em>panning</em>, maka diperlukan <em>continuous shots</em> atau pengambilan gambar secara terus-menerus dengan menekan tombol <em>shutter</em> sehingga menghasilkan beberapa gambar yang sesuai dengan keinginan kita.</p>
<p><strong>9. </strong><strong>Bagaimana Mengambil Foto di Malam Hari</strong></p>
<p>Pengambilan gambar di malam hari dapat menghasilkan obyek yang benar-benar luar biasa, tapi jika dilakukan dengan benar dan menguasai betul teknik pemotretan di malam hari. Kuasai betul teknik tersebut dan Anda akan menghasilkan gambar yang benar-benar di luar dugaan Anda.</p>
<p><strong>10. Baca Buku Panduan</strong></p>
<p>Jika kamera digital Anda memiliki modus operasi malam, pelajari dengan seksama untuk mendapatkan hasil terbaik melalui buku panduan yang disertakan di dalamnya.</p>
<p><strong>11. Pegang Kamera dengan Mantap</strong></p>
<p>Masalah yang biasa timbul bagi seorang fotografer adalah, hasil gambar yang <em>blur/kabur. </em>Untuk menghindari masalah ini adalah dengan memegang kamera dengan mantap, gunakan kedua tangan, siku beristirahat di dada Anda. Berusahalah untuk selalu tenang dan tidak tegang.</p>
<p><strong>12. Matahari di Delakang Anda</strong></p>
<p>Fotografi adalah berbicara mengenai cahaya, sehingga kita harus selalu memikirkan bagaimana obyek yang akan kita ambil dapat tercahayai dengan baik. Usahakan selalu mengambil obyek dalam posisi membelakangi matahari sehingga menghasilkan obyek yang tercahayai secara alami, dengan cahaya alami ini akan dapat memunculkan kesan warna secara natural dan kontras yang alami.</p>
<p><strong>13. Tentukan Format Foto Anda</strong></p>
<p>Anda dapat menentukan format foto yang ingin Anda ambil, apakah dengan format <em>vertikal </em>ataukah <em>horizontal</em>? Format vertikal menegaskan kesan ketinggian dalam gambar Anda, dan format horizontal cenderung untuk menghasilkan obyek yang bernuansa pegunungan.<strong> </strong></p>
<p><strong>14. </strong><strong>Tambahkan Obyek</strong></p>
<p>Foto lanskap dan oyek bebatuan merupakan obyek yang paling menyenangkan untuk diliput, tetapi seringkali membosankan untuk dilihat. Akan tampak lebih hidup jika dapat menambahkan obyek termasuk diri kita sendiri ke dalam gambar.</p>
<p><strong>15. </strong><strong>Pertimbangkan Berbagai Macam Gaya</strong></p>
<p>Anda dapat mengambil gambar bagus, tetapi jika gambar tersebut diambil dengan gaya pemotretan yang sama tentu akan membosankan untuk dilihat bukan? Anda dapat menambahkan berbagai macam gaya,sertakan obyek pemandangan dan pemotretan orang, close up dan sudut lebar, cuaca yang baik dan cuaca buruk.</p>
<p><strong>16. </strong><strong>Tambahkan Kedalaman</strong></p>
<p>Kedalaman adalah kualitas penting dari sebuah foto yang bagus. Anda tentu tidak ingin menghasilkan sebuah gambar yang datar-datar saja kan? Jika obyek Anda adalah gunung yang tampak jauh, tambahkan seseorang atau pohon di latar depan. Lensa wide angle dapat membantu Anda memperoleh perspektif ini.</p>
<p><strong>17. </strong><strong>Proporsional</strong></p>
<p>Keindahan gambar sering kali kita peroleh jika kita dapat mengambil sebuah obyek sesuai dengan proporsinya.Ada sebuah teknik populer yang disebut <em>Rule of </em><em>Thirds</em>. Anda dapat membagi frame menjadi tiga, secara horisontal dan vertikal. Sekarang tempatkan obyek Anda pada salah satu garis atau persimpangan. Menempatkan obyek dalam posisi <em>centerin</em><em>g </em>akan<em> </em>membosankan. Gunakan <em>Rule of </em>untuk menambah variasi dan mendapatkan obyek yang terlihat lebih menarik.</p>
<p><strong>18. </strong><strong>Detail</strong></p>
<p>Jangan terpaku menggunakan lensa <em>wide</em> untuk mendapatkan obyek agar dapat masuk semua ke dalam frame kita. Anda akan kehilangan perspektif yang bagus dalam hal detail. Sebaliknya gunakan lensa <em>zoom</em> untuk mendapatkan beberapa detail secara representatif dan mendapatkan gambar yang kuat.</p>
<p>Sumber: http://goodigital.com/2011/02/18-tips-untuk-memulai-belajar-fotografi-bag-2/</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1024/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1024&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/18-tips-fotografi-bagi-pemula-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/1237555_41375549_resize-150x141.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image1_resize</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>18 Tips Fotografi Bagi Pemula (Bag 1)</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/18-tips-fotografi-bagi-pemula-bag-1/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/18-tips-fotografi-bagi-pemula-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 09:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSLR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Mengambil foto yang baik tidak sesulit yang Anda pikirkan. Anda tidak perlu kamera yang paling mahal atau memiliki pengalaman yang banyak, hanya 18 tips sederhana berikut ini. Nikmati…! 1. Gunakan semua space atau ruang yang tersedia Jangan takut untuk menggunakan semua ruang dalam foto Anda. Jika Anda ingin mengambil sesuatu gambar, tidak menjadi masalah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1022&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">
<p><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/flower.jpg"><img title="flower" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/1013203_resize-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Mengambil foto yang baik tidak sesulit yang Anda pikirkan. Anda tidak perlu kamera yang paling mahal atau memiliki pengalaman yang banyak, hanya 18 tips sederhana berikut ini. Nikmati…!</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Gunakan semua <em>space</em> atau ruang yang tersedia</strong></p>
<p>Jangan takut untuk menggunakan semua ruang dalam foto Anda. Jika Anda ingin mengambil sesuatu gambar, tidak menjadi masalah untuk mengambil seluruh gambar tanpa atau sangat sedikit menunjukkan latar belakang. Jauhkan pemikiran itu dalam tindakan Anda untuk mengambil gambar.<strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Belajar</strong></p>
<p>Ini adalah aspek penting untuk fotografi. Memahami bentuk dalam foto Anda. Jangan hanya  melihat suatu obyek, temukan bentuk dan sudut terbaik dari sebuah obyek, tempat belajar yang baik ada di sekitar kita dan yang terpenting adalah selalu belajar dari buku-buku fotography yang pernah ada sebagai bahan referensi Anda.<strong> </strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Motion In Your Photos</strong></p>
<p>Jangan pernah bergerak jika Anda memotret obyek diam. Jika ada sesuatu yang bergerak saat Anda mencoba untuk memotret obyek alat tulis, foto Anda tidak akan berubah menjadi lebih baik, dan juga tidak akan pernah menempatkan garis horizon di tengah frame Anda.</p>
<p><strong>4. Belajar Menggunakan Kontras Warna</strong></p>
<p>Beberapa foto terbaik memiliki nuansa putih, abu-abu dan hitam. Anda dapat mengambil gambar yang hebat  hanya dengan satu warna pada obyek Anda, tetapi sebaiknya Anda mengambil sebuah gambar dengan kontras warna yang  jelas, dan ini dapat menjadikan Anda seorang fotografer yang besar.</p>
<p><strong>5. Lebih Dekat Dengan Obyek Anda</strong></p>
<p>Ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang sering dibuat seorang fotografer, yaitu tidak mendapatkan jarak yang cukup dekat dengan sebuah obyek yang akan mereka ambil. Berusahalah untuk selalu menutup kesenjangan jarak. Anda dapat mengatur ulang kembali semua setingan dalam kamera Anda dan akan mendapatkan hasil yang terbaik, dan tidak harus selalu mem-<em>blow up</em> sebuah obyek dari jarak jauh.</p>
<p><strong>6. Shutter Lag</strong></p>
<p>Mengambil gambar bergerak seperti momen olah raga dengan kamera digital, akan menemui sebuah kesulitan yang biasanya disebabkan oleh apa yang disebut sebagai <em>shutter lag</em> atau jeda waktu untuk setiap pengambilan gambar. Artinya, jika Anda menekan tombol untuk mengambil sebuah gambar akan dapat memakan waktu kira-kira sampai satu detik sampai tombol rana menutup kembali. Pada saat itu, mungkin obyek sudah bergerak entah kemana atau sudah melakukan aksi yang lain, ini berarti Anda harus mengkompensasi <em>shutter lag</em> dengan memprediksi apa yang akan obyek Anda lakukan berikutnya. Dan Anda harus dapat mengambil foto sesaat sebelum obyek yang Anda bidik melakukan tindakan atau gerakan yang sudah Anda prediksi sebelumnya. Untuk kamera kelas profesional, Anda tidak akan menemui masalah seperti ini. (<em>bersambung ke bag.2</em>)</p>
<p>Sumber: http://goodigital.com/2011/02/18-tips/</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1022/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1022/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1022/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1022&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/18-tips-fotografi-bagi-pemula-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/1013203_resize-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">flower</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikon D7000 Vs Canon EOS 60D</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/nikon-d7000-vs-canon-eos-60d/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/nikon-d7000-vs-canon-eos-60d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 09:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSLR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1018</guid>
		<description><![CDATA[Inilah pertarungan sengit antara dua kamera DSLR di kelas menengah untuk tahun ini. Nikon yang hadir dengan D7000 (penerus D90) melawan Canon yang mengandalkan EOS 60D (boleh dibilang penerus EOS 50D, walau dalam beberapa aspek penerus EOS 50D yang sesungguhnya adalah EOS 7D). Walau di awal saya sampaikan kalau keduanya sama bagusnya, tentu bedah fitur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1018&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Inilah pertarungan sengit antara dua kamera DSLR di kelas menengah untuk tahun ini. Nikon yang hadir dengan D7000 (penerus D90) melawan Canon yang mengandalkan EOS 60D (boleh dibilang penerus EOS 50D, walau dalam beberapa aspek penerus EOS 50D yang sesungguhnya adalah EOS 7D). Walau di awal saya sampaikan kalau keduanya sama bagusnya, tentu bedah fitur keduanya membuat kita penasaran kan? Yuk simak bagaimana duel raksasa kali ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_front.jpg"><img title="D7k vs 60D_front" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_front.jpg?w=500&#038;h=212&#038;h=212" alt="" width="500" height="212" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari penampilan, D7000 tampak sedikit lebih kecil dibanding 60D. Perbedaan utamanya justru dari material bahan bodinya, dimana D7000 memakai <em>magnesium alloy</em> sedang 60D memakai <em>polycarbonate resin</em> (plastik). Suatu hal yang berkebalikan karena dulu D90 yang memakai plastik sedang 50D justru memakai magnesium. Keduanya memiliki desain yang mirip, terutama bagaimana penempatan mode dial dan layar LCD di bagian atas. Kamera Nikon kelas menengah memiliki tombol putar di bagian depan yang bisa diputar dengan jari telunjuk, sedang Canon selalu menempatkan tombol putar di dekat tombol shutter.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_top.jpg"><img title="D7k vs 60D_top" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_top.jpg?w=500&#038;h=292&#038;h=292" alt="" width="500" height="292" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Lensa kit D7000 sedikit lebih pendek dibanding lensa kit 60D, sehingga pada perbandingan di atas 60D tampak lebih panjang. Dari gambar di atas nampak pula bahwa desain layar top LCD dari 60D tidak berbentuk persegi panjang, sementara untuk desain grip nampak D7000 lebih kecil dan sempit dibanding 60D. <em>On-off </em>di D7000 seperti biasa melingkari tombol shutter, sedang 60D kini menempatkan <em>on-off</em> di dekat mode dial di sebelah kiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_back.jpg"><img title="D7k vs 60D_back" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_back.jpg?w=500&#038;h=201&#038;h=201" alt="" width="500" height="201" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan utama yang nampak dari belakang adalah tata letak tombol. D7000 memiliki empat tombol yang berderet di sebelah kiri layar, sedang 60D dengan layar sistem lipatnya membuat tidak mungkin ada tombol apapun di sebelah kiri layar. Kendali putar di bagian belakang yang dioperasikan dengan jempol berbeda dalam desain, dimana 60D memakai sistem roda seperti layaknya DSLR Canon kelas profesional lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum membahas perbedaan fitur dan kinerja keduanya, ada baiknya melihat dulu ringkasan <em>head-to-head</em> dari D7000 dan 60D berikut ini :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d.png"><img title="D7k vs 60D" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d.png?w=427&#038;h=429&#038;h=429" alt="" width="427" height="429" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Ditinjau dari sensornya, meski D7000 kalah dalam hal resolusi namun dalam kenyataan di lapangan perbedaan 16 MP dan 18 MP tidak signifikan (16 MP = 4928 x 3264 sedangkan 18 MP = 5184 x 3456). Kinerja <em>burst</em> keduanya juga relatif berimbang antara 5 hingga 6 fps yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dari tabel di atas nampak keduanya juga berimbang dalam hal maksimum shutter speed dan<em> flash sync</em>, hanya sebagai catatan pada D7000 dengan FP mode nilai <em>flash sync</em> bisa dinaikkan ke 1/320 detik. Kemampuan ISO keduanya sama-sama maksimum di ISO 6400 (batas tertinggi untuk hasil foto yang masih layak) namun ISO keduanya bisa dipaksa melampaui angka tersebut dengan resiko gambar jadi jelek, sehingga rasanya ISO 12800 atau ISO 25600 semestinya tidak terlalu dibutuhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nikon D7000 di atas kertas lebih unggul soal auto fokus dan metering, dengan 39 titik AF (9 diantaranya <em>cross type</em>) dan 2016 piksel metering, plus <em>3D AF tracking </em>yang akurat. Di lain pihak EOS 60D cuma memiliki 9 titik AF yang semuanya <em>cross type</em> (bahkan EOS 7D hanya punya 19 titik AF) sedang untuk metering 60D mengandalkan 63 area zona metering. Dalam dunia nyata, angka yang tinggi memang memungkinkan akurasi lebih baik, namun hasil sangat tergantung pada fotografer dan kondisi pemotretan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tampilan di layar LCD khususnya untuk menu sudah sangat lengkap dengan struktur menu khas Nikon untuk D7000 (list ke bawah) dan khas Canon untuk 60D (list ke kanan).</p>
<div id="attachment_3893" style="text-align:justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/menu-d7k.gif"><img title="Menu D7k" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/menu-d7k.gif?w=240&#038;h=180&#038;h=180" alt="" width="240" height="180" /></a>Menu D7000</div>
<div id="attachment_3894" style="text-align:justify;"><a href="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/menu-60d.gif"><img title="Menu 60D" src="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/menu-60d.gif?w=240&#038;h=160&#038;h=160" alt="" width="240" height="160" /></a>Menu EOS 60D</div>
<h3 style="text-align:justify;">Keunggulan utama Nikon D7000</h3>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang tak terbantahkan adalah kesan profesional yang dirasakan saat melihat dan memakai D7000. Bodi yang kokoh, dilindungi dengan <em>weather seal</em>, serta adanya dual memori slot menandakan kamera ini sanggup diandalkan oleh para profesional. Hal lainnya adalah adanya berbagai tombol dan kendali langsung yang disukai fotografer profesional.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Keunggulan utama Canon EOS 60D</h3>
<p style="text-align:justify;">Bila tujuan membeli DSLR adalah untuk dimaksimalkan dalam merekam video, maka 60D mengungguli D7000 dalam hal tersebut. Dengan layar LCD yang bisa dilipat dan diputar membuat merekam video (dan juga memotret dengan mode <em>live-view</em>) menjadi mudah dan nyaman. Belum lagi 60D memberi berbagai pilihan untuk resolusi video berikut <em>frame rate</em>-nya hingga maksimal 1920 x 1080 piksel dan 30fps. Keunggulan lain 60D terhadap D7000 adalah harga jualnya yang lumayan terpaut banyak, saat ini 60D kit dijual 11 juta sedang D7000 kit dijual 13 juta.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Kekurangan kecil Nikon D7000</h3>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada gading yang tak retak. Beberapa hal kecil yang cukup disayangkan untuk kamera selengkap D7000 diantaranya adalah tidak ada <em>histogram</em> saat <em>live view</em> (bahkan semua kamera saku bisa melakukan ini) dan tidak menampilkan nilai ISO di viewfinder optik (sebaliknya, 60D bisa).</p>
<h3 style="text-align:justify;">Kekurangan kecil Canon EOS 60D</h3>
<p style="text-align:justify;">Untuk kamera yang mewarisi semua fitur dari nama besar EOS ‘dua digit’ semestinya Canon tidak menghilangkan fitur <em>micro AF adjust</em> di 60D. Tanpa fitur ini, beberapa lensa yang mengalami <em>front focus</em> atau <em>back focus</em> tidak bisa dikalibrasi ulang (fitur ini ada di D7000).</p>
<h3 style="text-align:justify;">Kesimpulan</h3>
<p style="text-align:justify;">Kedua kamera ini sama-sama mantap, bisa dimiliki sebagai kamera pertama anda maupun anda yang ingin <em>upgrade</em> (misalnya sudah punya Nikon D40/D60/D70/D80/D90/D3000/D5000 atau EOS 400D/450D/500D) namun anda yang punya 40D atau 50D lebih disarankan <em>upgrade </em>ke EOS 7D. Kualitas foto dan video yang dihasilkan keduanya tak perlu diragukan. Sensor keduanya sudah mampu dipakai untuk hasil cetak resolusi tinggi dan fitur videonya sudah mencukupi untuk membuat klip berkesan profesional. Kinerja keduanya juga cukup cepat, apalagi bila pemakainya bisa memaksimalkan tombol, kendali putar dan tuas yang terdapat di berbagai sisi kamera.</p>
<p style="text-align:justify;">Nikon D7000 semestinya lebih akurat dalam urusan auto fokus dan metering, meski 60D tidak bisa dibilang kalah dalam aplikasi di lapangan. Pilihan lebih baik ditujukan dengan mengacu anggaran yang ada, rencana pemakaian kamera ke depan (lebih banyak <em>outdoor </em>atau hanya di studio), rencana pasangan lensa (bila membeli <em>body-only</em>) dan apakah anda perlu layar LCD lipat atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://gaptek28.wordpress.com/2011/03/04/nikon-d7000-vs-canon-eos-60d/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1018/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1018&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/nikon-d7000-vs-canon-eos-60d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_front.jpg?w=500&#38;h=212" medium="image">
			<media:title type="html">D7k vs 60D_front</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_top.jpg?w=500&#38;h=292" medium="image">
			<media:title type="html">D7k vs 60D_top</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d_back.jpg?w=500&#38;h=201" medium="image">
			<media:title type="html">D7k vs 60D_back</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/d7k-vs-60d.png?w=427&#38;h=429" medium="image">
			<media:title type="html">D7k vs 60D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/menu-d7k.gif?w=240&#38;h=180" medium="image">
			<media:title type="html">Menu D7k</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gaptek28.files.wordpress.com/2011/03/menu-60d.gif?w=240&#38;h=160" medium="image">
			<media:title type="html">Menu 60D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikon D7000 Review!!</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/nikon-d7000-review/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/nikon-d7000-review/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 08:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSLR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[Introduction Nikon D7000 adalah kamera DSLR prosumer baru dengan sensor DX-format 16.2-megapixel. Highlights dari Nikon D7000 ini adalah termasuk kapasitas Video Full HD 1080p dengan full autofocus dan kontrol manual exposure, rentang ISO 100-25600 merupakan yang terluas dari setiap kamera Nikon DX, sistem Matrix Metering terbaru yaitu 3D 2016-pixel, mesin EXPEED 2 image – processing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1014&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Introduction</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon-d70001.jpg"><img title="nikon-d7000" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon-d70001.jpg" alt="" width="275" height="258" /></a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nikon </strong><strong>D7000</strong> adalah kamera <strong>DSLR</strong> prosumer baru dengan sensor <strong>DX</strong><strong>-</strong><strong>format 16.2-megapixel</strong>. <em>H</em><em>ighlights</em> dari <strong>Nikon </strong><strong>D7000</strong> ini adalah termasuk kapasitas <strong>V</strong><strong>ideo</strong><strong> Full HD 1080p</strong> dengan <em>full </em><em>autofocus</em> dan kontrol <em>manual</em><em> exposure</em>, rentang <strong>ISO</strong><strong> 100-25600</strong> merupakan yang terluas dari setiap kamera Nikon DX, sistem <em>Matrix Metering</em> terbaru yaitu <strong>3D 2016-pixel</strong>, mesin <strong>EXPEED 2 image – processing</strong> terbaru, <strong>39-point Autofocus </strong>dengan sistem pelacakan <strong>3D</strong>, <strong>14-bit</strong> konversi analog ke digital, <strong>6fps continous shooting</strong>, body yang anti debu dan kelembaban yang dibalut <em>magnesium alloy</em>, resolusi ketajaman layar yang mencapai <strong>912k</strong> pada pada layar LCD 3 inch, serta slot memori yang dapat menampung 2 kartu sekaligus. Harga kamera ini sekarang sekitar Rp. 11.399.000 <em>body only</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ease of Use</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kehadiran Nikon D7000 dapat dikatakan berada diantara 2 kamera Nikon lainnya yaitu D90 dan D300s, bukan hanya dalam hal fitur dan fungsinya tetapi juga dalam hal bobotnya. Kamera ini lebih berat daripada D90 dan lebih ringan dari D300s. Pegangan tangan sebelah kanan mempunyai kemiripan dengan D300s yaitu sama-sama berlapis karet <em>chunkier</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/AF-S-DX-NIKKOR-18-105mm-f-3.5-5.6G-ED-VR.jpg"><img title="AF-S-DX-NIKKOR-18-105mm-f-3.5-5.6G-ED-VR" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/AF-S-DX-NIKKOR-18-105mm-f-3.5-5.6G-ED-VR-150x150.jpg" alt="" width="161" height="150" /></a></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lensa kit</em> <strong>18</strong><strong>-</strong><strong>105mm f/3.5-5.6G ED VR</strong> terasa seimbang pada Nikon D7000, meskipun hanya memiliki mount dari plastik. Fasilitas <strong>VR</strong> (<em>Vibration Reduction</em>) yang disertakan pada lensa ini memiliki nilai keuntungan tersendiri, mengingat Nikon saat ini belum menawarkan fasilitas VR pada bodi kamera-kamera mereka. Lensa ini serbaguna karena rentang fokus yang dihasilkan cukup lebar yaitu antara 18-105mm, sehingga cocok untuk dipakai pada kondisi pemotretan landscape hingga zoom sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Shutter release</em> pada Nikon D7000 cukup tenang tanpa menimbulkan kebisingan berarti, dan telah melalui uji coba melampaui 150.000 siklus. Selain itu terdapat juga mode <em>Quiet</em>, yaitu ketika cermin diangkat cukup perlahan untuk mengurangi suara. Hal ini akan sedikit menambah <em>shutter lag</em> meskipun tidak terlalu signifikan. Dalam hal ini pihak Nikon tetap merekomendasikan penggunaan mode Quiet untuk pengambilan moment yang memang membutuhkan suasana yang sangat tenang (pengambilan gambar bayi dalam kondisi tidur) dimana problem shutter delay bukan merupakan masalah yang berarti.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara garis besar, keseluruhan fungsi kontrol yang terdapat pada kamera ini sangat mirip dengan pendahulunya yaitu D90. Dengan dua roda kontrol dan tombol khusus untuk mengendalikan <em>sensivitas ISO, white balance, metering</em> dan <em>mode AF</em>. Hanya tombol <em>live view</em>, <em>movie</em> dan <em>lockable drive mode</em> yang memang baru dan belum terdapat pada model D90. Selain itu tombol playback telah berpindah ke sebelah kiri jendela bidik. Peningkatan tampilan ini disesuaikan berdasarkan pengalaman yang telah ada dan telah diterapkan sebelumnya pada model D90.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/EN-EL15.jpg"><img title="EN-EL15" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/EN-EL15-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Nikon D7000 menggunakan baterai <strong>EN</strong><strong>-</strong><strong>EL15</strong> baru, <strong>MH</strong><strong>-</strong><strong>25</strong> charger dan baterai grip <strong>MB</strong><strong>-</strong><strong>D11</strong>, yang dapat meningkatkan kapasitas baterai tetapi tidak dapat mempercepat kinerja kamera dengan cara apapun. Kapasitas penyimpanan gambar cukup besar yaitu dengan 2 slot memory card <strong>SD</strong> / <strong>SDHC</strong> yang tersimpan dalam sebuah kompartemen yang terdapat di sebelah kanan bodi kamera. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan dua kartu secara bersamaan atau ketika kartu pertama penuh maka secara otomatis kartu ke dua akan menyimpan gambar Anda. Fasilitas <em>dual slot memory</em> ini memudahkan penggunaan ketika Anda hendak menyimpan model gambar <strong>RAW</strong> atau <strong>JPEG</strong>. Slot pertama dapat digunakan untuk menyimpan gambar berformat RAW dan slot kedua untuk JPEG. Hal ini juga jelas sangat memperluas kapasitas memori secara keseluruhan, dan sangat berguna ketika Anda mengambil banyak gambar dalam waktu singkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Nikon D7000 mengikuti model kamera DSLR umumnya, yaitu menempatkan mode <em>dial</em> diatas bagian kamera, yang memungkinkan Anda untuk memilih salah satu dari modus seperti <strong>Manual</strong>, <strong>Aperture Priority</strong>, <strong>Shutter Priority</strong> atau 19 mode scene yang berbeda. Tombol <em>exposure compensation</em> ditempatkan di sebelah tombol <em>shutter release</em>. Penggunannya cukup sederhana, tahan tombol ini dengan telunjuk kanan kemudian putar roda kontrol yang berada di belakang kamera dengan ibu jari Anda untuk menyesuaikan pengaturannya. Sedangkan tombol lain yang letaknya berdekatan dengan tombol ini adalah fungsi <em>metering</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Nikon D7000 memiliki status <strong>LCD </strong><strong>monokromatik</strong> hampir sama dengan D90, sebuah fitur <em>pro</em><em>-</em><em>level</em> yang target penggunaannya memang ditujukan bagi pengguna yang pro. Untuk sebagian besar kamera, penggunaan LCD di bagian belakang menampilkan semua menu yang terdapat di dalam kamera, tetapi untuk Nikon D7000 sebagian pengaturan kunci pada kamera ini dapat dilihat pada panel yang lebih kecil yang terletak di atas bodi kamera. Hal ini tentu menghemat pemakaian baterai.</p>
<p style="text-align:justify;">Sensor <strong>CMOS</strong> 12 megapixel yang terdapat pada D90 telah digantikan oleh sebuah chip berukuran <strong>16.2 megapixel</strong> (sensor yang sama seperti yang digunakan pada <strong>Sony A55</strong>). Sensor ini mampu menampilkan <em>Live View</em> mode, merekam video <em>Full HD</em> dan mengambil gambar 6fps hingga 100 gambar JPEG, terdapat peningkatan dari 4.5fps pada D90. Terdapat pula mode <em>cleaning sensor</em> yang dapat membersihkan partikel debu yang menempel pada sensor melalui getaran frekuensi tinggi. Anda dapat menentukan fasilitas ini melalui Menu setup, apakah Anda ingin proses pembersihan sensor berlangsung ketika <em>shut down</em>, <em>start up</em> atau opsi default kedua-duanya dijalankan. Sensor baru pada kamera ini dilengkapi dengan <em>image processing EXPEED 2</em> dengan <em>14-bit A/D Conversion</em>, sehingga dapat menghasilkan warna yang lebih kaya serta menghasilkan kinerja kamera secara lebih cepat.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon-d7000-23.jpg"><img title="nikon-d7000-2" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon-d7000-23-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Nikon D7000 memiliki tampilan <strong>LCD</strong> dengan resolusi <em>920.000 pixel</em> dengan ukuran layar <em>3.0 inch</em>. Layar tersebut bukan hanya berfungsi sebagai navigasi menu dan preview hasil foto saja, tetapi juga berfungsi untuk menampilkan status sekunder dan memberi fasilitas menampilkan sebagian menu bagi pemilik kamera DSLR <em>entry-level</em> yang tidak terbiasa untuk menggunakan fasilitas-fasilitas menu yang terpampang di layar LCD kamera mereka. Layar LCD ini juga dapat menampilkan menu <em>live view</em> baik untuk pengambilan gambar diam maupun video.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan yang mendasar antara D90 dengan D7000 adalah cakupan bingkai, dengan cakupan yang hanya sebesar 96% pada D90 dan untuk D7000 dapat mengcover area bidik sebesar 100%. Sementara itu sistem <em>auto focus</em> juga telah ditingkatkan secara signifikan, dengan titik pusat secara permanen ditandai pada layar dan 39 titik fokus lainnya ditandai sebagai kotak-kotak merah. Terdapat pula 3 tanda peringatan, yang dapat mengingatkan Anda ketika Anda berada dalam mode pengambilan gambar hitam putih, baterai hampir habis atau Anda lupa menyisipkan kartu memori. D7000 memiliki 39 sensor <em>auto focus</em>, dimana 9 diantaranya adalah jenis <em>cross</em>. Sedangkan 30 titik fokus lainnya berasal dari berbagai variasi garis, sehingga akibatnya fokus hanya peka terhadap detail yang berada pada titik vertikal atau horisontal, bukan untuk keduanya. Tetapi hal ini bukan merupakan masalah yang berarti, pada prakteknya kamera masih tetap mampu mengunci fokus pada objek dengan mudah dimanapun titik fokus berada.  Perlu diketahui bahwa default area <strong>AF</strong> adalah ‘<em>auto-area</em>’ di sebagian besar <em>scene mode</em> dan <em>exposure</em>, termasuk juga untuk mode <strong>P</strong>, <strong>A</strong>, <strong>S</strong> dan <strong>M</strong>. Dalam mode ‘<em>auto-area</em>’. Anda dapat merubah titik fokus sesuai dengan keinginan Anda, apakah <em>single point</em>, <em>dynamic</em> atau <em>3D-tracking auto focus</em>. Untuk single point akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk dapat menentukan yang mana saja dari 39 titik fokus yang ingin Anda gunakan. Pada jendela bidik, akan terlihat kotak berwarna merah sebagai titik fokus Anda, untuk memilihnya dapat dilakukan dengan menekan tombol mode <strong>AF</strong> sambil menggerakkan <em>pad</em> empat arah, kecuali <em>focus selector</em> ada dalam posisi “L” (<em>locked</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Anda memilih <em>dynamic AF</em>, Anda juga dapat menentukan titik AF berdasarkan keinginan Anda. Tetapi kamera akan mencari titik fokus berdasarkan informasi dari sekitar titik fokus jika objek secara singkat bergerak meninggalkan titik fokus yang sudah kita tentukan tadi. Jadi intinya adalah <em>dynamic focus</em> merupakan suatu cara untuk dapat mengambil atau menentukan titik fokus dimana objek yang sudah ditentukan selalu dalam posisi bergerak. Anda akan dapat melihat bahwa titik fokus pada kamera akan selalu bergerak mengikuti objek. Mode ini biasanya dipakai untuk mengambil scene olahraga.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/built-in-flash.jpg"><img title="built-in-flash" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/built-in-flash-231x300.jpg" alt="" width="231" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk <em>flash</em>, kamera ini memiliki lampu kilat yang terpasang pada bodi (<em>built-in</em>) dengan <strong>Guide Number</strong> 12 pada ISO 100. Dalam modus otomatis, lampu kilat ini akan menyala jika kamera menganggap itu perlu. Tapi di sebagian besar <em>exposure mode</em> lainnya hal ini diserahkan sepenuhnya kepada fotografer, apakah akan menggunakan lampu kilat atau tidak. Lampu kilat yang terdapat dalam kamera ini dapat berfungsi sebagai sumber cahaya darurat (<em>emergency light source</em>) atau sebagai cahaya pengisi (<em>fill in</em>), tetapi dapat pula berfungsi sebagai cahaya utama (<em>main light</em>) terhadap 2 kelompok lampu kilat nirkabel (<em>wireless flash unit</em>s). Anda dapat men-setting <em>built-in flash</em> pada kamera ini menjadi <em>master</em> atau <em>slave</em>, atau Anda dapat juga memilih mode operasi <strong>TTL</strong>, <strong>Auto</strong> atau<strong> Manual</strong>. Lampu kilat eksternal yang <em>compatible</em> terhadap kamera ini adalah <strong>SB-900</strong>, <strong>SB-800</strong>, <strong>SB-700</strong>, <strong>SB-600</strong> dan <strong>SB-400</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kebanyakan kamera DSLR terbaru dari Nikon dan juga produsen lain, D7000 juga menawarkan fasilitas <em>Live View</em> dari sensor utama. Fasilitas ini memudahkan kita untuk mengambil gambar dengan sudut yang cukup menyulitkan. Anda dapat melihat pada layar di belakang kamera sama dengan apa yang Anda lihat melalui jendela bidik, dan Anda dapat juga menghubungkan kamera melalui kabel <strong>HDMI</strong> untuk dapat dilihat pada panel LCD atau layar plasma. Terdapat sebuah persegi panjang berwarna merah yang terletak di tengah yang berfungsi sebagai fokus pada kamera. Anda dapat memindahkan kemana saja sesuai dengan fokus yang Anda inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon_d7000-liveview.jpg"><img title="nikon_d7000-liveview" src="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon_d7000-liveview-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">D7000 memiliki dua mode fokus, yaitu <strong>AF Live View</strong>, <strong>AF-A</strong> dan <strong>AF-F</strong>. Keduanya menggunakan <em>kontras</em> untuk mendeteksi sebuah metode fokus, dengan menekan tombol rana setengahnya dan arahkan fokus ke objek untuk kemudian dapat menguncinya dengan <em>AF-locking</em>. Untuk mode <strong>AF-F</strong> (<em>AF full time servo</em>) dapat secara otomatis melacak objek terus menerus bahkan ketika objek tersebut bergerak. Mode <strong>AF-Live View</strong> bukan merupakan mode <em>auto focus</em> yang cepat, butuh sekitar 1 sampai 2 detik untuk mengunci fokus pada objek dengan kondisi pencahayaan yang bagus.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>AF-area mode</em> dapat dipilih berdasarkan: <strong>face-priority AF</strong>, <strong>wide-area AF</strong>, <strong>normal-area AF</strong> dan <strong>subject-tracking AF</strong>. <em>Face-priority AF</em> tidak memiliki masalah dalam menemukan dan melacak wajah manusia selama mereka menghadap ke arah kamera, dan sistem dapat mendeteksi hingga 35 wajah dan akan berusaha untuk tetap fokus pada objek yang paling dekat dengan kamera.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Live View</strong> pada Nikon D7000 dapat juga digunakan untuk mengambil gambar bergerak (<em>movie</em>). Setelah menggeser <strong>Lv</strong> switch ke kiri, kemudian secara opsional memberikan setting untuk <em>aperture</em>, <em>shutter speed </em>dan <em>focus</em>, Anda dapat dengan mudah mengambil video dengan menekan tombol <em>Movie</em>. Kamera dapat merekam secara <strong>full high-definition</strong>, <strong>wide screen video</strong> dalam resolusi 1920×1280 pixel, pada frame rate <strong>24fps</strong>, berformat <strong>AVI</strong> dan menggunakan <strong>motion JPEG codec</strong>. Dengan menggunakan mode live view, <em>contrast-detect AF</em> juga dapat dilakukan selama pengambilan video berlangsung. Terdapat sedikit suara menderu ketika kamera melakukan fokus terhadap objek dan tetap terlihat terlalu lambat dalam mencari fokus untuk objek yang bergerak, dan biasanya banyak pengguna kamera ini beralih menggunakan mode fokus manual untuk mengantisipasi hal ini. Walaupun demikian, Nikon D7000 merupakan kamera DSLR pertama yang dapat melakukan fokus selama proses perekaman video berlangsung, meskipun tidak secepat kamera pesaingnya seperti <strong>Panasonic Lumic GH1/2</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Anda dapat mengatur <em>aperture</em> dan <em>shutter speed</em> dari kamera pada mode <em>movie</em>, meskipun kecepatan terendah yang dapat digunakan hanya 1/30 serta menambahkan <em>exposure compensation</em> dan <em>AE-Lock</em>. Suara yang dihasilkan dari <em>built-in microphone</em> masih bersifat <em>mono</em> dengan 3 tingkat sensivitas yang berbeda. Untuk dapat menghasilkan suara yang stereo dapat ditambahkan <em>external microphone</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Ukuran maksimal sebuah video klip berkisar 2 gigabytes, mengingat setiap menitnya data yang tersimpan mencapai 100 megabytes yang berarti akan diperoleh sebuah video berdurasi sekitar 20 menit untuk kapasitas 2 gigabytes. Tetapi pihak Nikon menerapkan peraturan khusus yang berlaku di Uni Eropa, bahwa panjang maksimal clip hanya 5 menit untuk kualitas video yang <em>high definition</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Nikon D7000 menawarkan beberapa software terintergrasi pada kamera yang berfungsi untuk meningkatkan hasil gambar yang sudah kita buat. Diantaranya adalah, <em>post-capture D-lighting</em> (berguna jika Anda lupa mengaktifkan <strong>Active D-Lighting</strong> sebelum mengambil gambar), <em>red-eye correction, trimming, monochrome conversion, different filter effects, colour adjustments, image resizing, image overlay, in-camera RAW processing, quick auto retouching, straightening of crooked pictures, lens distortion correction, perspective control (reduction of keystoning, and new fish eye, miniature, colour outline and colour sketch effects</em>. Fitur-fitur yang terdapat dalam kamera ini sangat membantu kita dalam proses pengolahan gambar, dan mungkin akan mengurangi waktu Anda untuk retouching di depan komputer dengan menggunakan software pengolah gambar yang biasa Anda gunakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Konektivitas yang digunakan pada kamera ini adalah <strong>USB/Video Out</strong> dan <strong>HDMI </strong>(<strong>High Definition Multimedia Interface</strong>) mini port, serta aksesori tambahan untuk mikrofon eksternal.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Conclusion</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nikon D7000</strong> hadir mengadopsi keberhasilan D90 sebagai kamera <em>entry level</em> dan D300s sebagai kamera <em>semi pro</em> yang tentunya memiliki kelebihan yang berada di atas keduanya. Bahkan kehadiran Nikon D7000 mampu menarik hati para pecinta D300s sebagai alternatif kamera pengganti bagi mereka. Dengan sensor <strong>16.2 megapixel</strong> merupakan kelebihan tersendiri bagi kamera ini, didukung dengan kualitas gambar yang sempurna di rentang ISO 100 – 6400 yang tanpa noise, bahkan untuk settingan ISO <em>up to</em> 6400, 12.800 dan 25.600 hasil yang diperoleh masih sanggup untuk dicetak meskipun untuk ukuran yang relatif lebih kecil.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Exposure</em>, <em>colour</em> dan <em>white balance</em> semuanya dapat diandalkan, dan pilihan format gambar RAW dapat memberikan keleluasaan bagi Anda untuk bermain dengan <em>tone</em> warna yang baik. Mungkin satu kekurangan kecil, yaitu tidak disertakannya kontrol terhadap pengurangan <em>noise</em> pada kamera tetapi tetap disediakan dalam paket pembelian yaitu <strong>ViewNX 2 RAW</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk fasilitas video juga sangat baik, dengan dukungan format video <strong>Full HD 1080p</strong> pada <strong>24fps</strong> ditambah kemampuan untuk fokus secara otomatis selama proses perekaman video. Hanya saja kekurangan dalam hal ini adalah sistem <strong>AF</strong> masih berjalan lambat apalagi jika mengambil objek yang bergerak cepat. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari proses perekaman video, memang disarankan untuk pengambilan fokus secara manual.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berbagai macam fasilitas serta kelebihan yang terdapat dalam kamera ini, akan terasa sangat sulit untuk memilih antara Nikon D7000 dengan saingan utamanya yaitu Canon EOS 60D. Mode <strong>full-time AF</strong> selama perekaman video pada Nikon D7000 tidak sungguh-sungguh menciptakan perbedaan kelas dan bukan merupakan sebuah kekurangan terhadap Canon 60D yang memiliki <strong>vari-angle LCD screen</strong>. Tetapi dalam hal ini berarti Nikon D7000 memiliki sedikit kelebihan pada kualitas gambar yang bersih meskipun diambil pada ISO yang tinggi, sistem AF yang lebih halus, lebih cepat untuk proses <em>burst shooting</em> dan tentunya bodi kamera yang terbuat dari magnesium yang lebih tahan lama. Untuk pemilik kamera Nikon D90, memiliki kamera Nikon D7000 adalah merupakan upgrade dari kamera lama Anda dan salah satu alternatif sebelum Anda beralih untuk membeli Nikon D300s. Selamat mencoba dan merasakan hasil karya Anda yang fantastis!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Specifications</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Lens Mount </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Nikon F bayonet mount</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Picture Angle </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Effective picture angle 1.5x (Approx.) conversion factor (Nikon DX format)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Effective Pixels </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">16.2 million</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Sensor Size </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">23.6 x 15.6mm</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Image Sensor Format </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">DX</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Image Sensor Type </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">CMOS</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Total Pixels </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">16.9 million</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Dust-Off Reference Photo </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Image Area (pixels) </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">DX-format<br />
(L) 4928 x 3264<br />
(M) 3696 x 2448<br />
(S) 2464 x 1632</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>File Format </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">NEF (RAW): lossless compressed or compressed 12 or 14 bit<br />
JPEG: JPEG-baseline-compliant; can be selected from Size Priority and Optimal Quality<br />
MOV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Picture Control </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Landscape<br />
Monochrome<br />
Neutral<br />
Nine User-customizable Settings<br />
Portrait<br />
Standard<br />
Vivid</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Storage Media </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">SD<br />
SDHC<br />
SDXC</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Card Slot </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2 Secure Digital (SD)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>File System </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Compliant with DCF (Design Rule for Camera File System) 2.0<br />
DPOF (Digital Print Order Format)<br />
EXIF 2.3 (Exchangeable Image File Format for Digital Still Cameras</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Viewfinder </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Eye-level pentaprism single-lens reflex viewfinder</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Viewfinder Frame Coverage </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">100%Approx.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Viewfinder Magnification </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">0.95x Approx.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Viewfinder Eyepoint </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">19.5mm</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Viewfinder Diopter Adjustment </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">-3 to +1m⁻¹</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Focusing Screen </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Type B BriteView Clear Matte Mark II with AF area brackets (grid lines can be displayed)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Reflex Mirror </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Quick-return type</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Depth-of-field Control </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Lens Compatibility at a Glance*** </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">AF-S or AF lenses fully compatible<br />
Metering with AI lenses</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Compatible Lenses </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Type G or D AF NIKKOR: All functions supported<br />
IX Nikkor lenses cannot be used<br />
DX AF NIKKOR: All functions possible<br />
AF-NIKKOR for F3AF not supported<br />
AI-P NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II<br />
PC Micro-NIKKOR does not support some functions<br />
Non-CPU: Can be used in modes A and M; color matrix metering and aperture value display supported if user provides lens data (AI lenses only)<br />
Electronic rangefinder can be used if maximum aperture is f/5.6 or faster<br />
Other AF NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Shutter type </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Electronically controlled vertical-travel focal-plane</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Fastest Shutter Speed </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">1/8000 sec. in steps of 1/3<br />
1/2<br />
1 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Slowest Shutter Speed </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">30 sec. in steps of 1/3<br />
1/2<br />
1 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Flash Sync Speed </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Up to 1/250 sec.<br />
Synchronizes with shutter at 1/320s or slower (flash range drops at speeds between 1/250 and 1/320s)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Bulb Shutter Setting </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Shutter Release Modes </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Single-frame [S] mode<br />
Continuous low-speed [CL] mode; 1-5 frames per second<br />
Continuous high-speed [CH] mode; 6 frames per second<br />
Live View [LV] mode<br />
Self-timer mode</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Continuous Shooting Options </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">DX-format<br />
CH: Up to 6 frames per second<br />
CL: Up to 5 frames per second</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Top Continuous Shooting Speed at full resolution </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">6 frames per second<br />
<em>(CIPA guidelines)</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Self-timer </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2, 5, 10, 20 sec. Timer duration electronically controlled</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Exposure Metering System </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">TTL exposure metering using 2,016-pixel RGB sensor</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Metering Range </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">0 to 20 EV (Matrix or center-weighted metering at ISO 100 equivalent, f/1.4 lens, at 20°C/68°F)<br />
2 to 20 EV (Spot metering at ISO 100 equivalent, f/1.4 lens at 20°C/68°F)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Exposure Meter Coupling </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">CPU<br />
AI</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Exposure Modes </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Programmed Auto with flexible Program (P)<br />
Shutter-Priority Auto (S)<br />
Aperture-Priority Auto (A)<br />
Manual (M)<br />
Auto<br />
Auto (flash off)<br />
Advanced Scene Modes<br />
U1 (user setting 1)<br />
U2 (user setting 2)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Advanced Scene Modes </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Portrait<br />
Landscape<br />
Close-up<br />
Sports<br />
Night Portrait<br />
Night Landscape<br />
Party / Indoor<br />
Beach / Snow<br />
Child<br />
Sunset<br />
Dusk / Dawn<br />
Pet Portrait<br />
Candlelight<br />
Blossom<br />
Autumn Colors<br />
Food<br />
Silhouette<br />
High Key<br />
Low Key</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Exposure Compensation </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">±5 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Exposure Bracketing </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Exposure Lock </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Mirror Lock Up </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>ISO Sensitivity </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">ISO 100 – 6400<br />
Hi-1 (ISO 12,800)<br />
Hi-2 (ISO 25,600)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Lowest Standard ISO Sensitivity </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">100 in steps of 1/3<br />
1/2<br />
1 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Highest Standard ISO Sensitivity </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">6400 in steps of 1/3<br />
1/2<br />
1 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Highest Expanded ISO Sensitivity </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">HI-2 (ISO 25,600 equivalent)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Expanded ISO Sensitivity Options </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hi-1 (ISO-12,800 equivalent) in 1/3, 1/2 or 1 EV<br />
Hi-2 (ISO 25600 equivalent)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Long Exposure Noise Reduction </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>High ISO Noise Reduction </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Low<br />
Normal<br />
High<br />
Off</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>D-Lighting Bracketing </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2 or 3 exposures</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Single-point AF Mode </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Dynamic AF Mode </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Number of AF points: 9, 21, 39 and 39 (3D-tracking)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Auto-area AF Mode </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Autofocus System </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Nikon Multi-CAM 4800DX autofocus sensor module with TTL phase detection<br />
Finetuning<br />
39 focus points (including 9 cross-type sensors)<br />
AF-assist illuminator (range approx. 1 ft. 8in.-9 ft. 10 in.)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Focus Lock </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">AE-L/AF-L button<br />
Half press of shutter-release button (single-point AF in AF-S)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Focus Modes </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Single-servo AF (AF-S)<br />
Continuous-servo (AF-C)<br />
Auto AF-S/AF-C selection (AF-A)<br />
Full-time Servo (AF-A) available in Live View only<br />
Face-Priority AF<br />
Wide area<br />
Normal area</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Maximum Autofocus Areas/Points </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">39</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Autofocus Sensitivity </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">-1 to +19 EV (ISO 100, 20°C/68°F)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Built-in Flash </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Flash Bracketing </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Built-in Flash Distance </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">39 (ISO 100) ft.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Top FP High Speed Sync </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Up to 1/8000</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Flash Control </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">i-TTL Balanced fill-flash, standard i-TTL flash for digital SLR</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Flash Sync Modes </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Front-curtain sync (normal)<br />
Slow sync<br />
Rear-curtain sync<br />
Red-eye reduction<br />
Red-eye reduction with slow sync</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Flash Compensation </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">-3 to +1 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Accessory Shoe </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Nikon Creative Lighting System (CLS) </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">CLS Supported<br />
Built-in flash Commander Mode</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>White Balance </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Auto (2 types)<br />
Incandescent<br />
Fluorescent (7 types)<br />
Direct Sunlight<br />
Flash<br />
Cloudy<br />
Shade<br />
Preset manual (up to 5 values can be stored)<br />
Auto (TTL white balance with 2,016-pixel RGB sensor)<br />
Fine Tune by Kelvin color temperature setting (2,500 K to 10,000K)<br />
Seven manual modes with fine-tuning</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>White Balance Bracketing </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2 or 3 exposures</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Live View Shooting </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Movie </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Movie with sound<br />
HD 1,920×1,080 / 24 fps<br />
HD 1,280×720 / 24 fps<br />
HD 1,280×720 / 30 fps<br />
VGA 640×424 / 30 fps</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Movie Audio </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Built-in microphone, monaural<br />
Optional external stereo mini-pin jack (3.5mm diameter)<br />
Microphone sensitivity can be adjusted</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Monitor Size </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">3.0 in. diagonal</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Monitor Resolution </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">921,000 Dots</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Monitor Type </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Super Density<br />
Wide Viewing Angle TFT-LCD</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Monitor Angle of View </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">170-degree wide-viewing angle</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Monitor Adjustments </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Brightness, 7 levels</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Virtual Horizon Camera Indicator </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Playback Functions </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Full frame<br />
Calendar<br />
Thumbnail (4, 9 or 72 segments)<br />
Zoom<br />
Movie Playback<br />
Slideshow<br />
Histogram display<br />
Auto image rotation<br />
Shooting data<br />
Highlight point display<br />
Sound playback</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>In-Camera Image Editing </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Trim<br />
D-Lighting<br />
Color Balance<br />
Image Overlay<br />
Side-by-Side Comparison<br />
Filter Effects<br />
Distortion Control<br />
Monochrome<br />
NEF (RAW) Processing<br />
Quick retouch<br />
Straighten<br />
Fisheye<br />
Red-eye Correction<br />
Perspective Control<br />
Color Outline<br />
Resize<br />
Edit Movie<br />
Miniature Effect</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Image Comment </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Interface </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hi-speed USB<br />
NTSC<br />
PAL<br />
HDMI<br />
Stereo Microphone Input<br />
Audio/Video out</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>WiFi Functionality </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Eye-Fi Compatible<br />
FTP file transfer available and PTP/IP with optional WT-4A (IEEE 802.11 a/b/g)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>GPS </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">GP-1 GPS unit</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Save/Load Camera settings </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>My Menu </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes with customization</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Recent Settings </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Supported Languages </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Arabic<br />
Chinese (Simplified and Traditional)<br />
Danish<br />
Dutch<br />
English<br />
Spanish<br />
Finnish<br />
French<br />
Italian<br />
German<br />
Indonesian<br />
Japanese<br />
Korean<br />
Polish<br />
Portuguese<br />
Russian<br />
Swedish<br />
Czech<br />
Norweigan<br />
Thai<br />
Turkish</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Date, Time and Daylight Savings Time Settings </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>World Time Setting </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Yes</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Battery </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Rechargeable</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Battery / Batteries </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">EN-EL15 Lithium-ion Battery</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Battery Life (shots per charge) </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">1,050 shots (CIPA)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>AC Adapter </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">EH-5a AC Adapter</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Battery Charger </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">MH-25 Quick Charger</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Tripod Socket </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">1/4 inch 20</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Approx. Dimensions </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Width 5.2 in. (132mm)<br />
Height 4.1 in. (103mm)<br />
Depth 3.0 in. (77mm)</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Approx. Weight </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">24.3 oz. (690g)<br />
<em>camera body only</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Supplied Software </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">ViewNX 2 CD-ROM</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Optional Accessories </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">MB-D11Multi-Power Battery Pack<br />
EH-5A AC Adapter (requires EP-5B Power Supply Connector)<br />
CF-DC-3 Semi-soft Case<br />
MC-DC2 Wired Remote Release<br />
GP-1 GPS Adapter<br />
ML-L3 Remote Controller<br />
DK-21M Magnifying Eyepiece<br />
DK-21C Correction Eyepieces<br />
Camera Control Pro 2<br />
Capture NX 2 Software</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Supplied Accessories </strong></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>EN-EL15 Rechargeable Li-ion Battery</li>
<li>MH-25 QuickCharger</li>
<li>DK-5 Eyepiece Cap</li>
<li>DK-21 Rubber Eyecup</li>
<li>UC-E4 USB Cable</li>
<li>EG-D2 Audio Video Cable</li>
<li>AN-DC1 Camera Strap</li>
<li>BM-11 LCD Monitor Cover</li>
<li>BF-1B Body Cap</li>
<li>BS-1 Accessory Shoe Cover</li>
<li>ViewNX 2 CD-ROM</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://goodigital.com/2011/02/nikon-d7000-review/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1014&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/20/nikon-d7000-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon-d70001.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikon-d7000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/AF-S-DX-NIKKOR-18-105mm-f-3.5-5.6G-ED-VR-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AF-S-DX-NIKKOR-18-105mm-f-3.5-5.6G-ED-VR</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/EN-EL15-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">EN-EL15</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon-d7000-23-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikon-d7000-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/built-in-flash-231x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">built-in-flash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goodigital.com/wp-content/uploads/2011/02/nikon_d7000-liveview-300x232.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikon_d7000-liveview</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Backpack dengan tiket pesawat murah</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/07/backpack-dengan-tiket-pesawat-murah/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/07/backpack-dengan-tiket-pesawat-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 03:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[nice info!!]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[Demi mendapatkan harga murah, banyak orang rela begadang menunggu tiket dirilis di situs maskapai penerbangan yang sedang mengadakan program promosi. Ada yang berhasil mendapatkannya, tapi banyak juga yang kecewa. Bagaimana dengan Anda? Tiket promo yang harganya luar biasa murah itu dijual dalam jumlah terbatas. Jadi, siapa cepat dia dapat. Jadwal keberangkatannya juga masih sangat lama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1011&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi mendapatkan harga murah, banyak orang rela begadang menunggu tiket dirilis di situs maskapai penerbangan yang sedang mengadakan program promosi. Ada yang berhasil mendapatkannya, tapi banyak juga yang kecewa. Bagaimana dengan Anda?</p>
<p>Tiket promo yang harganya luar biasa murah itu dijual dalam jumlah terbatas. Jadi, siapa cepat dia dapat. Jadwal keberangkatannya juga masih sangat lama, bisa sampai satu tahun sebelum terbang. Tentunya ini menyulitkan karena tidak semua orang bisa menentukan dengan pasti jadwal liburannya tahun depan.</p>
<p><img src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__5/inspirationsid-418021293-1315201912.jpg?ym4dfmFDyo9sL7KO" alt="" border="0" /><br />
<cite>Calon penumpang di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Foto: Antara/Rosa Panggabean</cite></p>
<p>Tapi tak perlu kecil hati dulu. Kalau syarat-syarat yang diberikan tiket promo terasa tidak masuk akal, masih ada cara lain untuk mendapatkan tiket murah. Simak beberapa kiat berikut ini.</p>
<h2>Beli jauh-jauh hari</h2>
<p>Membeli tiket jauh-jauh hari bukan berarti harus menunggu sampai setahun sebelum berangkat. Rentang waktu 2-3 bulan sebelum keberangkatan adalah tempo yang realistis bagi sebagian besar orang. Umumnya, Anda bisa mendapat tawaran harga yang cukup menarik dengan memesan tiket 2-3 bulan sebelum keberangkatan.</p>
<h2>Hindari musim ramai turis</h2>
<p>Memesan tiket jauh-jauh hari tidak menjamin Anda bisa mendapatkan harga murah kalau pilihan waktunya tidak tepat. Kalau tujuan liburan Anda adalah ke Eropa atau belahan dunia utara lainnya, harga tiket pesawat ke negara-negara tersebut cenderung lebih mahal pada musim panas (sekitar Juni-Agustus). Musim ramai turis ini juga berhubungan dengan hari-hari besar misalnya Natal, Idul Fitri dan Imlek. Kalau tujuan Anda hanya ingin berlibur, hindari keberangkatan yang berdekatan dengan hari-hari besar tersebut. Patut pula dicermati, ada banyak hari besar yang tidak dirayakan di tanah air, tapi menjadi festival besar di negara tertentu. Misalnya saja perayaan tahun baru Songkran di Thailand. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan.</p>
<h2>Jangan berangkat pada akhir pekan</h2>
<p>Meskipun tidak selalu, harga tiket penerbangan pada akhir pekan cenderung lebih mahal dari hari-hari biasa. Sebisa mungkin, pilih waktu keberangkatan pada awal pekan atau tengah minggu. Harga tiket pada hari-hari biasa sering kali jauh lebih murah dibandingkan akhir pekan. Anda bisa menghemat banyak uang hanya dengan sedikit menggeser hari keberangkatan.</p>
<h2>Fleksibel dengan waktu keberangkatan</h2>
<p>Peluang mendapatkan tiket murah akan lebih besar lagi kalau Anda cukup fleksibel dengan waktu keberangkatan. Situs maskapai penerbangan biasanya memberi beberapa alternatif – jadi Anda tidak terpaku dengan satu pilihan saja. Waktu keberangkatan yang fleksibel tentunya memberi keleluasan untuk memilih tarif yang paling murah.</p>
<h2>Cek jadwal penerbangan</h2>
<p>Maskapai penerbangan yang menawarkan harga terbaik sering kali tidak memiliki jadwal terbang setiap hari untuk tujuan tertentu. Cek jadwal penerbangan mereka supaya Anda tidak perlu terbang dengan maskapai lain yang harga tiketnya lebih mahal. Inilah keuntungan lain dari waktu keberangkatan yang fleksibel. Anda bisa memilih maskapai yang menawarkan harga terbaik.</p>
<h2>Perhatikan syarat dan ketentuan</h2>
<p>Jangan senang dulu saat membaca iklan yang menawarkan tiket obral. Perhatikan baik-baik: Apakah harga yang tercantum sudah termasuk pajak, biaya bahan bakar dan ongkos lainnya? Perhatikan pula ketentuan lain, misalnya apakah kita bisa mengganti hari keberangkatan dengan membayar penalti? Kalau bisa diganti harinya, berapa biaya penaltinya? Lihat pula ketentuan tentang bagasi, apakah perlu biaya ekstra untuk itu? Hal-hal semacam ini sering kali luput dari perhatian konsumen.</p>
<h2>Pertimbangan rute alternatif</h2>
<p>Rute penerbangan yang tidak populer biasanya punya tarif lebih mahal. Sebaliknya, rute-rute populer dengan banyak pilihan maskapai penerbangan biasanya menawarkan harga yang lebih murah. Ini terkait dengan persaingan antar perusahaan penerbangan. Kalau suatu maskapai memonopoli suatu rute penerbangan, pastinya mereka bisa lebih leluasa memasang harga yang tinggi.</p>
<p>Kalau kebetulan tujuan Anda adalah tempat-tempat yang kurang populer, pertimbangkan rute populer yang lokasinya tidak jauh dari kota tujuan Anda. Misalnya, tiket pesawat ke negara-negara Skandinavia harganya lebih mahal dibanding rute ke Jerman. Pertimbangkan untuk menempuh jalur darat dan air dari Jerman ke Skandinavia.</p>
<p>Cara ini sering kali bisa memangkas biaya perjalanan secara signifikan. Contoh lainnya, kalau tujuan Anda adalah Hongkong, cek juga harga tiket ke Makau yang jaraknya cukup dekat dengan Hongkong. Siapa tahu harganya lebih murah dan Anda bisa sekalian jalan-jalan ke Makau.</p>
<h2>Bandingkan harga</h2>
<p>Membandingkan harga tiket penerbangan adalah pekerjaan yang cukup merepotkan. Untungnya ada situs Expedia (<a href="http://www.expedia.com/Home.htm" target="_blank">www.expedia.com</a>) untuk mencari tiket dengan harga paling rendah. Namun, tidak disarankan membeli secara langsung di situs tersebut karena harganya sering kali lebih mahal (karena mereka menarik komisi dari setiap transaksi pembelian).</p>
<p>Melalui informasi dari Expedia, Anda bisa langsung membuka situs maskapai penerbangan yang menawarkan tiket paling murah. Untuk tiket penerbangan domestik, Anda bisa mencari informasinya lewat Utiket (<a href="http://www.utiket.com/id/" target="_blank">www.utiket.com</a>). Situs lokal ini menyediakan informasi harga tiket dari semua maskapai penerbangan nasional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1011/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1011&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/09/07/backpack-dengan-tiket-pesawat-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__5/inspirationsid-418021293-1315201912.jpg?ym4dfmFDyo9sL7KO" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Modem ZTE MF627 di Windows7</title>
		<link>http://redfox69.wordpress.com/2011/05/24/modem-zte-mf627-di-windows7/</link>
		<comments>http://redfox69.wordpress.com/2011/05/24/modem-zte-mf627-di-windows7/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 02:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahman agil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Troubleshot and Error]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://redfox69.wordpress.com/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Aku pernah denger bahwa Windows7 udah punya segudang lagi driver-driver untuk perangkat keras yang saat ini beredar di pasaran, apalagi untuk keluaran yang baru2. Jadi singkatnya kita ga perlu lagi bersusah payah cari driver untuk bisa mengoperasikan perangkat keras (hardware) baru yang di-plug Lagi-lagi malam ini rada pening juga kepala ubek2 cari cara supaya modem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1007&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Aku pernah denger bahwa Windows7 udah punya segudang lagi driver-driver untuk perangkat keras yang saat ini beredar di pasaran, apalagi untuk keluaran yang baru2. Jadi singkatnya kita ga perlu lagi bersusah payah cari driver untuk bisa mengoperasikan perangkat keras (hardware) baru yang di-plug</p>
<p>Lagi-lagi malam ini rada pening juga kepala ubek2 cari cara supaya modem ZTE MF627 yang ada logo Three (3) bisa diinstall di Windows7. Oya, modem ini ternyata rada murah lho, temenku beli aja harganya sekitar 267.000, coba deh ke toko online yang kabarnya harga2nya rada miring nih : jakartanotebook.com. Bukan promosi lho, cuma share info ajah..</p>
<p>Well, langsung aja. Pas lagi install modem ini di windows7, aplikasi berhasil diinstal tetapi ternyata ada beberapa driver yang ga berhasil diinstall. Pas aplikasi dijalankan juga modem dan sinyal ga kedetek, coba telusuri, ternyata benar ada beberapa driver yang gagal diinstall. Setelah coba googling, ada solusinya di <a href="http://myrandommumblings.blogspot.com/2009/06/zte-mf-627-and-windows-7.html" target="_blank">http://myrandommumblings.blogspot.com/2009/06/zte-mf-627-and-windows-7.html.</a></p>
<p>Ditambah sedikit penyesuaian, kurang lebih langkah solusinya seperti ini :</p>
<p>1.  Colok USB MODEM-nya ke komputer/notebook.<br />
2.  Install secara manual, buka aja Folder “Installer”<br />
3.  Klik kanan di “Setup” (application) &gt; Troubleshoot compatibility &gt; Try recommended setting<br />
4.  Klik tombol “Start the program”<br />
5.  Lalu muncul UAC Windows, klik aja “Yes”<br />
6.  Lalu, pilih “Repair”<br />
7.  Finish</p>
<p>ALhamdulillah.. akhirnya modem itu berhasil didetek semua dan sinyalnya dapet.<br />
Time to surf the net !!</p>
<p>http://ask3.three.co.uk/SRVS/CGI-BIN/WEBISAPI.DLL/,/??New,Kb=MBB,Ts=MBB,T=CaseDoc,Case=obj(594),varset_USERNAME=MBB:mbbUser</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/redfox69.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/redfox69.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/redfox69.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/redfox69.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/redfox69.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/redfox69.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/redfox69.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/redfox69.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/redfox69.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/redfox69.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/redfox69.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/redfox69.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/redfox69.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/redfox69.wordpress.com/1007/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=redfox69.wordpress.com&amp;blog=4324795&amp;post=1007&amp;subd=redfox69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://redfox69.wordpress.com/2011/05/24/modem-zte-mf627-di-windows7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9695a3da75c76c2428e9e335e35e1925?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">redfox69</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
